<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193</id><updated>2011-11-27T16:46:45.008-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='JTV'/><category term='pembelajaran'/><category term='Animasi'/><category term='Multimedia'/><category term='penyutradaraan'/><category term='televisi'/><category term='sinematografi'/><category term='komputer'/><category term='CD Interaktif'/><category term='Majalah'/><category term='Film'/><category term='produksi film'/><category term='proses produksi'/><category term='breakdown'/><category term='Mutimedia'/><category term='Dubbing'/><category term='bioskop'/><category term='3D'/><category term='talk show'/><category term='2D'/><category term='aplikasi'/><category term='script'/><category term='video'/><category term='editing'/><category term='Proposal'/><category term='prototype'/><category term='Home Production'/><category term='Skripsi'/><title type='text'>ARTIKEL MULTIMEDIA</title><subtitle type='html'>kumpulan artikel - artikel multimedia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-1718798244473207167</id><published>2010-05-25T19:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T19:56:24.337-07:00</updated><title type='text'>susah susah gampang</title><content type='html'>memang susah2 gampang dahhhh.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://killfashlirikchord.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-1718798244473207167?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/1718798244473207167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/05/susah-susah-gampang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1718798244473207167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1718798244473207167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/05/susah-susah-gampang.html' title='susah susah gampang'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-6699293140002099373</id><published>2010-05-25T19:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T19:55:15.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>PEMANFAATAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN</title><content type='html'>PEMANFAATAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: PEMANFAATAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;Bahan ini cocok untuk Mohon Pilih bagian PENDIDIKAN / EDUCATION.&lt;br /&gt;Nama &amp;amp; E-mail (Penulis): Hidayat Raharja,S.Pd.&lt;br /&gt;Saya Guru di SMAN 1 SUMENEP&lt;br /&gt;Topik: teknologi multimedia&lt;br /&gt;Tanggal: 27 JUNI 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majunya teknologi informasi merupakan suatu perkembangan yang memberikan akses terhadap perubahan kehidupan masyarakat. Dunia informasi menjadi salah satu wilayah yang berkembang pesat dan banyak mempengaruhi peradaban masyarakat. Radio, Televisi, DVD, VCD merupakan salah satu perangkat elektronik yang menjadi bagian dari perabot rumahtangga. Selain berfungsi informatif, media teknologi tersebut merupakan salah satu media entertainment yang memberikan pilihan hiburan menyegarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kemajuan media teknologi informasi, kehidupan masyarakat memasuki zone rekreatif (hiburan). Tidak dapat dibayangkan, ketika media televisi telah menjadi salah satu media yang menyediakan diri selama 24 jam untuk memberikan hiburan di tengah-tengah keluarga. Setiap sajian acara yang ditayangkan, senantiasa dikemas dalam unsur hiburan. Bukan hanya tayangan sinetron, iklan, bahkan pemberitaan (news) tak lepas dari unsur hiburan. Bagaimana berita kriminal dan mistik menjadi salah satu tayangan di berbagai stasiun televisi yang mampu menghipnotis pemirsa untuk tetap bertahan di hadapan layar televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya teknologi media audiovisual, telah menciptakan budaya masyarakat rekreatif dan konsumtif. Masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menghibur diri dan membuang kesumpekan hidup yang makin menjepit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi perubahan peradaban tersebut, telah pula menjadi pemicu terhadap upaya perubahan sisitem pembelajaran di sekolah. Upaya untuk melepaskan diri dari kungkungan pembelajaran konvensional yang memaksa anak untuk mengikuti pembelajran yang tidak menarik, dan membosankan, sehingga meminjam ungkapan Faulo Fraire, sekolah tak lebih merupakan bangunan tembok penjara yang menghukum penghuninya untuk mengikuti (memaksa) menerima segenap ajaran yang berkubang di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neil Postman, salah satu filosof dan pakar pendidikan semakin mencemaskan terhadap kehidupan lembaga persekolahan yang semakin teralineasi dari kultur masyrakat yang kian dinamis, sehingga sampai pada taraf asumtif, matinya nilai-nilai pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi sekolah, senantiasa dituntut untuk terus-menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, sehingga sekolah yang tetap berkutat pada instruksional kurikul;um hanya akan membuat peserta didik gagap meliohat realitas yang mengepungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran teknologi multimedia, bukan lagi menjadi barang mewah, karena harganya bisa dijangkau oleh segenap lapisan masyarakat untuk memiliki dan menikmatinya. Artinya, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu untuk memiliki teknologi tersebut sehingga bisa menjadikannya sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mampu mengembangkan kecakapan personal secara optimal, baik kecakapan, kognitif, afektif, psikomotrik, emosional dan spiritualnya. Hal ini amat memungkinkan, ketika ruang belajar di luar gedung sekolah, telah menghasilkan berbagai produk audiovisual yang bernilai- edukatif, mulai dari mata pelajaran yang yang disajiukan dalam bentuk quiz, ataupun dalam bentuk penceritaan dan berbagai permainan yang memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sekolah menengah di Jember (SMAN 2) beberapa waktu lalu, telah mempublikasikan diri sebagai salah satu sekolah yang memakai perangkat multimedia untuk pembelajaran. Setiap guru wajib membuat media pembelajaran dengan teknologi multimedia dan menayangkannya (mempergunakan) dalam pembelajaran. Sungguh sangat menarik, dengan peralatan handycam, dan komputer (PC), seorang guru membuat media pembelajaran audiovisual yang akan memancing minat siswa untuk belajar dan tertarik untuk mengembangkan pengetahuannya. Kondisi yang membuat iri, berbagai sekolah untuk memiliki perangkat pembelajaran semacam itu. Bahkan, sudah waktunya pula apabila sekolah memanfaatkan situs-situs pengetahuan di dunia cyber untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah pemanfaatan teknologi multimedia akan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik? Bagaimana seharusnya menyiapkan perangkat pemb&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;elajaran multimedia sehinggga menjadi tayangan yang menarik, dan efektif dalam pemanfaatannya untuk mengembangkan kemampuan siswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang ganjil dalam pemakaian teknologi multimedia yang dipergunakan di SMA 2 Jember dalam pemberiataan jawa pos (maret, 2004), diantaranya pembelajaran agama, dengan menyagankan guru agama yang tengah berceramah. Pembelajaran matematika dengan mempergunakan CD dan hanya berisi berbagai keterangan (tulisan) yang berhubungan dengan pembelajaran. Atau di tempat lain, seorang guru menayangkan pembelajaran mempergunakan VCD yang berdurasi selama 90 menit (2 jam pelajaran) dari awal sampai tayangan berakhir siswa hanya diajak untuk menonton, tanpa ada sesuatu yang bisa mengukur pemahaman siswa terhadap apa yang diatayangkan. Contoh tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan media audiovisual yang diarasakan kurang efektif. Karena bila kita menengok pada ceramah agama di berbagai stasiun televisi sudah dikemas sedemikian menghibur dan mampu menarik minat pemirsa untuk saling berinteraksi. Artinya, sebelum media teknologi tersebut dipergunakan, terlebih dahyulku dikenali karakteristik dari tiap media, sehingga bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.Vernom A.Magnesen (1983) menyatakan kita belajar, "10% dari apa yang dibaca; 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan dengar, 70% dari apa yang dikatakan, 90% dari apa yang dilakukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak kepada konsep Vernom, bahwa pembelajaran dengan mempergunakan teknologi audiovisual akan meningkatkan kemamp[uan belajarn sebesar 50%, daripada dengan tanpa mempergunakan media. Namun dengan melihat pada realitas yang ditemukan pada proses pembelajaran tersebut, maka pencapaian belajar secara efektif akan dicapai apabila:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Guru mengenal keunggulan dan kelemahan dari setiap media teknologi yang dipergunakan. Penggunaan teknologi auditif bukan berarti lebih buruk daripada media audiovisual, karena ada beberapa materi pembelajaran yang akan lebih baik ditayangkan dengan mempergunakan teknologi auditif untuk merangsang imajinasi siswa, dan melatih kepekaan pendengaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Menentukan pilihan materi yang akan ditayangkan, apakah sesuai dengan penggunaan media auditif, visual, atau audiovisual. Misalnya untuk melatih kepekaan siswa dalam memahami percakapan bahasa inggris, akan lebih baik kalau dipergunakan media auditif, sementara untuk mengetahui ragam budaya masyarakat berbagai bangsa tentu lebih relevan dengan mempergunakan tayangan audiovisual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Menyiapkan skenario tayangan, tentu berbeda dengan satuan pelajaran, karena disini menyangkut terhadap model tayangan yang akan disajikan sehingga menjadi menarik, nantinya akan mampu mengembangkan berbagai aspek kemampuan (potensi) dalam diri siswa.. Tidak kalah pentingnya, adalah bagaimana membuat anak tetap fokus kepada tayangan yang disajikan, dan mengukur apa yang telah dilakukan siswa dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) menyiapkan lembar tugas atau quiz yang harus dikerjakan siswa ketika menyaksikan tayangan pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya membuat anak betah belajar disekolah dengan memanfaatkan teknologi multimedia, merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Untuk itu, peran serta masyarakat dan orangtua , komite sekolah merupakan partner yang dapat merencanakan dan memajukan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan (persekolahan) sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar dan tempat siswa mengembangkan kemampuannya secara optimal, dan nantinya mampu berinteraksi ke tanmgah-tengah masyarakatnya. Lulusan sekolah yang mampu menjadi bagian intergaral peradaban masyarakatnya. Suatu keinginan yang tidak mudah, apabila sekolah-sekolah yang ada tidak tanggap untuk melakukan perubahan. Sejarah persekolahan di indonesia telah mencatat, bahwa upaya-upaya perubahan yang dilakukan pemerintah untuk melakukan pengembangan terhadap kurikulum sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, juiga pengembangan terhadap berbagai metode dan proses pembelajaran yang menarik untuk memancing dan memicu perkembangan kreatif siswa pada akhirnya kermbali kepada titik awal; betapa sulitnya perubahan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dengan akan diberlakukannya kurikulum 2004 (KBK), pembelajaran di sekolah akan menjadi sangat variatif, rekreatif, dan tentu kontekstual. Jika murid tidak mampu bukan sepenuhnya kesalahan murid, tetapi bisa jadi kesalahan kolektif pihak sekolah yang kurang kondusif. Nyatanya, bila melihat dari faktor usia, siswa memiliki peluang besar untuk mengikuti perubahan yang ada, sementara kata orang bijak justru guru yang paling sulit berubah, karena faktor usia yang merasa lebih tua dan lebih tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi telah hadir di hadapan kita, bagaimana kita memanfaatkannya secara optimal untuk nenajukan dunia pendidikan (bukan pendudukan) yang kita dicintai bersama. Tentunya semua itu amat bergantung kepada dana dan sumber daya, dan penghargaan terhadap manusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;original post : http://re-searchengines.com/hidayat10608.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-6699293140002099373?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/6699293140002099373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/05/pemanfaatan-teknologi-multimedia-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/6699293140002099373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/6699293140002099373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/05/pemanfaatan-teknologi-multimedia-dalam.html' title='PEMANFAATAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-7393520385341331115</id><published>2010-05-14T02:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T02:42:32.984-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><title type='text'>Pengumuman Multimedia Terbukti Tingkatkan Nilai Siswa</title><content type='html'>Pengumuman Multimedia Terbukti Tingkatkan Nilai Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 09 Juli 2008 8:17:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman Multimedia Terbukti Tingkatkan Nilai Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta--RoL-- Penggunaan multimedia sebagai alat pembelajaran interaktif dibuktikan pemenang Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-7 Sugeng Priyanto dari Universitas Brawijaya, Malang, dapat meningkatkan hasil belajar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengujian statistik dan dilakukan perbandingan rerata hasil belajar, kelompok yang menggunakan aplikasi multimedia setelah perkuliahan mendapat rerata skor 7,37 sedangkan yang tidak mendapat 6,94, kata Sugeng dari Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Unbraw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Sugeng itu memperoleh penghargaan berupa uang Rp12 juta dan polis asuransi dari hasil penelitiannya yang dinilai juri sebagai yang terbaik di Jakarta, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjadi pemenang pertama bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) PPRI yang diselenggarakan LIPI dengan judul penelitian Aplikasi Multimedia sebagai Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Kuliah 'Foundation of Nursing IV' Menggunakan 'Model Expository Teaching' terhadap Hasil Belajar Mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan menggunakan multimedia dalam pengajaran, urainya, akan mampu mengkondisikan suasana belajar yang bisa memaksimalkan proses penerimaan suatu informasi dengan lebih baik. Pada kelompok multimedia dibuatkan tampilan presentasi interaktif tentang 'Wound Care' berupa tampilan teks dan animasi tiga dimensi (3D) manusia secara singkat yang dilanjutkan dengan penjelasan anatomi kulit, stadium luka serta video tentang tindakan keperawatan luka di RS, kata kelahiran Jember 21 April 1986 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugeng menggunakan sampel seluruh mahasiswa semester IV tahun ajaran 2007/2008 yang mengikuti perkuliahan Foundation of Nursing IV di Jurusan Keperawatan Unbraw yang kemudian ia kelompokkan menjadi dua yakni kelompok yang menggunakan aplikasi multimedia dan yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu model belajar Expository Teaching, menurut dia, adalah model pembelajaran yang baik di mana dalam model ini dikenal tiga tahap, pertama mengarahkan pelajar pada materi yang akan dipelajari dan membantu mengingat kembali informasi yang terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap kedua, materi baru itu disampaikan dengan memberi ceramah, diskusi film, atau memberi tugas kepada pelajar dan tahap ketiga dengan menggabungkan informasi baru ke dalam susunan pelajaran yang sudah direncanakan dan memberi kesempatan pelajar melontarkan pertanyaan untuk memperluas pengetahuan terkait. Antara/yto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Republika Online&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=340646&amp;amp;kat_id=23&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-7393520385341331115?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/7393520385341331115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/05/pengumuman-multimedia-terbukti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7393520385341331115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7393520385341331115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/05/pengumuman-multimedia-terbukti.html' title='Pengumuman Multimedia Terbukti Tingkatkan Nilai Siswa'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-5044323642462470249</id><published>2010-03-10T08:35:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T08:36:59.808-08:00</updated><title type='text'>Nobita Great Adventure In The South Sea</title><content type='html'>&lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://zona-orang-gila.blogspot.com/2010/03/nobita-great-adventure-in-south-seas.html"&gt;Nobita Great Adventure In The South Sea&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt;    &lt;script type="text/javascript"&gt; summary_noimg = 430; summary_img = 340; img_thumb_height = 100; img_thumb_width = 120; &lt;/script&gt; &lt;script src="http://dl.getdropbox.com/u/1693834/javascript/summary-post.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nwV3L8pVWYE/S4qb8E9grBI/AAAAAAAADMc/FPb705HmB9I/s1600-h/south+seas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nwV3L8pVWYE/S4qb8E9grBI/AAAAAAAADMc/FPb705HmB9I/s400/south+seas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443334556056857618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;indowebster&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www28.indowebster.com/fa0169a11dc11755c99c7dbcd6569eda.rmvb" target="new"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download Film&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/231581368/502da83b/Nobita_Great_Adventure_In_The_.html" target="new"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download Subtitel Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-5044323642462470249?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/5044323642462470249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/03/nobita-great-adventure-in-south-sea.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/5044323642462470249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/5044323642462470249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/03/nobita-great-adventure-in-south-sea.html' title='Nobita Great Adventure In The South Sea'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nwV3L8pVWYE/S4qb8E9grBI/AAAAAAAADMc/FPb705HmB9I/s72-c/south+seas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-7576913645231762196</id><published>2010-02-21T10:24:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T10:27:50.161-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalah'/><title type='text'>Download Gratis Majalah Interior</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i46.tinypic.com/28p7h0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 439px; height: 464px;" src="http://i46.tinypic.com/28p7h0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDFX Magazine 2008.05 - 2009.12 (All Issues)&lt;br /&gt;English | 19 issues | 597MB | PDF (rar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interior Design Inspiration, the magazine for interior design professionals. The largest products database in the interior design industry, featuring the latest contract furniture, lighting design, materials, fixtures, fittings, surfaces and finishes for the contract interiors and interior design markets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapidshare&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/330990821/IDFX_2008.05-2009.12.part1.rar"&gt;Part 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/330949472/IDFX_2008.05-2009.12.part2.rar"&gt;Part 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/330969909/IDFX_2008.05-2009.12.part3.rar"&gt;Part 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depositfiles&lt;br /&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/files/22vlxtdfl"&gt;Part 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/files/xt6m4u4kq"&gt;Part 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/files/ks1j08tqm"&gt;Part 3&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-7576913645231762196?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/7576913645231762196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/download-gratis-majalah-interior_21.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7576913645231762196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7576913645231762196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/download-gratis-majalah-interior_21.html' title='Download Gratis Majalah Interior'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i46.tinypic.com/28p7h0_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-3122050566804523352</id><published>2010-02-21T10:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T10:03:54.374-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>Tentang Peranan Multimedia dalam Pembelajaran</title><content type='html'>Artikel ini me-review laporan hasil suatu penelitian yang dilakukan oleh Beacham dkk, (Beacham, N. A., Elliott, A. C., Alty, J. L., Al-Sharrah, A., dalam Media Combinations and Learning Styles: A Dual Coding Approach, Association for the Advancement of Computing in Education  (AACE), 2002), yang tujuannya untuk mengetahui apakah perpaduan beberapa jenis media akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang berbasis komputer. Selain itu, penelitian yang dilaporkan ini juga digunakan untuk mengetahui apakah gaya belajar siswa berpengaruh pada tingkat pemahaman siswa terhadap perpaduan beberapa jenis media ini. Perpaduan beberapa jenis media yang dilakukan telah mempertimbangakan dual coding theory, yang menyatakan bahwa informasi diproses melalui dua channel yang independent, yaitu channel verbal dan visual. Hasil penelitian mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman siswa ketika materi pembelajaran disajikan menggunakan suara dan diagram. Pemahaman berkurang ketika materi pembelajaran disajikan melalui teks dan diagram. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa suara dan diagram dapat meningkatkan pemahaman siswa terlepas dari learning style yang lebih disukai siswa, dan siswa yang gaya belajarnya intuitive cenderung memiliki tingkat pemahaman lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan Teori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan berbagai hasil penelitian, diyakini bahwa suatu materi pembelajaran harus didesain sedemikian rupa sehingga mengakomodasi tipe pembelajar, dan gaya belajar, bukan hanya menunjukkan gaya mengajar instrukturnya. Salah satu metode yang efektif untuk mencapai hal ini adalah melalui penggunaan berbagai media yang disesuaikan dengan gaya belajar si pembelajar. Salah satu teori yang menjadi dasar dari pemikiran ini adalah dual coding theory yang dikemukakan oleh Paivio (1971).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dual coding theory, informasi diproses melalui dua channel yang independent, yaitu channel verbal seperti teks dan suara, dan channel visual seperti diagram, animasi, dan gambar. Penelitian lebih lanjut berkaitan dengan dual coding theory yang dilakukan oleh Paivio, Bagget (1989), dan Kozma (1991) mengindikasikan bahwa dengan memilih perpaduan media yang sesuai, hasil belajar dari seseorang dapat ditingkatkan. Sebagai contoh, informasi yang menggunakan kata-kata (verbal) dan ilustrasi visual yang relevan memiliki kecenderungan lebih mudah dipelajari dan dipahami daripada informasi yang menggunakan teks saja, suara saja, perpaduan teks dan suara, atau ilustrasi saja. Sejumlah penting prinsip dan tips untuk mengembangkan bahan-bahan ajar berbasis komputer telah dirumuskan berdasarkan dual coding theory ini. Terlebih lagi, meskipun sudah berumur lebih dari 30 tahun, teori ini tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan inovasi dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak penelitian yang telah dilakukan sampai saat ini, diperlukan lebih banyak lagi penelitian untuk lebih meyakinkan pengaruh informasi multimedia dalam belajar siswa unruk berbagai learning style yang berbeda. Banyak penelitian yang sudah dilakukan mengenai dual coding theory untuk mempelajari pengaruh informasi multimedia pada pembelajar visual dan verbal, tetapi masih sedikit yang mempelajari pengaruhnya pada pembelajar tipe lain, seperti pembelajar bergaya sensorik, intuitif, sequential, global, aktif, dan reflektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilaporkan dalam artikel ini mencoba mempelajari pengaruh informasi multimedia pada siswa dengan gaya belajar intuitif dan sensorik, yang kemudian dibandingkan dengan siswa bertipe verbal dan visual. Tujuannya adalah untuk menjawab pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  - Dapatkah perpaduan media yang berbeda meningkatkan pemahaman siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  - Adakah perbedaan pengaruh perpaduan media ini pada siswa dengan gaya belajar yang berbeda?&lt;br /&gt;Penelitian ini dianggap penting karena hasilnya diharapkan dapat membantu para penulis materi multimedia untuk memilih perpaduan media yang tepat disesuaikan dengan semua tipe gaya belajar ketika mendesain pembelajaran berbasis komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, sebanyak 44 siswa (umur 20 – 24 tahun) dibagi ke dalam 3 kelompok secara acak, masing-masing beranggotakan 13, 14, dan 17 siswa. Kepada tiap kelompok diberikan bahan ajar berbasis komputer yang memiliki perpaduan media yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kelompok 1 : bahan ajar yang memadukan teks dan diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kelompok 2 : bahan ajar yang hanya berupa teks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kelompok 3 : bahan ajar yang memadukan suara dan diagram&lt;br /&gt;Bahan ajar dibuat dengan program Macromedia Flash 5 untuk materi pemanfaatan statistik dalam menguji eksperimen (Null Hypothesis and Significance). Materi ini dipilih karena diyakini banyak siswa yang belum memiliki pengetahuan awal sebelumnya tentang materi ini, dan kalau pun siswa telah memiliki pengetahuan awal, mereka tetap menganggap materi ini sulit dipahami. Durasi tiap bahan ajar sama, yaitu 12 menit. Bahan ajar dipresentasikan melalui laptop ke proyektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bahan ajar disampaikan, para siswa ditest lebih dulu mengenai pengenalan atau pengetahuan awal mereka tentang bahan ajar yang akan dipelajari, yaitu tentang null hyphothesis dan significance. Para siswa juga diminta untuk mengisi learning style inventory berdasarkan pada Model Felder-Silverman, yang akan digunakan untuk mengetahui gaya belajar yang mereka miliki. Setelah gaya belajar setiap siswa diketahui, maka diaturlah pengelompokan para siswa ini ke dalam kelompok-kelompok sedemikian rupa sehingga dalam tiap kelompok terdapat berbagai siswa dengan gaya belajar yang berbeda secara proporsional, terutama untuk gaya belajar sensorik dan intuitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bahan ajar diberikan dalam durasi waktu yang sama, kepada para siswa dalam tiap kelompok diberikan post-test yang berisi 10 pertanyaan menyangkut materi bahan ajar yang telah disampaikan. Dalam tiap nomor pertanyaan, ditanyakan juga apakah mereka telah mengetahui jawabannya sebelum mengikuti presentasi bahan ajar, apakah presentasi bahan ajar membantu mereka menemukan atau me-recall jawabannya, ataukah mereka belum tahu jawabannya sebelum mengikuti presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Eksperimen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil eksperimen ditampilkan melalui diagram batang seperti pada Figure 2. Tampak bahwa pengetahuan awal yang dimiliki siswa tentang “null hyphothesis” dalam Kelompok 1 (teks dan diagram) sebesar 53.8%, Kelompok 2 (teks saja) sebesar 14.3%, dan Kelompok 3 (suara dan diagram) sebesar 29.4%. Sementara pengetahuan awal yang dimiliki siswa tentang “significance” ; dalam Kelompok 1 (teks dan diagram) sebesar 61.5%, Kelompok 2 (teks saja) sebesar 35.7%, dan Kelompok 3 (suara dan diagram) sebesar 35.3%. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa tidak memiliki pengetahuan awal tentang materi bahan ajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat berdasarkan rata-rata hasil post-test, tampak bahwa Kelompok 3 (suara dan diagram) cenderung memiliki nilai tertinggi, diikuti oleh Kelompok 2 (teks aja). Siswa-siswa dalam Kelompok 1 (teks dan diagram) cenderung memiliki nilai yang rendah. Hal yang menarik adalah bahwa sebenarnya Kelompok 1 ini memiliki pengetahuan awal tentang materi bahan ajar yang lebih tinggi dibandingkan dua kelompok lain, tetapi mereka ternyata memiliki hasil post-test yang paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini diketahui bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara nilai pembelajar sensorik, nilai pembelajar intuitif, dan nilai pembelajar “seimbang” (seimbang antara sensorik dan intuitif, atau gabungan). Namun demikian, ada kecenderungan bahwa nilai pembelajar sensorik lebih tinggi dibandingkan nilai pembelajar intuitif. Nilai tertinggi diperoleh oleh kelompok pembelajar “seimbang”. Hasil ini mendukung sejumlah teori belajar yang menyatakan bahwa tidak ada gaya belajar tunggal yang lebih baik satu di antara yang lain, melainkan bahwa gaya pembelajar “seimbang” akan menunjukkan kinerja yang lebih baik.&lt;br /&gt;Pada Figure 3 ditunjukkan perbedaan nilai di antara gaya belajar untuk perpaduan media yang berbeda. Untuk gaya belajar tertentu, perbedaan nilainya lebih nyata. Namun demikian, jika pasangan gaya belajar tersebut dibandingkan (sensorik-intuitif, sequential-global, aktif-reflektif), salah satu di antara keduanya selalu menunjukkan kecenderungan lebih terpengaruh oleh perubahan media daripada yang lainnya. Padapasangan sensorik-intuitif misalnya, terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada pembelajar intuitif untuk masing-masing perpaduan media, tetapi tidak untuk pembelajar sensorik. Yang menarik, pembelajar intuitif mendapat nilai tertinggi ketika ditunjukkan pada perpaduan media suara dan diagram, tetapi mendapat nilai terendah ketika ditunjukkan pada perpaduan media teks dan diagram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hasil utama yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: pertama, perpaduan media berbeda yang digunakan untuk menyajikan bahan ajar kepada siswa akan berpengaruh kepada pemahaman siswa. Hasil kedua, para siswa yang memiliki gaya belajar berbeda menunjukkan kinerja yang berbeda untuk setiap perpaduan media berbeda. Kedua hasil penelitian ini mendukung beberapa gagasan dalam dual coding theory. Hasil penelitian ini menyatakan kepada kita bahwa ketika informasi disajikan melalui perpaduan verbal dan visual, kita akan mengingat informasi tersebut lebih banyak dibandingkan ketika informasi tersebut disajikan melalui teks saja. Namun demikian, hasil penelitian ini juga menemukan kasus di mana perpaduan verbal dan visual dapat menyebabkan seseorang mengingat lebih sedikit dibandingkan dengan ketika hanya menggunakan teks, yaitu pada kasus teks dan diagram. Alasan untuk kasus ini barangkali adalah karena teks dan diagram dipadukan, sehingga perhatian seseorang akan terpecah (sesuai dengan cognitive load theory).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini juga menghasilkan penemuan bahwa siswa dengan gaya belajar tertentu memiliki nilai test yang lebih tinggi dibandingkan siswa lain dengan gaya belajar berbeda dalam masing-masing kelompok (pada perpaduan media yang sama). Hal ini boleh jadi disebabkan siswa dengan gaya belajar tertentu merasa lebih cocok dengan perpaduan media tertentu pula, misalnya pembelajar sensorik lebih tertarik dengan model presentasi dibandingkan dengan pembelajar intuitif. Pembelajar sensorik lebih tertarik kepada informasi yang disajikan dalam presentasi, sementara pembelajar intuitif lebih tertarik untuk menemukan hubungan antar-elemen informasi. Akibatnya, pembelajar intuitif tidak punya waktu yang cukup untuk mengaktifkan jenis processing yang diharapkan. Alasan lain dapat dikemukakan misalnya, pembelajar sensorik menggunakan strategi surface learning sementara pembelajar intuitif menggunakan strategi deep learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Praktis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa aplikasi praktis yang dapat dilakukan berkaitan dengan hasil yang diperoleh melalui penelitian ini.&lt;br /&gt;Dari hasil bahwa perpaduan suara dan diagram memiliki efektivitas yang tinggi, maka sebaiknya dalam mengembangkan bahan ajar berbasis komputer, guru dan sekolah memperhatikan aspek ini. Di samping itu, dalam melaksanakan program pembelajaran di kelas, sebaiknya guru juga mempertimbangan perpaduan media ini. Artinya, jangan sampai di dalam kelas seorang guru cenderung hanya menulis di papan tulis saja, berbicara saja, tetapi harus berupaya memadukan berbagai media, yaitu teks/tulisan, percakapan, gambar dan diagram (misalnya melalui LCD/Proyektor, komputer, televisi, atau media alam langsung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Bagi penulis buku, penerbit, dan berbagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, sebaiknya mengembangkan bahan ajar atau media yang memadukan berbagai media sebagaimana dalam penelitian ini. Dalam buku misalnya, sebaiknya sebuah buku tidak hanya merupakan kumpulan teks, tetapi juga harus dipadukan dengan gambar/diagram. Bagaimana memadukan media suara ke dalam buku? Saat ini di luar negeri sudah banyak beredar buku yang dilengkapi dengan CD-ROM. Oleh karena itu, tidak salah rasanya jika buku-buku di Indonesia juga dilengkapi dengan perangkat multimedia ini.&lt;br /&gt; 2. Dalam penelitian ini juga diperkuat pendapat bahwa tidak ada suatu gaya belajar yang terbaik. Oleh karena itu, semua gaya belajar siswa harus bisa diakomodasi dan diperhatikan oleh guru di sekolah, oleh penulis buku (selama ini penulis buku menulis buku sesuai gayanya sendiri, jarang mempertimbangkan gaya belajar pembacanya), dan pengembang perangkat multimedia pendidikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini tidak saja mendukung dual coding theory, tetapi juga menemukan bahwa pemahaman siswa akan meningkat ketika bahan ajarnya disajikan dalam perpaduan suara dan diagram. Di samping itu, pemahaman siswa dengan gaya belajar tertentu juga meningkat dibandingkan dengan siswa dengan gaya belajar lain untuk perpaduan media yang sama. Jika pemilihan perpaduan media tidak tepat, apapun gaya belajarnya, siswa tidak akan dapat menunjukkan kinerja yang maksimal. Hasil penemuan ini bermanfaat untuk mendesain bahan ajar yang berbasis komputer (termasuk internet dan mobile learning environment).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://joko.tblog.com/post/1969986626&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-3122050566804523352?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/3122050566804523352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tentang-peranan-multimedia-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3122050566804523352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3122050566804523352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tentang-peranan-multimedia-dalam.html' title='Tentang Peranan Multimedia dalam Pembelajaran'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-8000366176521933350</id><published>2010-02-11T12:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T12:26:55.047-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>PEMANFAATAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN</title><content type='html'>PEMANFAATAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: PEMANFAATAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;Bahan ini cocok untuk Mohon Pilih bagian PENDIDIKAN / EDUCATION.&lt;br /&gt;Nama &amp; E-mail (Penulis): Hidayat Raharja,S.Pd.&lt;br /&gt;Saya Guru di SMAN 1 SUMENEP&lt;br /&gt;Topik: teknologi multimedia&lt;br /&gt;Tanggal: 27 JUNI 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majunya teknologi informasi merupakan suatu perkembangan yang memberikan akses terhadap perubahan kehidupan masyarakat. Dunia informasi menjadi salah satu wilayah yang berkembang pesat dan banyak mempengaruhi peradaban masyarakat. Radio, Televisi, DVD, VCD merupakan salah satu perangkat elektronik yang menjadi bagian dari perabot rumahtangga. Selain berfungsi informatif, media teknologi tersebut merupakan salah satu media entertainment yang memberikan pilihan hiburan menyegarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kemajuan media teknologi informasi, kehidupan masyarakat memasuki zone rekreatif (hiburan). Tidak dapat dibayangkan, ketika media televisi telah menjadi salah satu media yang menyediakan diri selama 24 jam untuk memberikan hiburan di tengah-tengah keluarga. Setiap sajian acara yang ditayangkan, senantiasa dikemas dalam unsur hiburan. Bukan hanya tayangan sinetron, iklan, bahkan pemberitaan (news) tak lepas dari unsur hiburan. Bagaimana berita kriminal dan mistik menjadi salah satu tayangan di berbagai stasiun televisi yang mampu menghipnotis pemirsa untuk tetap bertahan di hadapan layar televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya teknologi media audiovisual, telah menciptakan budaya masyarakat rekreatif dan konsumtif. Masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menghibur diri dan membuang kesumpekan hidup yang makin menjepit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi perubahan peradaban tersebut, telah pula menjadi pemicu terhadap upaya perubahan sisitem pembelajaran di sekolah. Upaya untuk melepaskan diri dari kungkungan pembelajaran konvensional yang memaksa anak untuk mengikuti pembelajran yang tidak menarik, dan membosankan, sehingga meminjam ungkapan Faulo Fraire, sekolah tak lebih merupakan bangunan tembok penjara yang menghukum penghuninya untuk mengikuti (memaksa) menerima segenap ajaran yang berkubang di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neil Postman, salah satu filosof dan pakar pendidikan semakin mencemaskan terhadap kehidupan lembaga persekolahan yang semakin teralineasi dari kultur masyrakat yang kian dinamis, sehingga sampai pada taraf asumtif, matinya nilai-nilai pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi sekolah, senantiasa dituntut untuk terus-menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, sehingga sekolah yang tetap berkutat pada instruksional kurikul;um hanya akan membuat peserta didik gagap meliohat realitas yang mengepungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran teknologi multimedia, bukan lagi menjadi barang mewah, karena harganya bisa dijangkau oleh segenap lapisan masyarakat untuk memiliki dan menikmatinya. Artinya, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu untuk memiliki teknologi tersebut sehingga bisa menjadikannya sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mampu mengembangkan kecakapan personal secara optimal, baik kecakapan, kognitif, afektif, psikomotrik, emosional dan spiritualnya. Hal ini amat memungkinkan, ketika ruang belajar di luar gedung sekolah, telah menghasilkan berbagai produk audiovisual yang bernilai- edukatif, mulai dari mata pelajaran yang yang disajiukan dalam bentuk quiz, ataupun dalam bentuk penceritaan dan berbagai permainan yang memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sekolah menengah di Jember (SMAN 2) beberapa waktu lalu, telah mempublikasikan diri sebagai salah satu sekolah yang memakai perangkat multimedia untuk pembelajaran. Setiap guru wajib membuat media pembelajaran dengan teknologi multimedia dan menayangkannya (mempergunakan) dalam pembelajaran. Sungguh sangat menarik, dengan peralatan handycam, dan komputer (PC), seorang guru membuat media pembelajaran audiovisual yang akan memancing minat siswa untuk belajar dan tertarik untuk mengembangkan pengetahuannya. Kondisi yang membuat iri, berbagai sekolah untuk memiliki perangkat pembelajaran semacam itu. Bahkan, sudah waktunya pula apabila sekolah memanfaatkan situs-situs pengetahuan di dunia cyber untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah pemanfaatan teknologi multimedia akan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik? Bagaimana seharusnya menyiapkan perangkat pembelajaran multimedia sehinggga menjadi tayangan yang menarik, dan efektif dalam pemanfaatannya untuk mengembangkan kemampuan siswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang ganjil dalam pemakaian teknologi multimedia yang dipergunakan di SMA 2 Jember dalam pemberiataan jawa pos (maret, 2004), diantaranya pembelajaran agama, dengan menyagankan guru agama yang tengah berceramah. Pembelajaran matematika dengan mempergunakan CD dan hanya berisi berbagai keterangan (tulisan) yang berhubungan dengan pembelajaran. Atau di tempat lain, seorang guru menayangkan pembelajaran mempergunakan VCD yang berdurasi selama 90 menit (2 jam pelajaran) dari awal sampai tayangan berakhir siswa hanya diajak untuk menonton, tanpa ada sesuatu yang bisa mengukur pemahaman siswa terhadap apa yang diatayangkan. Contoh tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan media audiovisual yang diarasakan kurang efektif. Karena bila kita menengok pada ceramah agama di berbagai stasiun televisi sudah dikemas sedemikian menghibur dan mampu menarik minat pemirsa untuk saling berinteraksi. Artinya, sebelum media teknologi tersebut dipergunakan, terlebih dahyulku dikenali karakteristik dari tiap media, sehingga bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.Vernom A.Magnesen (1983) menyatakan kita belajar, "10% dari apa yang dibaca; 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan dengar, 70% dari apa yang dikatakan, 90% dari apa yang dilakukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak kepada konsep Vernom, bahwa pembelajaran dengan mempergunakan teknologi audiovisual akan meningkatkan kemamp[uan belajarn sebesar 50%, daripada dengan tanpa mempergunakan media. Namun dengan melihat pada realitas yang ditemukan pada proses pembelajaran tersebut, maka pencapaian belajar secara efektif akan dicapai apabila:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Guru mengenal keunggulan dan kelemahan dari setiap media teknologi yang dipergunakan. Penggunaan teknologi auditif bukan berarti lebih buruk daripada media audiovisual, karena ada beberapa materi pembelajaran yang akan lebih baik ditayangkan dengan mempergunakan teknologi auditif untuk merangsang imajinasi siswa, dan melatih kepekaan pendengaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Menentukan pilihan materi yang akan ditayangkan, apakah sesuai dengan penggunaan media auditif, visual, atau audiovisual. Misalnya untuk melatih kepekaan siswa dalam memahami percakapan bahasa inggris, akan lebih baik kalau dipergunakan media auditif, sementara untuk mengetahui ragam budaya masyarakat berbagai bangsa tentu lebih relevan dengan mempergunakan tayangan audiovisual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Menyiapkan skenario tayangan, tentu berbeda dengan satuan pelajaran, karena disini menyangkut terhadap model tayangan yang akan disajikan sehingga menjadi menarik, nantinya akan mampu mengembangkan berbagai aspek kemampuan (potensi) dalam diri siswa.. Tidak kalah pentingnya, adalah bagaimana membuat anak tetap fokus kepada tayangan yang disajikan, dan mengukur apa yang telah dilakukan siswa dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) menyiapkan lembar tugas atau quiz yang harus dikerjakan siswa ketika menyaksikan tayangan pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya membuat anak betah belajar disekolah dengan memanfaatkan teknologi multimedia, merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Untuk itu, peran serta masyarakat dan orangtua , komite sekolah merupakan partner yang dapat merencanakan dan memajukan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan (persekolahan) sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar dan tempat siswa mengembangkan kemampuannya secara optimal, dan nantinya mampu berinteraksi ke tanmgah-tengah masyarakatnya. Lulusan sekolah yang mampu menjadi bagian intergaral peradaban masyarakatnya. Suatu keinginan yang tidak mudah, apabila sekolah-sekolah yang ada tidak tanggap untuk melakukan perubahan. Sejarah persekolahan di indonesia telah mencatat, bahwa upaya-upaya perubahan yang dilakukan pemerintah untuk melakukan pengembangan terhadap kurikulum sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, juiga pengembangan terhadap berbagai metode dan proses pembelajaran yang menarik untuk memancing dan memicu perkembangan kreatif siswa pada akhirnya kermbali kepada titik awal; betapa sulitnya perubahan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dengan akan diberlakukannya kurikulum 2004 (KBK), pembelajaran di sekolah akan menjadi sangat variatif, rekreatif, dan tentu kontekstual. Jika murid tidak mampu bukan sepenuhnya kesalahan murid, tetapi bisa jadi kesalahan kolektif pihak sekolah yang kurang kondusif. Nyatanya, bila melihat dari faktor usia, siswa memiliki peluang besar untuk mengikuti perubahan yang ada, sementara kata orang bijak justru guru yang paling sulit berubah, karena faktor usia yang merasa lebih tua dan lebih tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi telah hadir di hadapan kita, bagaimana kita memanfaatkannya secara optimal untuk nenajukan dunia pendidikan (bukan pendudukan) yang kita dicintai bersama. Tentunya semua itu amat bergantung kepada dana dan sumber daya, dan penghargaan terhadap manusianya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://re-searchengines.com/hidayat10608.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-8000366176521933350?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/8000366176521933350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pemanfaatan-teknologi-multimedia-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8000366176521933350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8000366176521933350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pemanfaatan-teknologi-multimedia-dalam.html' title='PEMANFAATAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-1282779116011819310</id><published>2010-02-11T12:12:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T12:14:00.789-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3D'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home Production'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2D'/><title type='text'>Cartoon Network</title><content type='html'>Cartoon Network adalah sebuah jaringan televisi kabel yang didirikan Turner Broadcasting dengan tayangan utama berupa film-film animasi. Saluran ini pertama kali memulai siaran di Amerika Serikat pada 1 Oktober 1992.&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tahun 1980-an, konglomerat TV kabel Ted Turner mengambil alih koleksi film MGM (termasuk film kartun berwarna Warner Bros. pra-1948), dan menayangkan koleksi film animasi tersebut melalui TV kabel Turner Network Television yang dimilikinya. Tayangan tersebut ternyata disenangi penonton, dan dilanjutkan Ted Turner dengan membeli studio animasi Hanna-Barbera Productions di tahun 1991. Dengan akuisisi ini berarti koleksi film Hanna Barbera dan sebagian besar koleksi film produksi Ruby-Spears Productions menjadi milik Ted Turner. Koleksi film animasi Ted Turner yang menjadi semakin banyak sehingga Cartoon Network didirikan untuk menayangkannya. Tayangan-tayangan awal saluran ini berupa pemutaran film-film kartun klasik produksi Warner Bros., MGM, dan Hanna-Barbera, seperti The Jetsons, dan The Flinstones, serta Wally Gator yang dipakai sebagai tayangan selingan. Kebanyakan film animasi yang ditayangkan dalam paket tayangan berdurasi setengah jam atau satu jam, seperti Down With Droopy D yang menampilkan Droopy Dog, Tom and Jerry Show berisi kejar-kejaran kucing dan tikus, dan paket Bugs and Daffy Tonight yang mengetengahkan karakterLooney Tunes. Saat ini tinggal Tom and Jerry yang masih diputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1994, Hanna-Barbera mulai memproduksi The What-A-Cartoon!Show (dikenal juga sebagai World-Premier Toons) dengan penayangan perdana di Cartoon Network tahun 1995. Film kartun tersebut adalah serial produksi sendiri yang ketiga (setelah The Moxy Show dan Space Ghost: Coast to Coast yang merupakan produksi mereka yang pertama dan kedua). Proyek ini dipimpin beberapa eksekutif dari Cartoon Network, ditambah pencipta kartun Ren and Stimpy, John Kricfalusi (saat itu bekerja sebagai konsultan di Cartoon Network), serta Fred Seibert (mantan Nicktoons).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1996, Time Warner membeli Turner Broadcasting, termasuk Cartoon Network. Cartoon Network akhirnya berhasil memiliki seluruh koleksi animasi Warner Bros. secara lengkap yang sejak tahun 1957 dimiliki oleh beberapa orang pemilik. Koleksi ini mencakup kartun WB dari tahun 1950-an hingga 1980-an, dan kartun-kartun terbaru seperti Road Rovers, Animaniacs, Freakazoid, dan Pinky and the Brain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time Warner mengubah arah Hanna-Barbera Productions (studio ini sekarang dikenal dengan Cartoon Network Studios), dan berfokus hanya pada produksi materi-materi baru untuk Cartoon Network, seperti Dexter's Laboratory (1996), Johnny Bravo (1997), Cow and Chicken (1997), dan The Powerpuff Girls (1998), serta yang lebih baru: Codename: Kids Next Door (2003), Foster's Home for Imaginary Friends (2004), dan Camp Lazlo (2005). Program-program baru ini memerlukan jam tayang, dan jam tayang diambil dengan tidak menayangkan lagi film-film kartun lama.&lt;br /&gt;[sunting] Penampilan baru di tahun 1997&lt;br /&gt;Logo pertama Cartoon Network hingga 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai 7 Juli 1997, Cartoon Network memulai tayangan perdana Johnny Bravo dan Cow and Chicken yang nantinya berhasil menjadi klasik. Pada hari itu juga, saluran ini mengubah ciri khas tayangannya secara drastis. Cartoon Network mulai menggunakan identitas baru dan meninggalkan motif hitam-putih "papan catur" yang sudah dipakainya sejak hari pertama siaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cartoon Network juga menyiarkan kartun-kartun dari studio lain, seperti Ed, Edd n Eddy (1999, produksi a.k.a. cartoon), Courage the Cowardly Dog (1999, Stretch Films), Mike, Lu &amp; Og (1999, Kinofilm Studios), Sheep in the Big City (2000, Curios Pictures) dan Codename: Kids Next Door (2002, Curios Pictures).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran film-film kartun lama sekarang sudah dipindahkan ke Boomerang, saluran kembar Cartoon Network yang mengangkat tema nostalgia. Boomerang khusus memutar kartun Hanna-Barbera, berikut seluruh koleksi Looney Tunes dan Merrie Melodies karya Warner Bros., seluruh kartun MGM (kecuali Tom and Jerry) dan kartun karya Tex Avery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun-tahun belakangan ini, Cartoon Network juga mencoba memperluas kalangan pemirsa dari luar kalangan pemirsa tradisionalnya. Di Sabtu malam, blok siaran Toonami menyiarkan animasi dari Jepang ditambah beberapa film animasi Amerika yang ditargetkan bagi pemirsa usia praremaja dan remaja. Di larut malam, blok siaran Adult Swim menyiarkan animasi untuk usia remaja yang lebih matang hingga dewasa, seperti Futurama dan Family Guy. Pada 17 April 2004, Toonami dipindahkan menjadi Sabtu sore, sedangkan petangnya diisi dengan Miguzi yang menayangkan animasi asal Amerika, Perancis, dan Jepang untuk kelompok pemirsa yang lebih muda daripada Toonami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2004, Cartoon Network meluncurkan logo dan slogan baru "This is Cartoon Network". Selingan antaracara (disebut bumps) diisi dengan potongan kartun yang dicampur dengan set latar belakang hasil CGI yang lebih baru. Hampir seluruh program lama diganti dengan program yang baru, kecuali Tom and Jerry yang terus dipertahankan. Beberapa bulan kemudian, Cartoon Network mulai menayangkan lebih banyak program produksi tahun 1990-an seperti Dexter's Laboratory, dan Courage the Cowardly Dog yang dimasukkan dalam blok siaran The Cartoon Cartoon Show. Beberapa acara seperti Mike, Lu, and Og dan Sheep in the Big City dihentikan penayangannya sama sekali. Pada musim panas 2006, slogan Cartoon Network disederhanakan menjadi "Cartoon Network - Yes!", seperti yang suka diucapkan Fred Fredburger, karakter dalam kartun The Grim Adventures of Billy and Mandy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 2007, Cartoon Network tidak lagi memiliki slogan, tetapi meneruskan ciri khas yang sudah dimulai tahun 2006. Pada musim gugur 2007, saluran ini akan menyiarkan dalam format High Definition.[1]&lt;br /&gt;[sunting] Acara TV Cartoon Network&lt;br /&gt;[sunting] Kartun klasik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Looney Tunes&lt;br /&gt;    * Merrie Melodies&lt;br /&gt;    * Tom and Jerry&lt;br /&gt;    * Pink Panther&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Deteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Case Closed&lt;br /&gt;    * Scooby-Doo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Anime&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Naruto&lt;br /&gt;    * Pokemon&lt;br /&gt;    * Demashita! Powerpuff Girls Z&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Pahlawan super&lt;br /&gt;[sunting] Dari DC Comics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Superman: The Animated Series&lt;br /&gt;    * Batman: The Animated Series&lt;br /&gt;    * Justice League&lt;br /&gt;    * Justice League Unlimited&lt;br /&gt;    * Teen Titans&lt;br /&gt;    * Static Shock&lt;br /&gt;    * Legion of Super Heroes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Acara Pahlawan super lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * X-Men&lt;br /&gt;    * Ben 10&lt;br /&gt;    * Ben 10: Alien Force&lt;br /&gt;    * Krypto the Super Dog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Serial Scooby-Doo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Scooby-Doo, Where Are You!&lt;br /&gt;    * The Scooby-Doo/Dynomutt Hour&lt;br /&gt;    * The All-New Scooby and Scrappy-Doo Show&lt;br /&gt;    * A Pup named Scooby-Doo&lt;br /&gt;    * What's New, Scooby-Doo?&lt;br /&gt;    * Shaggy &amp; Scooby-Doo Get a Clue!&lt;br /&gt;    * Scooby-Doo - Mystery, Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Serial Pink Panther&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * The Pink Panther Show&lt;br /&gt;    * Pink Panther and Sons&lt;br /&gt;    * Pink Panther and Pals&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Serial Tom and Jerry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * The Tom and Jerry Show&lt;br /&gt;    * The Tom and Jerry Comedy Show&lt;br /&gt;    * Tom and Jerry Kids&lt;br /&gt;    * Droopy, Master Detective&lt;br /&gt;    * Tom and Jerry Tales&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Serial Looney Tunes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tiny Toon Adventures&lt;br /&gt;    * Taz-Mania&lt;br /&gt;    * The Road Runner Show&lt;br /&gt;    * The Porky Pig Show&lt;br /&gt;    * The Sylvester and Tweety Show&lt;br /&gt;    * Sylvester &amp; Tweety, Daffy, and Speedy Show&lt;br /&gt;    * The Sylvester &amp; Tweety Mysteries&lt;br /&gt;    * Baby Looney Tunes&lt;br /&gt;    * Duck Dodgers&lt;br /&gt;    * The Bugs Bunny Show&lt;br /&gt;    * Loonatics Unleashed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Acara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * The Powerpuff Girls&lt;br /&gt;    * Firehouse Tales&lt;br /&gt;    * Dexter's Laboratory&lt;br /&gt;    * Courage the Cowardly Dog&lt;br /&gt;    * Ed, Edd n Eddy&lt;br /&gt;    * Samurai Jack&lt;br /&gt;    * Codename: Kids Next Door&lt;br /&gt;    * The Grim Adventures of Billy and Mandy&lt;br /&gt;    * Foster's Home for Imaginary Friends&lt;br /&gt;    * Hi Hi Puffy AmiYumi&lt;br /&gt;    * Camp Lazlo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Studio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Cartoon Network Studios memproduksi acara-acara khusus Cartoon Network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. ^ NBCU, Turner, CNN to Launch HD Networks. TVweek.com. Diakses pada 27 Februari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Pranala luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * (en) Situs resmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :wikipedia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-1282779116011819310?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/1282779116011819310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/cartoon-network.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1282779116011819310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1282779116011819310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/cartoon-network.html' title='Cartoon Network'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-4656221578823106413</id><published>2010-02-11T12:10:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T12:16:21.988-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3D'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home Production'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2D'/><title type='text'>United Paramount Network (UPN)</title><content type='html'>United Paramount Network disingkat UPN (1995-2006) adalah jaringan televisi Amerika Serikat yang mengudara selama sebelas tahun. UPN dahulu dimiliki oleh Viacom, lalu oleh CBS Corporation. Masa pertama stasiun ini mengudara pada tanggal 16 Januari 1995. UPN ditutup pada 15 September 2006, dan bergabung dengan The WB untuk membentuk The CW Television Network.&lt;br /&gt;Paramount Pictures telah memainkan peran penting dalam pengembangan televisi jaringan; melainkan mitra dalam DuMont Television Network dan rantai Paramount Theaters telah berpisah dari perusahaan/studio induk, adalah awal, dari pertahanan komponen penting dari ABC era 1950an. Paramount Television Network mengudara antara tahun 1949-era 1950an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Paramount memikirkan jaringan televisi sendiri dengan Paramount Teleision Service. Ketika akan diluncurkan pada awal tahun 1978, program Paramount Television Service akan terdiri dari hanya satu malam seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paramount, dan akhirnya induk Viacom, tidak lupa menentang kemungkinan. Stasiun independen, bahkan lebih dari afiliasi jaringan, adalah semakin merasakan tekanan dari penonton erosi ke televisi kabel pada 1980-an dan 1990-an, dan ada tidak terafiliasi stasiun komersial di sebagian besar pasar utama, setidaknya, bahkan setelah berdirinya Fox tahun 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1993, Warner Bros. dan Chris-Craft Industries masuk ke usaha patungan untuk mendistribusikan program prime time melalui blok acara, yang berkembang menjadi jaringan sendiri, bernama Prime Time Entertainment Network (PTEN). PTEN dapat dilihat sebagai nenek moyang apa yang akan menjadi UPN dan The WB, karena Chris-Craft kemudian menjadi partner di UPN, sementara Warner Bros meluncurkan The WB, pada waktu yang kurang lebih sama (yang perlahan-lahan terkikis menjadi hanya PTEN pemrograman blok yang akhirnya dibatalkan pada tahun 1997). Setelah UPN bergabung dengan The WB untuk membentuk The CW pada bulan September 2006, PTEN mungkin juga dianggap sebagai leluhur jauh dari The CW.&lt;br /&gt;Logo lama UPN (1995-2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir 1994, Paramount mengumumkan pembentukan United Paramount Network Jaringan baru ini adalah hasil kerjasama antara Paramount dan Chris-Craft Industries. Huruf "U" melambangkan United Television dari Chris-Craft Industries. Kedua perusahaan yang dimiliki stasiun independen di beberapa kota besar di Amerika Serikat. Setiap menguasai 50 persen dari jaringan tersebut. Jaringan baru ini diluncurkan pada 16 Januari 1995; beberapa bulan yang lalu, Paramount telah dibeli oleh Viacom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siaran pertama, dua jam episode pertama Star Trek: Voyager, adalah episode luas, namun, Voyager tidak akan pernah mencapai tingkat pemirsa seperti itu lagi, dan tidak akan menyalahkan satu seri UPN yang memulai debutnya pada malam kedua penyiaran bertahan musim. Sebaliknya, The WB diluncurkan satu minggu sebelumnya, pada tanggal 11 Januari, dengan empat seri, hanya salah satunya, Muscle, tidak akan bertahan musim pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempromosikan peluncuran UPN, pada 16 Januari, sebuah promo yang ditayangkan di stasiun independen ketika mereka akan menjadi UPN afiliasi, mulai sekitar Desember 1994. Promo menampilkan pengantin wanita, penyanyi opera, dan sebuah pemusik rock dengan drum. Untuk mempromosikan ini, gambar acara milik Paramount Television selama beberapa tahun disertai dengan lirik: "Meet the 30 years of television right there on the screen, comedy and drama's different years". Lalu seorang pria akan berbicara tentang acara baru di jaringan televisi baru, UPN. Berakhir dengan pria yang sama mengatakan "What more do you need to know? Coming January 16, look for it." (terjemahan: "Apa lagi yang perlu Anda ketahui? Nantikan 16 Januari, dan cari pilihan anda.".)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2000, Viacom membeli saham-saham Chris-Craft untuk memperoleh 100 persen kendali atas usaha. Tak lama kemudian, Viacom menghilangkan nama "UPN" pada jaringannya memilih untuk mengubah nama perusahaan resmi ke tiga huruf inisial, "UPN." Viacom juga bertujuan untuk peluncuran ulang UPN sebagai Paramount Network, yang menggunakan logo yang didasarkan pada logo Paramount Pictures berwujud gunung terkenal dan segitiga P dari logo UPN (yang sudah berdiri untuk Paramount) sebagai logo jaringan baru. Gagasan ini ditinggalkan setelah banyak afiliasi protes, dengan alasan bahwa branding baru dapat menyebabkan kebingungan dan mengikis pemirsa. Beberapa bulan sebelumnya, Viacom membeli CBS, sehingga menciptakan duopoli CBS-UPN di Philadelphia (KYW-TV &amp; WPSG), Boston (WBZ-TV &amp; WSBK-TV), Miami (WFOR-TV &amp; WBFS-TV), Dallas/Fort Worth (KTVT &amp; KTXA), Detroit (WWJ-TV &amp; WKBD-TV), dan Pittsburgh (KDKA-TV &amp; WPCW). Ini merupakan hal yang menentang hukum Federal Communications Commission (FCC) yang menyebutkan bahwa ada larangan duopoli. Transaksi lebih lanjut menambahkan KPIX &amp; KBCW (TV) di San Fransisco (yang dijual ke Viacom/CBS oleh Fox) dan (KOVR &amp; KMAX-TV) di Sacramento, California, Sacramento.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat peluncuran UPN, stasiun yang utama adalah WWOR-TV di New York City, yang dimiliki oleh Chris-Craft. Bahkan setelah Chris-Craft menjual bagian dari jaringan ke Viacom, masih WWOR umumnya dianggap sebagai stasiun utama karena telah lama praktik umum agar sesuai status ini ke stasiun jaringan di New York. Untuk alasan ini, beberapa UPN meragukan masa depan setelah Fox membeli sebagian besar kepemilikan televisi Chris-Craft. Beberapa stasiun UPN adalah bagian dari kesepakatan, termasuk WWOR dan KCOP-TV, di kota Los Angeles. Fox kemudian membeli afiliasi UPN terbesar ketiga, WPWR-TV di Chicago. Setelah Chris-Craft menjual sahamnya di UPN, stasiun terbesar ketiga UPN adalah WPSG di Philadelphia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2001, UPN memperoleh Buffy the Vampire Slayer dan Roswell untuk sesi terakhir dari jaringan The WB yang merupakan saingannya dalam penawaran umum perang antara dua dengan studio produksi 20th Century Fox Television. UPN pada akhirnya dalam The WB menunjukkan dan dmenyiarkan kedua acara tersebut bersama-sama pada Selasa malam sampai Roswell mengakhiri penayangannya pada tahun 2002 dan Buffy pada tahun berikutnya pada tahun 2003. Baru menunjukkan mulai re-freshing ke jaringan mulai pada musim gugur 2003 dengan America's Next Top Model dan All of Us dari Will Smith, pada musim gugur 2004 dengan Veronica Mars, dan di musim gugur 2005 dengan Everybody Hates Chris dari Chris Rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Viacom terbagi menjadi dua perusahaan di akhir tahun 2005, semua jaringan untuk siaran kepentingan, termasuk UPN, menjadi bagian dari CBS Corporation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UPN secara diam-diam menghentikan siaran pada tanggal 15 September 2006, dan berakhir keberadaannya setelah 11 tahun. Acara terakhirnya adalah WWE SmackDown. Namun, afiliasi UPN milik Fox Television Stations Group mengakhiri semua hubungan ke jaringan ini pada tanggal 31 Agustus 2006. Sebelum itu, beberapa hari setelah pengumuman jaringan baru, afiliasi UPN milik Fox berhenti menggunakan merek UPN dan menghapuskan semua iklan UPN. Akibatnya UPN tidak menayangkan acara selama 2 minggu terakhirnya di New York, Chicago, Los Angeles, dan enam pemasaran affliasi UPN milik Fox, juga karena sebagian untuk kemudian permulaan dari MyNetworkTV milik Fox, yang didirikan pada tanggal 5 September 2006 pada stasiun-stasiun. Dengan pengecualian WWE SmackDown! semua program selama tiga bulan terakhir tayangan ulang. Namun, SmackDown! di pasar tersebut ditayangkan di stasiun WB yang dimiliki oleh Tribune, yang sejak itu menjadi stasiun CW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : wikipedia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-4656221578823106413?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/4656221578823106413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/united-paramount-network-upn.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/4656221578823106413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/4656221578823106413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/united-paramount-network-upn.html' title='United Paramount Network (UPN)'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-7531028604249374429</id><published>2010-02-11T12:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T12:15:04.602-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3D'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home Production'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2D'/><title type='text'>Hanna-Barbera Productions</title><content type='html'>Hanna-Barbera Productions, Inc. (atau Hanna-Barbera Cartoons, Inc., H-B Enterprises, Inc., atau cukup dikenal dengan sebutan Hanna-Barbera) adalah studio animasi Amerika Serikat yang aktif dari tahun 1944 hingga tahun 2001. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1944 oleh MGM, dengan dukungan William Hanna dan Joseph Barbera dengan nama Hanna-Barbera Enterprises. Kini, nama "Hanna-Barbera" hanya dipakai sebagai unit ternama dari Warner Bros. Animation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ini didirikan oleh MGM pada tahun 1944. Seteleh MGM menutup studio animasi tahun 1957, Hanna dan Barbera mulai bekerja dalam H-B Enterprises. Keputusan dibuat untuk berspesialisasi di televisi animasi. Dalam rangka untuk mendapatkan modal kerja mereka untuk menghasilkan kartun, HB telah bekerjasama dengan Screen Gems, unit dari Columbia Pictures. Serial TV H-B yang pertama adalah The Ruff &amp; Reddy Show.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1958, H-B memperoleh sukses besar dari serial The Huckleberry Hound Show yang melibatkan Huckleberry Hound dan Yogi Bear. Serial ini pernah mendapatkan penghargaan Emmy Awards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ini juga pernah memproduksi serial pendek Hey There, It's Yogi Bear! dan The Man Called Flintstone. Pada tahun 1967, perusahaan ini dibeli oleh Taft Broadcasting. Perusahaan ini memproduksi serial TV Scooby-Doo, Where Are You!. Kemudian menyusul Josie and the Pussycats (1970-72), The Funky Phantom (1971-72), Speed Buggy (1973-74), Clue Club (1976-78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ini juga pernah memproduksi serial bertema olahraga, Laff-a-Lympics, yang turut melibatkan Dynomutt, Dog Wonder, Captain Caveman and the Teen Angels. Produksi lainnya ialah Jeannie dan The Tom and Jerry Show.&lt;br /&gt;Telop The Tom &amp; Jerry Show pada tahun 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perusahaan ini berperan aktif dalam pembuatan film The All-New Popeye Hour bersama King Features Syndicate. Pada tahun 1987, Taft Broadcasting berganti nama dengan nama baru, "Great American Broadcasting". Perusahaan ini juga pernah bekerjasama dengan Ruby-Spears. Pada tahun 1991, perusahaan itu dipegang resmi oleh Turner Broadcasting System.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1994, Hanna-Barbera mulai memproduksi The What-A-Cartoon!Show (dikenal juga sebagai World-Premier Toons) dengan penayangan perdana di Cartoon Network tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1996, Time Warner membeli Turner Broadcasting. Banyak film animasi sejak tahun 1998 diproduksi oleh Cartoon Network Studios, termasuk Johny Bravo, The Powerpuff Girls dan Dexter's Laboratory. Bill Hanna wafat pada tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kematian Bill Hanna pada tahun 2001, perusahaan ini resmi ditutup dan beberapa serial TV diambil alih oleh Cartoon Network Studios dan Warner Bros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : wikipedia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-7531028604249374429?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/7531028604249374429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/hanna-barbera-productions.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7531028604249374429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7531028604249374429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/hanna-barbera-productions.html' title='Hanna-Barbera Productions'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-9184117433232395729</id><published>2010-02-11T11:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:40:40.437-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutimedia'/><title type='text'>Pengertian Mutimedia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENGERTIAN MULTIMEDIA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Panduan untuk mengetahui multimedia harus dimulai dengan definisi atau pengertian multimedia. Dalam industri elektronika, multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen yaitu, suara, gambar dan teks (Mc Cormick, 1996) atau multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat berupa audio (suara,musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau multimedia merupakan alat yang menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Definisi lain dari multimedia yaitu dengan menempatkannya dalam konteks, seperti yang dilakukan oleh Hoftsteter (2001), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dengan menggabungkan &lt;em&gt;link &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;tool &lt;/em&gt;yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasi apa yang dilihat dan didengar yang berinteraksi dengan kita. Kedua, harus ada &lt;em&gt;link &lt;/em&gt;yang menghubungkan kita dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dan ide&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jika salah satu komponen tidak ada, maka bukan multimedia dalam arti luas namanya. Misalnya jika tidak ada komputer untuk berinteraksi maka itu namanya media campuran, bukan multimedia. Jika tidak ada link yang menghadirkan sebuah struktur dan dimensi, maka namanya rak buku, bukan multimedia. Kalau tidak ada navigasi yang memungkinkan kita memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan multimedia. Demikian juga jika kita tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka namanya televisi, bukan multimedia. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dari definisi diatas, maka multimedia ada yang &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;(internet) dan multimedia yang &lt;em&gt;offline &lt;/em&gt;(tradisional).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Unsur-unsur Multimedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Unsur – unsur pendukung dalam multimedia antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;1.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Teks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks merupakan yang paling dekat dengan kita dan yang paling banyak kita lihat. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa kita. Kebutuhan teks tergantung pada kegunaan aplikasi multimedia. Secara umum ada empat macam teks yaitu teks cetak, teks hasil scan, teks elektronis dan hyperteks.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;2.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Grafik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Sering dikatakan bahwa sebuah gambar mampu menyajikan seribu kata. Tapi ini berlaku hanya ketika kita biasa menampilkan gambar yang diinginkan saat kita memerlukannya. Multimedia membatu kita melakukan hal ini, yakni ketika gambar grafis menjadi objek suatu link. Grafis sering kali muncul sebagai backdrop (latar belakang) suatu teks untuk menghadirkan kerangka yang mempermanis teks. Secara umum ada lima macam gambar atau grafik yaitu gambar vektor (vector image), gambar bitmap (bitmap image), &lt;em&gt;clip art&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;digitized picture &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;hyperpicture.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;3.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bunyi atau Sound&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bunyi atau sound dalam komputer multimedia, khusunya pada aplikasi bidang bisnis dan game sangat bermanfaat. Komputer multimedia tanpa bunyi hanya disebut unimedia, bukan multimedia. Bunyi atau sound dapat kita tambahkan dalam produksi multimedia melalui suara, musik dan efek-efek suara. Seperti halnya pada grafik, kita dapat membeli koleksi sound disamping juga menciptakan sendiri. Beberapa jenis objek bunyi yang biasa digunakan dalam produksi multimedia yakni format &lt;em&gt;waveform audio&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;compact disk audio&lt;/em&gt;, MIDI &lt;em&gt;sound track &lt;/em&gt;dan mp3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;4.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Video&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Video adalah rekaman gambar hidup atau gambar bergerak yang saling berurutan. Terdapat dua macam video yaitu video analog dan video digital. Video analog dibentuk dari deretan sinyal elektrik (gelombang analog) yang direkam oleh kamera dan dipancarluaskan melalui gelombang udara. Sedangkan video digital dibentuk dari sederetan sinyal digital yang berbentuk yang menggambarkan titik sebagai rangkaian nilai minimum atau maksimum, nilai minimum berarti 0 dan nilai maksimum berarti. Terdapat tiga komponen utama yang membentuk video digital yaitu &lt;em&gt;frame rate, frame size &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;data type&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Frame rate &lt;/em&gt;menggambarkan berapa kali bingkai gambar muncul setiap detiknya, sementara &lt;em&gt;frame size &lt;/em&gt;merupakan ukuran fisik sebenarnya dari setiap bingkai gambar dan &lt;em&gt;data type &lt;/em&gt;menentukan seberapa banyak perbedaan warna yang dapat muncul pada saat bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;5.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Animasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dalam multimedia, animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layar. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ada sembilan macam animasi yaitu animasi &lt;em&gt;sel&lt;/em&gt;, animasi &lt;em&gt;frame&lt;/em&gt;, animasi &lt;em&gt;sprite&lt;/em&gt;, animasi lintasan, animasi &lt;em&gt;spline&lt;/em&gt;, animasi &lt;em&gt;vector&lt;/em&gt;, animasi karakter, animasi &lt;em&gt;computational &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;morphing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://babygals.wordpress.com/2008/08/11/multimedia/&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-9184117433232395729?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/9184117433232395729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-mutimedia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/9184117433232395729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/9184117433232395729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-mutimedia.html' title='Pengertian Mutimedia'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-1976987150168496313</id><published>2010-02-11T11:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:39:35.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Tahapan Membuat Film</title><content type='html'>&lt;div class="post-53 post hentry category-broadcasting"&gt;     &lt;h3 id="post-53"&gt;&lt;a href="http://teatergress.wordpress.com/2008/06/13/tahapan-membuat-film/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke TAHAPAN MEMBUAT FILM"&gt;TAHAPAN MEMBUAT FILM&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;     &lt;small&gt;&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Materi Film Indie&lt;br /&gt;Oleh : Muhammad Abduh Abbas – JTV 2007&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahap Awal : Pra Produksi&lt;br /&gt;Tahap Kedua : Produksi&lt;br /&gt;Tahap Ketiga : Pasca Produksi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PRA PRODUKSI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Menentukan jenis film yang akan dibuat sesuai keperluannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Film Dokumenter&lt;br /&gt;b. Film Dokudrama ( Semi Dokumenter )&lt;br /&gt;c. Film Cerita Pendek&lt;br /&gt;d. Film Cerita Panjang&lt;br /&gt;e. Profil Perusahaan&lt;br /&gt;f. Iklan Televisi&lt;br /&gt;g. Program Televisi&lt;br /&gt;h. Video Klip&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Memilih sumber cerita sebagai bahan scenario film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Ide Cerita Murni&lt;br /&gt;b. Adaptasi Cerita Fiksi / Non Fiksi&lt;br /&gt;c. Saduran dari Novel, Cerpen, Prosa dan Puisi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Memilih format apa yang paling tepat agar untuk menjangkau public yang anda inginkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Format Film dengan bahan dasar seluloid ( 8 mm – 70 mm ) 1 can 16 mm = 10 menit&lt;br /&gt;b. Format Video dengan bahan dasar pita magnetic ( U Matic, Betacam SP, Digital Betacam, Betamax, VHS, S-VHS, Mini DV, DV, DVCAM, DVPRO. 1 kaset (tape)Betacam SP = 30 menit, 60 menit dan 90 menit.&lt;br /&gt;c. Format Campuran ( Film dan Video )&lt;br /&gt;• Bahan Film   – Edit Film   – Tayang Film&lt;br /&gt;• Bahan Film   – Edit Video – Tayang Film&lt;br /&gt;• Bahan Film   – Edit Video – Tayang Video&lt;br /&gt;• Bahan Video – Edit Video – Tayang Video&lt;br /&gt;• Bahan Video – Edit Video – Tayang Film&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Merencanakan awal mulai sebelum shooting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Script Breakdown tiap scene dan keseluruhan scene.&lt;br /&gt;b. Jadwal shooting harian yang mengacu pada lokasi shooting.&lt;br /&gt;c. Call Sheet sebagai lembaran informasi adegan yang akan direkam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Membuat rancangan anggaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Mengenal dengan baik semua elemen yang terdapat dalam produksi film.&lt;br /&gt;b. Melakukan riset untuk menghasilkan rancangan anggaran yang efektif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Mencari dana untuk pembuatan film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Menyiapkan proposal yang baik meliputi ;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• Mengapa film ini diproduksi ?&lt;br /&gt;• Akan seperti apa film nantinya ?&lt;br /&gt;• Bagaimana film ini diproduksi ?&lt;br /&gt;• Siapa saja yang terlibat ?&lt;br /&gt;• Bagaimana promosi dan distribusi film ini nanti ?&lt;br /&gt;• Berapa biaya produksi film ini ?&lt;br /&gt;• Bagaimana perhitungan rugi labanya ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Meyakinkan para sponsor untuk mendanai produksi film&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Merekrut pekerja film ( Crew ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Menyeleksi kru dari tiap departemen.&lt;br /&gt;b. Menentukan kru dari hasil show reel ( report produksi).&lt;br /&gt;c. Menetapkan komposisi kru berdasarkan anggaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Menyusun tim produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Tim Non Artistik yang meliputi ;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• Producer&lt;br /&gt;• Executive Producer&lt;br /&gt;• Line Producer&lt;br /&gt;• Production Manager dan Unit Manager&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Tim Artistik yang meliputi ;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• Sutradara, Asisten Sutradara dan Pencatat Skrip&lt;br /&gt;• Penata Kamera, Asisten Kamera dan Still Photo&lt;br /&gt;• Penata Artistik, Penata Rias dan Busana&lt;br /&gt;• Penata Lampu&lt;br /&gt;• Penata Suara da Penata Musik&lt;br /&gt;• Penata Editing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Melakukan hunting lokasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Mencari lokasi shooting sesuai dengan kebutuhan scenario.&lt;br /&gt;b. Menentukan lokasi shooting sesuai dengan anggaran.&lt;br /&gt;c. Menetapkan lokasi berdasarkan Produser, Sutradara, Penata Kamera, dan Penata Artistik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Mengelola pemeran dalam film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Mencari pcalon pemain dengan berdasarkan casting peran.&lt;br /&gt;b. Mengarahkan pemeran dengan reading scenario sebagai pencapaian kretif.&lt;br /&gt;c. Melakukan latihan acting, blocking dan bahasa tubuh pemeran sesuai framing kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;___________________________________________________________&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PRODUKSI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Mempersiapkan semua peralatan shooting.&lt;br /&gt;2. Memenuhi jadwal shooting sesuai lokasi yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;3. Merekam semua adegan yang sesuai script breakdown – shooting day.&lt;br /&gt;4. Mengatur irama kerja berdasarkan penyutradaraan dan script &amp;amp; mood continuity.&lt;br /&gt;5. Mengevaluasi hasil shooting day.&lt;br /&gt;6. Melaporkan segala kegiatan departemen atau tim produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;___________________________________________________________&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PASCA PRODUKSI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Menentukan urutan editing sesuai format produksi.&lt;br /&gt;2. Memilih tempat / studio editing.&lt;br /&gt;3. Mengumpulkan semua laporan pencatat skrip, penata kamera dan penata suara.&lt;br /&gt;4. Mengevaluasi hasil akhir film sebelum ditayangkan.&lt;br /&gt;5. Mendistribusikan film yang telah di produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*****    abduh_dubbingjtv@yahoo.com    *****&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Koleksi : teater_gress@yahoo.com&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;      &lt;p class="postmetadata"&gt; Ditulis dalam &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/broadcasting/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Broadcasting" rel="category tag"&gt;Broadcasting&lt;/a&gt; |   &lt;a href="http://teatergress.wordpress.com/2008/06/13/tahapan-membuat-film/#respond" title="Komentar pada TAHAPAN MEMBUAT FILM"&gt;Leave a Comment »&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;           &lt;h3 id="post-49"&gt;&lt;a href="http://teatergress.wordpress.com/2008/06/13/langkah-kreatif-menuju-media-film/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke LANGKAH KREATIF MENUJU MEDIA FILM"&gt;LANGKAH KREATIF MENUJU MEDIA FILM&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;     &lt;small&gt;Juni 13, 2008&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;SEKILAS TENTANG MEDIA FILM&lt;br /&gt;Karya 2004 : MUHABBA PUTRA IKJ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejalan dengan perkembangan tekhnologi yang semakin pesat, kitapun harus mengikutinya dengan disertai kemampuan di bidangnya. Sehingga kita jangan sampai ketinggalan zaman di era globalisasi ini. Apalagi diri kita menjadi orang yang punya predikat “ GAPTEK ” alias Gagap Tekhnologi. Karena tekhnologi salah satu bagian dari unsur kebudayaan yang memberikan makna sebagai peradaban manusia di bumi ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu bagaimana dengan kesenian yang juga merupakan unsur kebudayaan ? Ternyata kesenian dan tekhnologi punya jalinan yang kuat untuk menunjukkan fenomena kehidupan manusia yang lebih berarti. Dalam hal ini tiada pembahasan tentang seluk beluk kesenian yang secara luas. Meski saat ini yang sedang dihadapi kesenian berupa Seni Teater. Hanya saja menitik beratkan pada persoalan penuangan gagasan yang selama ini dalam bentuk media ekspresi pentas menuju ke media film. Pendekatan sebuah proses berkesenian mengarah pada penciptaan sebuah film di lingkungan sekolah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang perlu dicermati adalah apakah dengan banyak hijrahnya orang-orang teater ke dunia film berarti film merupakan saingan yang menghambat pertumbuhan dunia teater ? Saya kira tidak. Sebab, bagaimanapun dunia teater memang berat keadaannya untuk dijadikan sebagai jalan hidup. Begitu lambat laun orang teater mulai berkeluarga dan mulai pusing soal nafkah, mereka akan hijrah ke mana saja yang memungkinkan. Kalau mereka hijrah ke film, itu lebih baik. Bidang pekerjaannya masih punya kaitan dengan bakatnya. Jadi, dalam hal ini, dunia film malahan berjasa dalam menyalurkan bakat para pengungsi itu. Hal ini banyak terjadi dikalangan seniman teater yang berada di kota industri perfilman. Akan tetapi jika kita tengok lebih cermat, ternyata hasil dari proses penciptaan sebuah filmnya mempunyai nilai seni yang tinggi. Sebagaimana film tersebut dikelolah oleh para seniman yang sineas dan bukan tekhnokrat yang jauh akan jiwa seninya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari kita awali dengan pembahasan tekhnologi yang berupa antara lain ; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Audio ( suara )&lt;br /&gt;2. Visual ( gambar )&lt;br /&gt;3. Audio-Visual ( suara dan Gambar )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali ini pembahasan lebih mengarah pada Audio–Visual sebagai media komunikasi yang efektif. Dimana tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini dari pada komunikasi. Komunikasi tujuannya menyampaikan suatu pikiran atau pesan dari seorang kepada orang lain. Hubungan antara mereka itulah yang disebut dengan komunikasi. Penggunaan alat-alat audio-visual ini merupakan media yang efektif berfungsi sebagai ;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Pendidikan ( pengajaran )&lt;br /&gt;2. Penerangan ( penyuluhan )&lt;br /&gt;3. Hiburan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang termasuk golongan alat audio-visual adalah Film bersuara dan Televisi, karena kedua alat ini mengkombinasikan fungsi suara dan rupa dalam satu unit. Kedua alat ini dapat disebut alat-alat audio-visual murni. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak pertama kali film diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 1895 oleh Lumiere Bersaudara di Paris, orang baru melihatnya sebagai suatu penemuan baru yang menakjubkan. Di atas layar polos orang dapat melihat gambar bergerak meyerupai keadaan yang sebenarnya. Meskipun pada waktu itu keadaan film masih serba sederhana dalam bentuk hitam putih, tanpa suara dan masa pemutarannya hanya beberapa menit saja, namun sudah cukup mengagumkan penonton pada saat itu. Beberapa tahun kemudian barulah perkembangan film mengalami evolusi. Dimana masa perubahannya pada keadaan yang lebih realistis dengan ditemukannya sistem suara. Penyempurnaan film terus menerus dilakukan, sehingga ditemukan warna dan dimensi yang menjadikan film lebih dekat pada keadaan yang sebenarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Film merupakan salah satu media komunikasi yang pada mulanya fungsinya belum jelas. Karena ia baru merupakan suatu penemuan. Kemudian lambat laun dalam perkembangan dan penyempurnaan tekhnologinya, film mulai diberikan fungsi. Di Indonesia sudah dikenal Tri Fungsi film seperti yang diutarakan diatas pada alat-alat audio-visual.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kira-kira seabad sudah perjalanan sejarah perfilman dunia. Nama-nama Eastman, Thomas Alpha Edison, Lumiere dan beberapa nama lain telah terpatri dalam ingatan sejarah sebagai pelopor-pelopor dalam membidani kelahiran media yang bernama film ini. Suatu hal yang tidak dapat kita ingkari adalah bahwa film lahir dari rekayasa tekhnologi. Perkembangan tekhnologi telah memacu pada dunia film yang lebih kompleks terutama karena sentuhan-sentuhan dari bidang-bidang lain termasuk kesenian. Sehingga dapat kita katagorikan dalam jenis-jenis film dari segi bentuk dan isinya yang biasa diproduksi untuk berbagai keperluan, antara lain ;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Film Dokumenter&lt;br /&gt;2. Film Semi Dokumenter / Dokudrama&lt;br /&gt;3. Film Pendek&lt;br /&gt;4. Film Panjang&lt;br /&gt;5. Profil Perusahaan&lt;br /&gt;6. Iklan Televisi&lt;br /&gt;7. Program Televisi&lt;br /&gt;8. Video Klip&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk lebih jelasnya, bagaimana kita memproduksi sebuah film maka kita harus lebih dulu memikirkan jangkauan para penonton sebagai sasarannya. Karena hal ini akan menentukan pada proses pembuatan dengan pendekatan format Film atau Video. Lalu dimana letak perbedaan dari segi Film dan Video. Oleh karena itu, bisa kita lihat lebih rinci bentuk perbedaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BERUPA FILM&lt;br /&gt;Kelahiran Sekitar abad 19&lt;br /&gt;Bahan         Pita Seluloid&lt;br /&gt;Kondisi Pita mudah terbakar&lt;br /&gt;Tujuan Merekam gambar&lt;br /&gt;Ukuran 8 mm, 16 mm, 35 mm,( lebar pita seluloid )&lt;br /&gt;65 mm dan 70 mm( format 3 dimensi )&lt;br /&gt;Hasil         Image Gambar dengan kualitas bagus&lt;br /&gt;Biaya         Mahal = Rp 1.500.000,-&lt;br /&gt;               1 can film 16 mm (max 10 menit)&lt;br /&gt;Playback Exposed film ke Rush Copy ( bth 1 hari proses )&lt;br /&gt;Alat rekam Cine Camera&lt;br /&gt;Alat tayang Proyektor dan Layar&lt;br /&gt;Alat edit Editor Fujica &amp;amp; Splicer&lt;br /&gt;Shooting Ratio 1 : 3 1 can 16 mm 10 menit : 27 can durasi 90 mnt&lt;br /&gt;Aspect Ratio Bioskop&lt;br /&gt;Amerika 1 : 1,85&lt;br /&gt;Eropa   1 : 1,66&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BERUPA      VIDEO&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelahiran   Periode thn 1950 an&lt;br /&gt;Bahan       Pita Magnetik&lt;br /&gt;Kondisi      Ada pelindung pita&lt;br /&gt;Tujuan      Merekam gambar &amp;amp; suara&lt;br /&gt;Ukuran      U Matic, Betacam SP, Digital Betacam, Betamax, VHS,&lt;br /&gt;S-VHS, Hi8, Mini DV, DV, DVCAM (Sony) &amp;amp; DVCPRO (Panasonic), HDTV ( Jepang )&lt;br /&gt;Hasil       Menurut perkembangan nampak mendekati kualitas gambar film&lt;br /&gt;Biaya      Murah = Rp 150.000,- Betacam SP (max 30 menit)&lt;br /&gt;Playback  Langsung dapat dilihat hasil shooting&lt;br /&gt;Alat rekam Camera Recorder&lt;br /&gt;Alat tayang Televisi&lt;br /&gt;Alat edit     Analog &amp;amp; Digital ( AVID )&lt;br /&gt;Shooting Ratio 1 : 3     Betacam SP 30 menit : 9 kaset durasi 90 menit&lt;br /&gt;Aspect Ratio   Televisi   1 : 1,33&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang periode 1980 an mengalami ‘kawin silang’ antara format Film dengan Video. Dimana kualitasnya sangat bagus dengan proses mudah dan biaya terjangkau. Semua ini dilakukan dalam cara mengkombinasikan untuk keperluan Shooting, Editing dan Penayangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang tinggal bagaimana kita mensikapi dalam proses pembuatan film tersebut sehubungan dengan proses belajar mengajar. Sebagaimana para remaja sekolah punya hak untuk mengkomunikasikan gagasan pikiran mereka melalui media film. Tentunya semua proses itu didukung oleh ahli tekhnokrat (sineas) yang punya citra rasa seni. Dimana kerja kolektif yang sangat mumpuni akan dapat menghasilkan film yang berbobot sesuai dengan fungsinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada tiga langkah persiapan untuk membuat film yaitu sbb. :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. PRA PRODUKSI&lt;br /&gt;2. PRODUKSI&lt;br /&gt;3. PASCA PRODUKSI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Koleksi : teater_gress@yahoo.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;               http://teatergress.wordpress.com/category/broadcasting/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-1976987150168496313?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/1976987150168496313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tahapan-membuat-film.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1976987150168496313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1976987150168496313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tahapan-membuat-film.html' title='Tahapan Membuat Film'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-3561107361289934785</id><published>2010-02-11T10:54:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:11:53.634-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proposal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dubbing'/><title type='text'>Contoh Proposal Skripsi  "Dubbing"</title><content type='html'>PROPOSAL SKRIPSI&lt;br /&gt;Juni 11, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARUH PENGGUNAAN “DUBBING” BAHASA SROBOYOAN&lt;br /&gt;DALAM FILM SUROBOYOAN DI JTV TERHADAP MINAT&lt;br /&gt;MENONTON MASYARAKAT SURABAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH:&lt;br /&gt;MUH. ABDUH ABBAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 1. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang 1&lt;br /&gt;1.2 Rumusan Masalah 3&lt;br /&gt;1.3 Tujuan Penelitian 3&lt;br /&gt;1.4 Manfaat Penelitian 4&lt;br /&gt;1.5 Batasan Masalah 4&lt;br /&gt;1.6 Sistematika Penulisan 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 2. KERANGKA TEORI&lt;br /&gt;2.1 Dasar Teori&lt;br /&gt;2.1.1 Dubbing ( Sulih Suara ) 6&lt;br /&gt;2.1.2 Minat 6&lt;br /&gt;2.1.3 Bahasa Suroboyoan 7&lt;br /&gt;2.1.4 Film Suroboyoan 8&lt;br /&gt;2.1.5 Model Alir Satu Tahap 8&lt;br /&gt;2.2 Nisbah Antar Konsep 9&lt;br /&gt;2.3 Kerangka Berpikir 10&lt;br /&gt;2.4 Hipotesis Penelitian 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 3. METODOLOGI PENELITIAN&lt;br /&gt;3.1 Definisi Konseptual&lt;br /&gt;3.1.1 Dubbing ( Sulih Suara ) 12&lt;br /&gt;3.1.2 Minat 12&lt;br /&gt;3.2 Definisi Operasional 13&lt;br /&gt;3.3 Jenis Penelitian 13&lt;br /&gt;3.4 Metode Penelitian 13&lt;br /&gt;3.5 Populasi dan Sampel 13&lt;br /&gt;3.6 Teknik Pengumpulan Data 15&lt;br /&gt;3.7 Teknik Analisis Data 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 4. RENCANA ANGGARAN PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;Dunia dubbing ( sulih suara ) adalah bagian dari berkesenian yang pada media ekspresi Audio Visual. Dimana lebih berolah vokal dalam bermain drama. Hal ini menunjukkan bahwa bermain drama dengan cara meng-alih bahasa untuk media film tetap berperan penting dalam berkesian.&lt;br /&gt;Sesuai dengan gagasan seorang mahasiswa Jerman, Paul Nipkow, yang berkeinginan untuk mengirimkan pesan dalam bentuk gambar (visual) dan suara (audio), televisi kini tidak dapat lagi dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Dengan keunggulan-keunggulannya, televisi pun memegang kedudukan pertama dalam dunia media massa penyiaran. Bahkan, tawaran televisi yang menjanjikan simulasi visual, bukan sekedar audio, membuat banyak orang yang menghabiskan waktunya lebih lama di depan pesawat televisi dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk ngobrol dengan keluarga atau pasangan mereka (Morissan, 2004: hal.1 ).&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, perkembangan televisi juga dapat dikatakan mengalami kemajuan pesat. Walaupun sempat 27 tahun bertahan dengan satu stasiun televisi milik pemerintah, yaitu TVRI, namun akhirnya sejak tahun 1989, satu persatu stasiun televisi swasta pun bermunculan untuk menghibur khalayak tanah air (Morissan, 2004). Hingga kini, terhitung 10 stasiun televisi swasta yang turut amabil bagian dalam persaingan dunia pertelevisian, yaitu RCTI, SCTV, Indosiar, Trans TV, TPI, Global TV, Trans 7, Lativi, Metro TV, dan ANTV. Selain deretan stasiun televisi swasta bertaraf nasional tersebut, muncul pula stasiun-stasiun televisi lokal yang lebih menitik beratkan berita dan gaya hidup setempat sebagai content program-programnya, misalnya Bali TV, Jak TV, O-Channel, JTV, Riau TV, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Munculnya berbagai stasiun televisi yang membawa ciri dan ke-khas-an yang berbeda ini menyebabkan ketatnya persaingan di dunia pertelevisian. Untuk bertahan dalam kancah persaingan tersebut, masing-masing stasiun televisi harus menyajikan program-program inovatif, menarik untuk pemirsanya, dan yang paling penting adalah berprospek untuk pemasangan iklan (Muda, 2005).&lt;br /&gt;Berbicara tentang program inovatif, JTV merupakan salah satu contoh stasin televisi swasta lokal yang menampilkan program inovatif dengan program-program berbahasa daerah. Sebagai sebuah stasiun televisi lokal Jawa Timur, JTV menyesuaikan program-programnya dengan masyarakat Jawa Timur. JTV sendiri berupaya untuk “dekat” dengan masyarakat Jawa Timur, terutama masyarakat Surabaya yang menjadi target audience utamanya, dengan menggunakan bahasa-bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Surabaya, yaitu Bahasa Suroboyoan. Namun, usaha JTV untuk lebih “dekat” dengan pemirsanya ternyata menuai kontroversi. Sebagian besar masyarakat Surabaya malahan tidak setuju dengan penggunaan Bahasa Suroboyoan dalam program-program JTV yang dianggap terlalu vulgar (JTV Sepakati, 2005)&lt;br /&gt;Walaupun menua kontroversi dengan program-program ber-Bahasa Suroboyoan, JTV tetap mempertahankan ciri khasnya tersebut. JTV mencoba untuk megusahakan feedback positif dari masyarakat dengan menayangkan program-program Bahasa Suroboyoan dalam format yang bervariasi, salah satunya Film Suroboyoan. Film Suroboyoan merupakan salah satu program yang mulai ditayangkan pada bulan Mei 2006. program ini merupakan tayangan film lepas maupun serial (Barat, Mandarin, dan India) yang di dubbing menggunakan Bahasa Suroboyoan. Kemunculan Film Suroboyoan sendiri mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat, ada yang menggemari, adapula yang tidak menyukai format tayangan tersebut. Apalagi, proses dubbing sendiri, bagi sebagian orang, dianggap sebagai sebuah tindakan pembodohan penonton, karena penonton tidak dilatih untuk memahami bahasa asing. Selain itu, menurut Prie GS, Chief Editor of Suara Merdeka CyberNews, proses dubbing juga mengakibatkan film-film asing menjadi aneh dan kehilangan hampir seluruh kekuatan artistiknya (para.3).&lt;br /&gt;Walaupun berbagai kontroversi muncul, Film Suroboyoan tetap memiliki ‘kekuatan” dibandingkan dengan tayangan-tayangan lain yang ber-Bahasa Suroboyoan (misalnya, tayangan berita ber-bahasa Suroboyoan). Hal ini dikarenakan film merupakan salah satu bentuk tayangan hiburan (entertainment). Jonathan Bignell, dalam bukunya “An Introduction to Television Studies” (2004) menjelaskan bahwa penonton televisi dapat dilihat sebagai konsumen pencari hiburan (hal.55). dengan demikian, walaupun Film Suroboyoan juga menggunakan Bahasa Suroboyoan, film ini masih dapat dikatakan lebih unggul karena termasuk dalam kategori jenis tayangan yang paling dicari oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Di antara kelemahan dan kelebihan penayangan Film Suroboyoan tersebut, muncul tanda tanya besar, yaitu apakah dengan Film Suroboyoan- nya, JTV mampu merebut minat pemirsa Surabaya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas sekaligus meneliti pengaruh penggunaan (dubbing) Film Suroboyoan dalam Film Suroboyoan di JTV terhadap minat menonton masyarakat Surabaya. Sebagaimana penulis juga sebagai Produser Divisi Dubbing di JTV sejak tahun 2006. Agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dubbing film Boso Suroboyoan yang kian mendidik. Tidak hanya sebagai tontonan saja tapi juga merupakan tuntunan bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.1 Bagaimana pengaruh penggunaan (dubbing) Bahasa Suroboyoan dalam Film Suroboyoan di JTV terhadap minat menonton masyarakat Surabaya?&lt;br /&gt;1.2.2 Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya minat menonton Film Suroboyoan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan (dubbing) Bahasa Suroboyoan dalam Film Suroboyoan di JTV terhadap minat menonton masyarakat Surabaya&lt;br /&gt;1.3.2 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya minat menonton Film Suroboyoan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4.1 Manfaat Teoritis&lt;br /&gt;Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian komunikasi yang berhubungan dengan studi pengaruh tayangan televisi terhadap masyarakat. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi pembaca sekalian. Terutama bagi pekerja seni di dunia Sulih Suara di JTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4.2 Manfaat Praktis&lt;br /&gt;Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada lembaga penyiaran atau stasiun-stasiun televisi, khususnya JTV, mengenai pengaruh tayangan televisi terhadap masyarakat. Sehingga nantinya, lembaga penyiaran maupun stasiun-stasiun televisi dapat berusaha berkompetisi dengan sehat untuk mendapatkan atensi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4.3 Manfaat Sosial&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan sebagai syarat pencapaian jenjang SI dan bukti pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Batasan Masalah&lt;br /&gt;Penelitian ini difokuskan untuk membahas proses dubbing yang dilakukan dalam Film Suroboyoan yang ditayangkan di JTV. Proses dubbing itu sendiri nantinya akan dihubungkan dengan minat masyarakat Surabaya untuk mengkonsumsi tayangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6 Sistematika Penulisan&lt;br /&gt;Bab 1. Pendahuluan, berisi latar belakang pemilihan topik bahasan, rumusan masalah, tujuan penelitian, serta batasan masalah.&lt;br /&gt;Bab 2. Kerangka teori, berisi berbagai teori yang akan digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisa. Bab ini juga berisi nisbah antar konsep, kerangka pemikiran, serta hipotesis penelitian yang menjadi dasar acuan penelitian.&lt;br /&gt;Bab 3. Metode Penelitian, berisi bahasan-bahasan yang berhubungan dengan metodologi yang digunakan penulis, yaitu mencakup definisi konseptual, definisi operasional, jenis dan metode penelitian, populasi dan sample, teknik penarikan sample, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.&lt;br /&gt;Bab 4. Analisis data, berisi gambaran umum objek penelitian, deskripsi serta analisis data.&lt;br /&gt;Bab 5. Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dan saran berkaitan dengan topik penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. KERANGKA TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Dasar Teori&lt;br /&gt;Seluruh analisis dan pembahasan dalam penelitian ini akan mengacu pada beberapa teori yang akan dijelaskan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.1 Dubbing (Sulih Suara)&lt;br /&gt;Dubbing atau disebut juga sulih suara merupakan salah satu alternatif proses penerjemahaan film televisi selain subtitling (teks terjemahan yang muncul di bagian bawah layar televisi). Amir Hassanpour (Dubbing, para.2) menjelaskan dubbing is the replacement of the dialogue and narration of the foreign or source language into the language of the viewing audience, the target languege (dubbing atau sulih suara merupakan penggantian dialog dan narasi dari bahasa asing atau bahasa sumber menjadi bahasa yang digunakan oleh pemirsa). Definisi dubbing yang dijelaskan oleh Hassanpour ini dipertegas dengan definisi dubbing yang dikemukakan oleh Lisa Ho yang menyatakan bahwa dubbing adalah mengganti audio bahasa sumber (bahasa asing bersangkutan) dengan bahasa sasaran (Bahasa Indonesia). Ia juga menyebutkan bahwa Bahasa Indonesia yang digunakan adalah Bahasa Indonesia luwes yang baik dan benar, yaitu Bahasa Indonesia yang disesuaikan dengan situasi, kondisi, konteks film, dan jenis film, namun tetap mengacu pada kaidah yang berlaku (Penerjemahan Film, 2005).&lt;br /&gt;Hassanpour menyebutkan bahwa lip-synchronization merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan proses dubbing. Agar terlihat natural, sebisa mungkin kata-kata yang digunakan sesuai dengan gerak bibir atau aktor dan aktris yang suaranya digantikan. Selain lip-sychronization, bahasa terjemahan juga perlu disesuaikan dengan gerak tubuh dan mimik wajah (Dubbing, para.4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.2 Minat&lt;br /&gt;Banyak pendapat yang menyebutkan bahwa keputusan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu didasarkan kepada minat orang tersebut. Meichati mengartikan minat sebagai perhatian yang kuat, intensif dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas (Meichati, 1972). Pengertian lain tentang minat dikemukakan oleh Hardjana, yaitu suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan suatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat (Hardjana, 1994: 88). Ahli lain, Hilgard, mendefinisikan minat sebagai berikut “Interest is persisting tendency to pay attention to and enjoy some activities or content” (minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati beberapa kegiatan). Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus-menerus dan disertai dengan rasa senang. Berbeda dengan perhatian yang sifatnya lebih sementara dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti oleh perasaan senang dari situ diperoleh kepuasan (Kuncoro, 2001).&lt;br /&gt;Minat bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir, minat merupakan suatu hasil belajar, mempengaruhi proses belajar selanjutnya, serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. Proses belajar dipengaruhi oleh minat karena dengan adanya minat, seseorang akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tertentu. Perhatian yang lebih besar ini membuat seseorang lebih giat dan mudah untuk mempelajari sesuatu.minat merupakan motivator yang kuat untuk melakukan suatu aktivitas (Sandjaja, n.d:2).&lt;br /&gt;Aspek minat terdiri dari aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu objek dan berpusat pada manfaat dari objek tersebut. Aspek afektif nampak dalam rasa atau tidak senang dan kepuasaan pribadi terhadap objek tersebut (Sandjaja, n.d:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.3 Bahasa Suroboyoan&lt;br /&gt;Bahasa Suroboyoan merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggantikan istilah dialek Surabaya. Bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek Bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Secara struktural bahasa, bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling kasar. Meskipun demikian, bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih dipakai oleh beberapa orang Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas orang lain. Bahasa suroboyoan seringkali digunakan oleh media lokal untuk melambangkan identitas mereka.namun, penggunaan Bahasa Suroboyoan dalam media lokal inipun masih menjadi kotroversi di kalangan masyarakat Surabaya sendiri. Sebagian besar masyarakat mengkhawatirkan, penggunaan Bahasa Suroboyoan dalam media membawa pengaruh negatif bagi pemirsa anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.4 Film Suroboyoan&lt;br /&gt;Film Suroboyoan merupakan salah satu program JTV yang mulai ditayangkan sejak bulan Mei 2005. Film Suroboyoan ini merupakan sebutan untuk film lepas maupun serial, baik Mandarin, Barat, maupun India yang di dubbing menggunakan Bahasa Suroboyoan. Film India Suroboyan ditayangkan setiap hari Senin sampai Jum’at pukul 11.00 WIB. Film Barat Suroboyoan ditayangkan setiap Sabtu jam 20.00 WIB. Sedangkan film Sulap Suroboyoan ditayangkan setiap Minggu jam 16.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.5 Model Alir Satu Tahap (one-step Flow Model)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpan Balik&lt;br /&gt;Tidak harus sama&lt;br /&gt;Gambar 2.1. Model Alir Satu Tahap (One-Step Flow Model)&lt;br /&gt;Sumber : Wiryanto, 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model alir satu tahap ini hamprr sama dengan Model Hypodermic Nedle yang menyatakan bahwa saluran media massa berkomunikasi secara langsung dengan audience tanpa perantara opinion leader. Model alir satu tahap ini dapat dijabarkan sebagai berikut (Wiryanto, 2000):&lt;br /&gt;a. Model alir satu tahap berpendapat bahwa media massa tidak memiliki kekuatan penuh dan tidak semua media massa mempunyai kekuatan yang sama.&lt;br /&gt;b. Aspek-aspek seleksi penyaringan (selective screening) dari khalayak, seperti selective exposure, selective perception, dan selective retention mempengaruhi dampak pesan.&lt;br /&gt;c. Model alir satu tahap mempengaruhi kemungkinan adanya perbedaan efek atau reaksi yang timbul dari audience terhadap pesan yang sama.&lt;br /&gt;Dalam model alir satu tahap tidak dijelaskan secara gamblang mengenai ada tidaknya hubungan antara audience satu dengan audience lain. Namun, dalam diagram dimungkinkan adanya hubungan antara audience. Hubungan antar pesona antar audience tidak berakibat langsung dari terpaan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Nisbah Antar Konsep&lt;br /&gt;Seperti yang telah disebutkan dalam latar belakang maupun teori dasar, proses dubbing masih menjadi kontroversi yang belum ditemukan jalan tengahnya. Berkenaan dengan dubbing, banyak tanggapan negatif, namun adapula yang bertanggapan positif.&lt;br /&gt;Minat merupakan suatu ketertarikan kepada suatu hal yang didasarkan pada aspek kognitif dan afektif (Sandjaja, n.d:3). Kedua aspek inilah yang menentukan ada tidaknya minat. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu objek dan berpusat pada manfaat dari objek tersebut. Sedangkan, aspek afektif nampak dalam rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap objek tersebut. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat seseorang untuk menonton sebuah tayangan tertentu (dalam hal ini Film Suroboyoan) akan muncul jika orang tersebut mempunyai konsep positif tentang Film Suroboyoan, menyadari manfaat menonton film tersebut, menyukai, serta mendapatkan kepuasan pribadi setelah menonton Film Suroboyoan.&lt;br /&gt;Ditengah kontroversi yang terjadi, muncul pertanyaan mengenai pengaruh proses dubbing Film Suroboyoan terhadap minat menonton masyarakat Surabaya. Pertanyaan ini muncul karena minat sangat dipengaruhi oleh konsep positif dan kesukaan seseorang terhadap tayangan Film Suroboyoan. Secara tidak langsung, kontroversi yang terjadi, sedikit banyak, mempengaruhi dan dipengaruhi konsep berpikir masyarakat terhadap Film Suroboyoan. Mungkin ada, sebagian besar masyarakat tidak memiliki konsep positif dan kesukaan terhadap Film Suroboyoan karena menganggap bahasa yang digunakan terlalu vulgar dan tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak. Namun di lain pihak, konsep positif dan kesukaan terhadap Film Suroboyoan mungkin saja terbentuk karena dianggap sebagai bentuk pelestarian budaya dan alat penjalin keakraban media dan audience-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Kerangka Berpikir&lt;br /&gt;Gambar 2.2. Kerangka Berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Hipotesis Penelitian&lt;br /&gt;Berdasarkan teori-teori dasar yang telah disebutkan di atas, maka peneliti menetapkan hipotesis awal (Ho) yang akan menjadi acuan untuk melakukan penelitian. Ho penelitian adalah penggunaan (dubbing) Bahasa Suroboyoan dalam Film Suroboyoan di JTV mempunyai pengaruh terhadap minat menonton masyarakat Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. METODOLOGI PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Definisi Konseptual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.1 Dubbing (Sulih Suara)&lt;br /&gt;Amir Hassanpour ( Dubbing, para.2) menjelaskan dubbing is the replacement of the dialogue and narration of the foreign or source language into the language of the viewing audience, the target language ( dubbing atau sulih suara merupakan penggantian dialog dan narasi dari bahasa asing atau bahasa sumber menjadi bahasa yang digunakan oleh pemirsa). Pendapat lain dikemukakan oleh Lisa Ho yang menyatakan bahwa dubbing adalah mengganti audio bahasa sumber (bahasa asing bersangkutan) dengan bahasa sasaran (Bahasa Indonesia). Menurut Hassanpour, faktor penting yang perlu diperhatikan dalam dubbing adalah lip-synchronization, gerak tubuh dan mimik wajah (Dubbing, para.4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.2 Minat&lt;br /&gt;Meichati mengartikan minat sebagai perhatian yang kuat, intensif dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas (Meichati, 1972). Sedangkan, Hardjana menyebutkan bahwa minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat (Hardjana, 1994: 88). Ahli lain, Hilgard, mendefinisikan minat sebagai berikut “Interst is persisting tendency to pay attention to and enjoy some activities or content” (minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati beberapa kegiatan). Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus-menerus dan disertai dengan rasa senang. Berbeda dengan perhatian yang sifatnya lebih sementara dan belum tentu dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti oleh perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan (Kuncoro, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi di atas diperkuat dengan pendapat dari Sandjaja terkait dengan aspek minat. Aspek minat terdiri dari aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu objek dan berpusat pada manfaat dari objek tersebut. Aspek afektif nampak dalam rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap objek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Definisi Operasional&lt;br /&gt;Berdasarkan kerangka teori yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya, maka dapat dikatakan minat seseorang untuk menonton Film Suroboyoan akan muncul jika orang tersebut mempunyai konsep positif tentang Film Suroboyoan, menyadari manfaat menonton film tersebut, menyukai, serta mendapatkan kepuasan pribadi setelah menonton Film Suroboyoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Jenis Penelitian&lt;br /&gt;Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatif karena merupakan penelitian yang berusaha untuk menjelaskan korelasi antara suatu gejala sosial (variabel x) dengan gejala sosial lain (variabel y), sekaligus menjawab mengapa itu terjadi melalui pengujian hipotesis (Berger, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4 Metode Penelitian&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan pendekatan atau metodologi kuantitatif. Survey dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada sampel yang mewakili populasi yang diteliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5 Populasi dan Sampel&lt;br /&gt;Populasi adalah keseluruhan objek atau fenomena yang diteliti (Kriyantono, 2006: hal. 149). Penelitian ini merupakan penelitian yang ingin mencari informasi mengenai ada tidaknya pengaruh dubbing Bahasa Suroboyoan dalam Film Suroboyoan terhadap minat menonton masyarakat Surabaya. Oleh Karena itu, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Surabaya secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Namun, karena keterbatasan-keterbatasan yang ada, penelitian ini tidak akan mampu menjangkau seluruh populasi, sehinga dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode cluster purposive sampling. Metode ini merupakan metode pengambilan sampel dua tahap. Cluster sampling digunakan dalam memilih Surabaya bagian mana yang akan diambil sebagai daerah sampling. Menurut data statistik yang ada Surabaya dalam Angka, Surabaya Timur merupakan bagian Surabaya yang paling padat penduduknya. Sehingga Surabaya Timur ditentukan sebagai area yang akan diteliti dengan petimbangan bahwa di daerah tersebutlah kebanyakan masyarakat Surabaya berdomisili, sehingga diharapkan hasil penelitian terhadap masyarakat Surabaya Timur dapat mewakili masyarakat Surabaya pada umumnya. Selanjutnya, individu-individu yang akan menjadi sampel ditentukan berdasarkan purposive sampling, dengan syarat individu yang akan menjadi sampel adalah individu yang mengetahui tayangan Film Suroboyoan.&lt;br /&gt;Jumlah sampel yang diambil, dihitung berdasarkan rumus Yamane,&lt;br /&gt;n =&lt;br /&gt;Nd + 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n = 745.807&lt;br /&gt;745.807 x (0,05) + 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n = 399,7&lt;br /&gt;hasil perhitungan sampel tersebut dibulatkan ke atas menjadi 400 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6 Teknik Pengumpulan Data&lt;br /&gt;Data dikumpulkan melalui pembagian kuisioner. Kuisioner tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan dibagikan pada individu-individu yang memenuhi syarat untuk dijadikan sampel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7 Teknik Alanalisis Data&lt;br /&gt;Untuk menguji ada tidaknya pengaruh, maka terlebih dahulu harus diketahui ada tidaknya hubungan antara variable yang diriset. Untuk meriset apakah memang ada pengaruh yang signifikan atau tidak antara sebab akibat tersebut, maka digunakan rumus regresi linear sederhana (Kriyantono, 2006: hal. 180).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://id.wordpress.com/tag/dubbing/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-3561107361289934785?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/3561107361289934785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/contoh-proposal-skripsi-dubbing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3561107361289934785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3561107361289934785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/contoh-proposal-skripsi-dubbing.html' title='Contoh Proposal Skripsi  &quot;Dubbing&quot;'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-8468133696985701183</id><published>2010-02-11T10:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:12:17.968-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JTV'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dubbing'/><title type='text'>Sejarah Dubing JTV</title><content type='html'>SEJARAH DUBBING JTV&lt;br /&gt;Juni 11, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH DUBBING FILM JTV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JTV yang merupakan singkatan dari Jawa Televisi, adalah stasiun televisi swasta di Kota Surabaya, Jawa Timur. JTV adalah televisi swasta regional pertama di Indonesia. Jangkauan JTV meliputi hampir seluruh provinsi Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa acara JTV (termasuk acara berita, dialog, dan sinetron) disajikan dalam Bahasa Jawa Dialek Surabaya (Boso Suroboyoan), bahkan sejumlah film asing pun di-dubbing ke dalam Boso Suroboyoan. Diantara program acara JTV adalah Pojok Kampung, Pojok Medhureh (berita dalam Bahasa Madura), dan Pojok Kulonan (berita dalam Bahasa Jawa Tengahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun televisi ini dimiliki oleh Jawa Pos Grup, yang juga memiliki afiliasi surat kabar dan stasiun televisi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Film-Film Asing Di-dubbing Pakai Bahasa Suroboyoan :)&lt;br /&gt;Hairul Anas Suaidi [sma1pamekasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thu, 22 Dec 2005 01:48:34 -0800&lt;br /&gt;Intermezzo Pak Kyai..&lt;br /&gt;Buat yang ngaku “Arek”&lt;br /&gt;*Ketika Film-Film Asing Di-dubbing Pakai Bahasa Suroboyoan&lt;br /&gt;*Yang Ngisi Suara Pun Tak Bisa Menahan Tawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai Mei nanti, JTV punya program baru. Namanya Film-Film Asing Boso Suroboyoan. Sesuai namanya, program ini menayangkan film-film luar negeri. Hanya saja, film-film itu disulih suarakan (dubbing) dengan bahasa Soroboyoan.&lt;br /&gt;———————–&lt;br /&gt;Bayangkan, suatu saat nanti Anda menonton Tomorrow Never Dies-nya James Bond. Bayangkan pula agen rahasia itu bekejar-kejaran seru dengan para penjahat dengan memakai BMW silver metalik. Dalam kejar-kejaran itu, Bond minta musuhnya untuk menyerah. “Mandego koen! Lugurno pistolmu! (Berhenti! Jatuhkan senjata! , Red),” kata agen ganteng itu memakai bahasa Suroboyoan yang medok. Sepintas mungkin terdengar lucu. Ada orang bule asli kok ngoceh memakai bahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, konsep itulah yang ditawarkan JTV lewat program Film-Film Asing Boso Suroboyoan-nya. Program ini akan mulai tayang pada Mei nanti. Saat ini, sudah ada dua serial dan sepuluh film lepas yang siap tayang. Dua serial itu adalah Love Talks dan Swordman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love Talks adalah film drama dengan setting kisah cinta profesional muda di Shanghai. Sedangkan Swordman berkisah tentang jagoan pedang di Tiongkok. Lalu ada film lepas Tunnel Vision, film action tentang seorang polisi Amerika.Tentu saja ada kesan sangat kocak yang muncul saat film itu disulihsuara dengan bahasa Suroboyo. Pada Love Talks, misalnya. Dalam satu adegan, sang pemeran utama wanita tampak tidur dengan pulas. Sementara, sahabat prianya dengan gemas mencoba membangunkan wanita itu. “Hoi, tangio koen. Wis telat iki. Cepetan, iki jange ono acara iki (Hai, bangun. Ini sudah terlambat. Cepat, ini mau ada acara, Red),” kata pria berambut merah itu. Karena bangun dengan tergesa-gesa, handphone si wanita itu ketinggalan.&lt;br /&gt;Di tengah jalan, dia pinjam HP milik seorang jejaka keren. “Nyilih handphone-mu dhisik,” katanya. Si pria yang terbengong hanya bisa bilang, “Hei, balekno handphone-ku,” teriaknya. Insiden inilah yang akhirnya menimbulkan kisah cinta di antara dua orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog-dialog khas Suroboyoan itu tampaknya memang menjadi ciri khas kuat film-film itu. Buktinya, sejak proses dubbing, film-film tersebut sudah menyedot perhatian. Ini diungkapkan oleh Presiden Direktur JTV Imawan Mashuri. “Itu adalah sesuatu yang baru, lucu dan menyenangkan,” katanya. Dalam istilah Imawan, film boso Suroboyoan itu mampu membangkitkan kembali kegairahan dalam bekerja. Ini dirasakan terutama oleh para dubber yang mengisi suara mulai Februari lalu. “Saat menyelesaikan satu sequence (adegan, Red) akeh sing gak iso ngempet ngguyu (banyak yang tidak bisa menahan ketawa),” ujar Imawan. Memang, adegan-adegan film itu banyak sekali dipenuhi celetukan dan umpatan khas Suroboyoan. Tentu saja, kata-kata khas itu menjadi terdengar lucu. Karena, meluncur dari bibir bintang-bintang film Mandarin dan Barat. “Tetapi, menjadi ciri karakter kuat film tadi,” ujar Imawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Suroboyo, disebut Imawan memang memiliki karakteristik kuat. Tak heran saat proses dubbing banyak sekali dubber film lain yang menonton.”Satu studio besar sampai menonton semua,” katanya. Walaupun banyak yang tak mengerti boso Suroboyoan, banyak yang suka dengan nuansa baru yang muncul dari film itu. Proses sulih suara itu memang tak digelar di Surabaya. Melainkan di studio Incofo Swara, Jakarta. Hanya saja, menurut Imawan, para pengisi suaranya adalah orang-orang Surabaya yang tinggal di ibu kota. Tak heran, bahasa Surabaya yang disuguhkan pun terdengar asli Suroboyo. Meskipun, di sana sini kadang masih ada bahasa Indonesia yang menyelip. Hal itu memang sengaja dilakukan. “Kami ingin memakai dialog Surabaya sehari-hari,” tutur Imawan. Sehari-hari, orang Surabaya memang masih memakai bahasa Indonesia. Misalnya, jika di kantor. “Kan tidak sopan memakai bahasa ngoko,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus ada program itu? Sekadar mencari sensasi? Imawan menerangkan bahwa JTV adalah sebuah TV lokal. Oleh karena itu, pihaknya mencoba konsisten mengakomodasikan bahasa-bahasa lokal. “Kita kan punya tiga bahasa utama,” kata Imawan. Selain bahasa Suroboyoan, ada juga bahasa Madura dan bahasa Jawa Mataraman. Saat ini, tiga bahasa itu memang sudah diakomodasikan dalam acara berita di JTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk film berbahasa Suroboyo, Imawan mengatakan bahwa salah satu tujuannya adalah melestarikan dan menanamkan kebanggaan berbahasa Suroboyo. “Ini juga untuk membangun jati diri budaya lokal,” ujar Imawan. Jadi, mes kipun program hiburan, Imawan mengatakan bahwa film-film itu juga punya nilai plus. Meski demikian, Imawan mengatakan bahwa tak semua film bisa didubbing dalam bahasa Suroboyoan. “Kita pilih film yang cocok dengan karakteristik Surabaya,” katanya. Oleh sebab itu, tak mungkin film roman klasik atau film horor yang terlalu mencekam dijadikan bahasa Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah suatu saat nanti JTV menayangkan film berbahasa Madura? “Mungkin sekali,” tegas Imawan. Seandainya ini terlaksana, film itu tetap akan ditayangkan dengan teks bahasa Indonesia.(doan widhiandono)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://id.wordpress.com/tag/dubbing/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-8468133696985701183?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/8468133696985701183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/sejarah-dubing-jtv.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8468133696985701183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8468133696985701183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/sejarah-dubing-jtv.html' title='Sejarah Dubing JTV'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-3397084506138304034</id><published>2010-02-11T10:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:40:53.978-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3D'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2D'/><title type='text'>Perbedaan Animasi 2D dengan 3D</title><content type='html'>PERBEDAAN ANIMASI 2D dan 3D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animasi adalah suatu rangkaian gambar diam secara inbeethwin dengan jumlah yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah – olah hidup (bergerak), seperti yang pernah kita lihat film – film kartun di tevisi maupun dilayar lebar jadi Animasi kita simpulkan menghidupkan benda diam diproyeksikan menjadi bergerak. 3 Penggunaan animasi pada komputer telah dimulai dengan ditemukannya software komputer yang dapat dipergunakan untuk melakukan ilustrasi di komputer, membuat perubahan gambar satu ke gambar berikutnya sehingga terbentuk suatu bentuk gerakan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animasi komputer adalah seni menghasilkan gambar bergerak melalui penggunaan komputer dan merupakan sebagian bidang komputer grafik dan animasi. Animasi semakin banyak dihasilkan melalui grafik komputer 3D, walaupun grafik komputer 2D masih banyak ada. Kadangkala sasaran animasi adalah komputer itu sendiri, kadangkala sasaran adalah antara lain, seperti filem. Untuk menghasilkan gambar pergerakan, image (gambar) dipaparkan pada screen komputer dan diganti dengan image (gambar) baru yang selaras gambar sebelumnya dengan pantas. Teknik ini serupa dengan bagaimana gambar bergerak dihasilkan melalui televi dan film. Animasi komputer 3D pada asasnya merupakan pengganti digit bagi seni animasi gerak (stop motion); patung animasi dibina pada screen komputer dan dipasang dengan rangka siber. Kemudian anggota badan, mata, mulut, pakaian, dan lain-lain bagi patung 3D digerakkan oleh juru animasi. Akhirnya, animasi dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis animasi yang banyak dikenal adalah animasi 2D dan 3D. Perbedaan dari animasi 2D dan 3D adalah dilihat dari sudut pandangnya. Animasi 2D menggunakan koordinat x dan y, sedangkan animasi 3D menggunakan koordinat x, y dan z yang memungkinkan kita dapat melihat sudut pandang objek secara lebih nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The 3D animasi adalah hari bermata presentasi grafis yang dicapai melalui perangkat lunak komputer dan digital generator. Ini grafis alat modern sekarang norma dalam gerakan gambar, video presentasi format, film-film animasi, iklan komersial, dan virtual berjalan melalui web presentasi dan barang. Kita sekarang menyaksikan grafis 3D animasi dalam berbagai bentuk yang meliputi presentasi 3D, audio visual ilustrasi, 3D ilmiah dan medis grafis dan banyak lainnya sehari-hari aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka untuk memahami prinsip yang di belakang grafis 3D dan animasi, penting agar kita tahu dengan jelas perbedaan dasar dari animasi 2D tradisional. Aplikasi grafis 3D yang memiliki perwakilan geometris dari variabel yang ada pada komputer dalam melakukan perhitungan yang akan membuat grafik yang dihasilkan 2D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diberikan dalam grafis 2D format yang digunakan untuk virtual dan real time dalam gambar ilustrasi grafis 3D.. Grafis 3D menampilkan gambar ilustrasi di berbagai sudut termasuk menembak ke udara di dekat sempurna membuat ilustrasi yang hampir nyata dalam setiap aspek. Fitur ini disebut sebagai gerakan pelacakan, yang menyediakan virtual keterwakilan yang sebenarnya kamera pelacakan mewakili gerakan yang sebenarnya kamera gerakan menembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grafis 3D yang berasal dari ide atau konsep dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep maka perkembangan dengan rincian yang diperlukan, dan elemen dari desain dan aliran grafis dalam bentuk storyboards. Tema dan pembangunan karakter terdiri awal pekerjaan yang dilakukan oleh animators berdasarkan desain dan rencana yang ditetapkan. Persiapan dari storyboard memungkinkan untuk generasi kunci frame untuk menyelesaikan aliran gerakan seperti dalam storyboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur atau karakter dalam grafis 3D yang disebut sebagai model 3D. Ini pada dasarnya file data yang membawa data yang diperlukan untuk membuat gambar 3D. Di pihak lain, proses yang penting dalam penyusunan-grafis 3D melibatkan menugaskan yang sesuai dengan nilai-nilai variabel yang tepat poin di dalam gerakan aliran grafis dalam serangkaian frame untuk membuat urutan animasi yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan memerlukan peta tekstur untuk memanipulasi pola atau struktur dari model 3D. Ini adalah aplikasi yang memungkinkan para desainer grafis untuk mengendalikan dan mengubah warna permukaan tersebar di tingkat paling dasar piksel. Hal ini dicapai oleh pemetaan tekstur menghasilkan gambar-gambar bitmap 3D model 3D yang ada di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja keterampilan dasar yang diperlukan dalam grafis 3D dan animasi bekerja? Jika Anda terlibat dalam grafis 3D dan animasi proyek, adalah penting bahwa Anda memiliki kemampuan untuk fokus pada detil dan memiliki kreativitas dalam membuat desain dan skema karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J karir di grafis 3D dan animasi yang baik menyenangkan dan menantang. Menawarkan banyak peluang karir dan kemajuan di bidang ini didasarkan pada bagaimana Anda melakukan sebagai anggota tim yang lebih besar. Dengan berbagai aplikasi untuk berbagai keprihatinan dan kepentingan, grafis 3D dan animasi diharapkan menjadi salah satu yang paling menuntut dan pekerjaan untuk memenuhi berbagai individu dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Animasi 2D (2 Dimensi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animasi ini yang paling akrab dengan keseharian kita. Biasa juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Memang, film kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya banyak sekali, baik yang di TV maupun di Bioskop. Misalnya: Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby Doo, Doraemon, Mulan, Lion King, Brother Bear, Spirit, dan banyak lagi. Meski yang populer kebanyakan film Disney, namun bukan Walt Disney sebagai bapak animasi kartun. Contoh lainnya adalah Felix The Cat, si kucing hitam. Umur si kucing itu sudah lumayan tua, dia diciptakan oleh Otto Messmer pada tahun 1919. Namun sayang, karena distribusi yang kurang baik, jadi kita sukar untuk menemukan film-filmnya. Bandingkan dengan Walt Disney yang sampai sekarang masih ada misalnya Snow White and The Seven Dwarfs (1937) dan Pinocchio (1940).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Animasi 3D (3 Dimensi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik pembuatan animasi 3D semakin berkembang dan maju pesat. Animasi 3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Semenjak Toy Story buatan Disney (Pixar Studio), maka berlomba-­lombalah studio film dunia memproduksi film sejenis. Bermunculanlah, Bugs Life, AntZ, Dinosaurs, Final Fantasy, Toy Story 2, Monster Inc., hingga Finding Nemo, The Incredible, Shark Tale. Cars, Valian. Kesemuanya itu biasa juga disebut dengan animasi 3D atau CGI (Computer Generated Imagery).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://ginafebriani.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-3397084506138304034?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/3397084506138304034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/perbedaan-animasi-2d-dengan-3d.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3397084506138304034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3397084506138304034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/perbedaan-animasi-2d-dengan-3d.html' title='Perbedaan Animasi 2D dengan 3D'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-1013457987155120136</id><published>2010-02-10T05:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:41:28.520-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CD Interaktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><title type='text'>Perancangan CD Multimedia Interaktif</title><content type='html'>Dalam menyelesaikan Tugas Akhir CD Multimedia Interaktif yang lalu, diperlukan beberapa artikel dan buku. Artikel dan buku ini digunakan untuk menunjang teori-teori tentang perancangan CD Multimedia Interaktif. Artikel ini telah saya kumpulkan sesuai dengan kebutuhan pada saat menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini. KUmpulan artikel tersebut dapat didownloads pada link berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8034854/AceSuryadi-ReformasiSistemPembelajaran.pdf.html" target="_blank"&gt;Ace Suryadi – Reformasi Media Pembelajaran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8034852/AsepJuarna-PerancanganPerangkatLunak.pdf.html" target="_blank"&gt;Asep Juarna – Perancangan Perangkat Lunak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8034853/03PerancanganPerangkatLunakMagister.ppt.html" target="_blank"&gt;Perancangan Perangkat Lunak&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8035083/Irfan-InteraksiManusiadanKomputer.pdf.html" target="_blank"&gt;Irfan -  Interaksi Manusia dengan Komputer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8035083/Irfan-InteraksiManusiadanKomputer.pdf.html" target="_blank"&gt;Idhawati – Interaksi Manusia dengan Komputer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8035085/EdyWihardjo-PembelajaranBerbantuanKomputer.pdf.html"&gt;Edi – Pembelajaran Berbantuan Komputer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8035142/_software_graphic_dalam_disain_dan_proses_cetak12.pdf.html" target="_blank"&gt;Software graphics dalam desain&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8035143/RomiSW-7LangkahMudahMembuatMultimediaPembelajaran.docx.html"&gt;Romi SW – 7 Langkah Mudah dalam merancang Multimedia Pembelajaran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8035144/RomiSW-AspekdanKriteriaPenilaianMediaPembelajaran.docx.html" target="_blank"&gt;Romi SW – Aspek dan Kriteria Multimedia Pembelajaran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.indowebster.com/Macromedia_Flash_MX__1.html" target="_blank"&gt;Ebook – Macromedia Flash (indowebster)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.indowebster.com/Adobe_Flash_CS3_Secret.html" target="_blank"&gt;Adobe Flash (tutorials)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Silahkan downloads… Semoga bermanfaat..&lt;br /&gt;&lt;h3 class="related_post_title"&gt;Tulisan Lain Berhubungan&lt;/h3&gt;&lt;ul class="related_post"&gt;&lt;li&gt;13/01/2010 -- &lt;a href="http://isaninside.net/2010/01/downloads-intro-qinqua-com.htm" title="Downloads Intro Qinqua.com"&gt;Downloads Intro Qinqua.com&lt;/a&gt; (0)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;04/12/2009 -- &lt;a href="http://isaninside.net/2009/12/cd-multimedia-interaktif-about-me.htm" title="CD Multimedia Interaktif :: About Me ::"&gt;CD Multimedia Interaktif :: About Me ::&lt;/a&gt; (1)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;03/06/2009 -- &lt;a href="http://isaninside.net/2009/06/contoh-intro-cd-multimedia.htm" title="Contoh Intro CD Multimedia"&gt;Contoh Intro CD Multimedia&lt;/a&gt; (8)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;25/04/2009 -- &lt;a href="http://isaninside.net/2009/04/membangun-cd-multimedia-pembelajaran.htm" title="Membangun CD Multimedia Pembelajaran"&gt;Membangun CD Multimedia Pembelajaran&lt;/a&gt; (7)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;16/04/2009 -- &lt;a href="http://isaninside.net/2009/04/ta-cd-multimedia-interaktif.htm" title="TA CD MULTIMEDIA INTERAKTIF"&gt;TA CD MULTIMEDIA INTERAKTIF&lt;/a&gt; (24)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;06/04/2009 -- &lt;a href="http://isaninside.net/2009/04/macromedia-flash-8-professional.htm" title="Macromedia Flash 8 Professional"&gt;Macromedia Flash 8 Professional&lt;/a&gt; (9)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://isaninside.net/2010/01/artikel-untuk-perancangan-cd-multimedia-interaktif.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-1013457987155120136?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/1013457987155120136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/perancangan-cd-multimedia-interaktif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1013457987155120136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1013457987155120136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/perancangan-cd-multimedia-interaktif.html' title='Perancangan CD Multimedia Interaktif'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-7697281577097303911</id><published>2010-02-10T05:26:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:38:03.627-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CD Interaktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>Membuat CD interktif pembelajaran Multimedia</title><content type='html'>CD Multimedia Pembelajaran saya angkat sebagai judul Tugas Akhir yang akan membantu saya dalam menyelesaikan Sarjana Pendidikan di Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Pembuatan CD Multimedia ini saya fokuskan kepada materi pelajaran KKPI SMKN 9 Padang, tempat saya melaksanakan PPL-K.&lt;br /&gt;Berikut ini akan saya Uraikan mengenai konsep perancangan yang sedang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-751"&gt;&lt;/span&gt;Dalam Perancangan CD Multimedia ini, terlebih dahulu dilakukan penyusunan struktur materi pelajaran yang diambil dari silabus yang digunakan oleh SMK/ SMA, dalam hal ini SMKN 9 Padang. Silabus yang dibangun bertitik tolak dari Standar Isi SMK yang terdapat di dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006. Materi-materi tersebut disusun dan durutkan berdasarkan Kompetensi Dasar-nya.&lt;br /&gt;Setelah strukutur materi di selesaikan, dilakukan perancangan  struktur CD Multimedia&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Pembelajaran. Struktur CD Mulimedia meliputi Intro, Menu Utama, Menu Materi, Menu Soal, Menu Kuis, Halaman isi materi, Halaman soal, halaman informasi dan halaman penutup. Semua elemen dari struktur CD tersebut disusun sesistematis mungkin, hingga tercipta sebuah Struktur CD Multimedia Pembelajaran Mandiri yang interkatif.&lt;br /&gt;Setelah penyusunan struktur CD, dilakukan pengumpulan data-data yang berhubungan dengan materi ajar. Semua isi materi dikumpulkan dan selanjutnya dikelompokkan berdasarkan urutan materi.  Dalam proses ini juga dibangun data multimedia bahan ajar, meliputi  video, animasi, gambar dan audio. Data Multimedia ini nantinya akan di sisipkan ke dalam CD Multimedia Pembelajaran.&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya adalah membangun tampilan CD Multimedia Pembelajaran. Pembangunan &lt;i&gt;Interface&lt;/i&gt; di lakukan berdasarkan Struktur CD yang telah direncanakan. Terdapat beberapa Menu dan halaman yang akan di rancang. Perancangan ini dilakukan dengan menggunakan Berbagai Aplikasi Desain Multimedia seperti Adobe Photoshop, CorelDraw, Macromedia Flash, dan Macromedia Director (jika mungkin).&lt;br /&gt;Agar Tampilan CD Multimedia Menarik, Saya harus melakukan googling (mencari di google) contoh-contoh animasi dan Multimedia Interaktif. Dalam hal ini saya telah mendownloads ratusan file *.swf lebih. Tujuannya  agar  ide desain yang kreatif dan menarik dapat muncul setelah melihat dan mempelajari hasil karya orang lain (bukan membajak). Bisa dilihat di : &lt;a href="http://romisatriawahono.net/2008/03/03/7-langkah-mudah-membuat-multimedia-pembelajaran/" target="_blank"&gt;http://romisatriawahono.net/2008/03/03/7-langkah-mudah-membuat-multimedia-pembelajaran/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Proses desain dilakukan se segera mungkin. Jika ide telah muncul, jangan biarkan ide itu hilang kembali. Proses pendesaianan tampilan dilakukan ketika ide itu ada, karena akan lebih memudahkan dan bahkan menyemangati dalam bekerja.&lt;br /&gt;Setelah Semua desain selesai, dilanjutkan proses pengisian materi ke dalam struktur desain. Menurut pandangan saya, proses input ini akan memakan waktu lama jika materi yang akan di sisipkan jumlahnyabanyak, apalagi mencapai 25 atau bahkan 50 buah materi. Tahapan ini  akan segera dilakukan jika rancangan materi dan strukrur CD telah di selesaikan.&lt;br /&gt;Setelah tahap pengisian materi di selasaikan, dilakukan evaluasi terhadap File Multimedia tersebut. Tindakan ini dilakukan agar semua  materi dan struktur CD sesuai dengan perencanaan, dan dapat mengurangi resiko kesalahan (&lt;i&gt;human error&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Setelah Evaluasi, dilakukan proses &lt;i&gt;Burning&lt;/i&gt; kedalam CD. &lt;i&gt;Finally&lt;/i&gt;, CD Multimedia siap untuk di Compre kan..&lt;br /&gt;Nah, itulah sedikit rencana perancangan CD Multimedia yang akan saya lakukan. semoga bisa di realisasikan, doakan saja…. Semoga bisa bermanfaat,  kalau ada kekurangan, mari kita diskusikan.. Isaninside 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://isaninside.net/2009/12/cd-multimedia-interaktif-about-me.htm"&gt;contoh cd pembelajaran interkatif multimedia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://isaninside.net/2009/04/membangun-cd-multimedia-pembelajaran.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-7697281577097303911?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/7697281577097303911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/membuat-cd-interktif-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7697281577097303911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7697281577097303911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/membuat-cd-interktif-pembelajaran.html' title='Membuat CD interktif pembelajaran Multimedia'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-1190982813337752980</id><published>2010-02-10T05:18:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:45:03.982-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3D'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prototype'/><title type='text'>PEMBUATAN PROTOTYPE ANIMASI TIGA DIMENSI DENGAN MENGGUNAKAN NETIMMERSE LIBRARY</title><content type='html'>PEMBUATAN PROTOTYPE ANIMASI TIGA DIMENSI&lt;br /&gt;DENGAN MENGGUNAKAN NETIMMERSE LIBRARY&lt;br /&gt;Rudy Adipranata&lt;br /&gt;Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika, Universitas Kristen Petra&lt;br /&gt;e-mail : rudya@petra.ac.id&lt;br /&gt;ABSTRAK: Animasi tiga dimensi adalah salah satu bidang pada teknik komputer&lt;br /&gt;yang berkembang dengan cepat dewasa ini.  Berbagai macam teknik dan algoritma&lt;br /&gt;telah dikembangkan pada bidang tersebut. Begitu pula aplikasi untuk bidang&lt;br /&gt;tersebut mencakup area yang luas, sebagai contoh adalah perangkat lunak game,&lt;br /&gt;bidang kedokteran, desain arsitektur, iklan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Tulisan ini menjelaskan tentang pembuatan prototype animasi tiga dimensi&lt;br /&gt;dengan menggunakan NetImmerse library. Di mana penjelasan ini mencakup mulai&lt;br /&gt;dari pembuatan karakter, labirin, penggabungannya dengan program serta&lt;br /&gt;implementasi pendeteksian benturan antara karakter dengan labirin.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;NetImmerse adalah satu dari library untuk animasi tiga dimensi yang&lt;br /&gt;menyediakan seperangkat peralatan, plugins, dan juga run-time libraries.  Di&lt;br /&gt;samping itu, NetImmerse juga menunjang beberapa platform. Pembuatan karakter&lt;br /&gt;dilakukan dengan menggunakan 3D Studio Max yang merupakan peralatan  bantu&lt;br /&gt;untuk pembuatan karakter guna animasi tiga dimensi. NetImmerse mempunyai&lt;br /&gt;plugin untuk 3D Studio Max, sehingga dengan mudah hasil karakter dapat diekspor&lt;br /&gt;ke format NetImmerse.&lt;br /&gt;Kata kunci: Animasi Tiga Dimensi, NetImmerse.&lt;br /&gt;ABSTRACT:  3D Animation is one of the computer engineering field that growth&lt;br /&gt;fastly now. A lot of new techniques and algorithms have been developed in that field.&lt;br /&gt;Its application covered wide area, for example game software, medical analysis,&lt;br /&gt;architecture design, advertising.and many more.&lt;br /&gt;This paper describes how to implement  prototype of  3D Animation using&lt;br /&gt;NetImmerse library. It includes a discussion on  how to create character model and  to&lt;br /&gt;implement it on NetImmerse  library,  to  create a maze and  to  implement collision&lt;br /&gt;detection features between character model and maze.&lt;br /&gt;NetImmerse is one of the greatest  3D  engine library that provided  a&lt;br /&gt;comprehensive set of tools, plugins, and run-time libraries.  It provides end-to-end&lt;br /&gt;support to many plafform. Character model is created using 3D Studio Max Software,&lt;br /&gt;the one of most powerful 3D Animation Software. NetImmerse has plugin of 3D&lt;br /&gt;Studio Max Software, so can easily export the character have created to the&lt;br /&gt;NetImmerse format.&lt;br /&gt;Keywords:   3D Animation, NetImmerse.&lt;br /&gt;1.  PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Pada area animasi tiga dimensi, terdapat banyak teknik dan algoritma baru yang dikembangkan akhir-akhir ini. Dan banyak terdapat pula peralatan bantu yang mempunyai kemampuan untuk membuat animasi tiga dimensi. NetImmerse yang dibuat oleh perusahaan Numerical Design Limited (NDL) adalah salah satu paket yang terdiri dari peralatan  bantu ( tools),  plugins dan  run time libraries yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi animasi tiga dimensi. NetImmerse merupakan paket bantu perangkat lunak dalam bahasa C++ yang berorientasi obyek dan mempunyai tujuan untuk menghemat waktu dan biaya bagi para pembuat game tiga dimensi dan aplikasi tiga dimensi untuk mengembangkan  game ataupun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/inf/article/viewFile/15842/15834"&gt;download&lt;/a&gt; selengkapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://puslit2.petra.ac.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-1190982813337752980?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/1190982813337752980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pembuatan-prototype-animasi-tiga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1190982813337752980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1190982813337752980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pembuatan-prototype-animasi-tiga.html' title='PEMBUATAN PROTOTYPE ANIMASI TIGA DIMENSI DENGAN MENGGUNAKAN NETIMMERSE LIBRARY'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-6490255199927886991</id><published>2010-02-10T04:18:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:37:32.404-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Kebutuhan Sumber Daya Manusia Dalam membuat talk show ata acara televisi</title><content type='html'>Kebutuhan Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;a)    Produser&lt;br /&gt;Seorang produser berlaku sebagai manager yang mengontrol keseluruhan proyek talk show dan mengelola budget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)    Sutradara&lt;br /&gt;Seorang sutradara bertanggung jawab terhadap keseluruhan aspek kreatif pada talk show, mengontrol keseluruhan isi dan alur plot film, memberikan pengarahan dan mengatur sinematografi film. Seorang sutradara menjadi subordinate /  wakil dari produser, bahkan pada hal – hal tertentu sutradara kadang merangkap menjadi produser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)    Scriptwriter / Screenwriter&lt;br /&gt;Scripwriter bertugas membuat naskah atau tema serta point – point yang digunakan ketika talk show.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d)    Storyboard Artist&lt;br /&gt;Storyboard artist bertugas membuat storyboard dari hasil screenplay yang digunakan sebagai panduan visual dari cerita atau tema. Antara script dan stoyboard saling&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; mendukung. Script sebagai kata – kata dan storyboard sebagai visualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e)    Kameramen&lt;br /&gt;Kameramen adalah orang yang bertanggungjawab untuk mengoperasikan kamera selama produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f)    Modeling Artis dan Animator&lt;br /&gt;Modeling artist bertanggung jawab terhadap pembuatan model rancang bangun, karakter dan pewarnaan terhadap model yang dibuat tersusun menggunakan objek – objek 3D untuk membentuk berbagai objek 3D yang kemudian akan dianimasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g)    Editor&lt;br /&gt;Editor bertugas untuk mengedit video, animasi dan menambahkan gambar – gambar yang diperlukan agar menjadi tayangan talk show yang berkualitas dan juga bertugas untuk mengkombinasikan dan mensinkronkan antara video dan audio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h)    Soundman&lt;br /&gt;Bertugas membuat atau memilih atau merekam suara dan efek suara yang sesuai dengan nuansa cerita selama produksi. Soundman dalam animasi 3D juga berperan dalam men dubbing masing – masing karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i)    Desain Grafis&lt;br /&gt;Desain grafis bertugas untuk membuat desain yang akan digunakan untuk perlengkap pada talk show.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-6490255199927886991?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/6490255199927886991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/kebutuhan-sumber-daya-manusia-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/6490255199927886991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/6490255199927886991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/kebutuhan-sumber-daya-manusia-dalam.html' title='Kebutuhan Sumber Daya Manusia Dalam membuat talk show ata acara televisi'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-8105908035228385153</id><published>2010-02-10T04:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:38:30.342-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aplikasi'/><title type='text'>Langkah – langkah Dalam Mengembangkan Aplikasi Multimedia</title><content type='html'>Langkah – langkah Dalam Mengembangkan Aplikasi Multimedia&lt;br /&gt;Pengembangan  aplikasi informasi multimedia tidak akan berhasil dengan baik jika tidak melakukan pendekatan yang melibatkan pemakai atau user sebagai pengguna aktif. Menurut Raymond Mc Leod, ada beberapa langkah – langkah khusus yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan sistem multimedia antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Mendefinisikan Masalah&lt;br /&gt;Analisis sistem mengidentifikasikan kebutuhan pemakai dan menentukan bahwa pemecahannya memerlukan multimedia.&lt;br /&gt;2.    Merancang Konsep&lt;br /&gt;Analisi sistem dan pemakai, bekerjasama dengan Profesional Komunikasi seperti produser, sutradara, dan teknisi video, terlibat dalam rancangan konsep yang menentukan keseluruhan peran dan memerisa semua urutan utama.&lt;br /&gt;3.    Merancang Isi&lt;br /&gt;Pengembang terlibat dalam rancangan isi dengan menyiapkan spesifikasi aplikasi yang rinci. Disinilah media dipilih&lt;br /&gt;4.    Menulis Naskah&lt;br /&gt;Dialog, isi cerita atau tema dana semua elemen yang akan diinformasikan disusun sedemikian rupa agar mudah dalam penyampaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Merancang Grafik&lt;br /&gt;Grafik yang dipilih yang mendukung dialog, seperti storyboard&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; atau gambar – gambar yang akan digunakan pada latar belakang atau perlengkapan lain yang digunakan dalam pembuatan video.&lt;br /&gt;6.    Memproduksi Sistem&lt;br /&gt;Pengembangan sistem memproduksi berbagai bagian dan menyatukannya dengan sistem. Selain mengembangkan perangkat lunak aplikasi, tugasnya mencakup kegiatan khusus seperti menyunting video, memasukkan gambar, suara, dan authoring dalam penggabungan elemen – elemen yang terpilih dengan menggunakan software khusus.&lt;br /&gt;7.    Melakukan Tes Pemakai&lt;br /&gt;Analisis sistem mendidik pemakai dalam penggunaan sistem dan memberikan kesempatan bagi pemakai untuk akrab dengan semua sistem yang digunakan.&lt;br /&gt;8.    Menggunakan Sistem&lt;br /&gt;Pemakai menggunakan sistem dan memanfaatkan sistem tersebut.&lt;br /&gt;9.    Memelihara Sistem&lt;br /&gt;Seperti pada sistem berbasis komputer lainnya, sistem multimedia harus dipelihara agar dapat digunakan dalam waktu yang lama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.1.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-8105908035228385153?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/8105908035228385153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/langkah-langkah-dalam-mengembangkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8105908035228385153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8105908035228385153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/langkah-langkah-dalam-mengembangkan.html' title='Langkah – langkah Dalam Mengembangkan Aplikasi Multimedia'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-1148499060977715708</id><published>2010-02-10T04:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:37:16.715-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dubbing'/><title type='text'>Pengertian Dan teknik Dubbing</title><content type='html'>Dunia dubbing ( sulih suara ) adalah bagian dari berkesenian yang pada media ekspresi Audio Visual. Dimana lebih berolah vokal dalam bermain drama. Hal ini menunjukkan bahwa bermain drama dengan cara meng-alih bahasa untuk media film tetap berperan penting dalam berkesian. Ada 2 teknik dalam dubbing yang nanti sangat membantu pada saat lipsync, yaitu menggunakan teknik dubber basah dan dubber kering.&lt;br /&gt;•    Teknik dubber basah yaitu penyusunan animasi gerakan mulut dengan file suara yang sudah ada dibuat terlebih dahulu sehingga penulis tinggal menyesuaikan gerakan mulut dengan suara yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;•    Teknik dubber kering yaitu penyusunan animasi gerakan mulut dengan file suara yang belum dibuat, sehingga penulis harus menentukan berapa lama animasi mulut tersebut diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://teatergress.wordpress.com/category/dubbing/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-1148499060977715708?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/1148499060977715708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-dan-teknik-dubbing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1148499060977715708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1148499060977715708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-dan-teknik-dubbing.html' title='Pengertian Dan teknik Dubbing'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-3823520065881244391</id><published>2010-02-10T04:12:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:39:49.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3D'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><title type='text'>Tahapan pembuatan Animasi 3 Dimensi</title><content type='html'>Tahapan pembuatan Animasi 3 Dimensi&lt;br /&gt;    Pra Produksi&lt;br /&gt;1.    Penulisan cerita&lt;br /&gt;2.    Concept Art : membuat gambar – gambar sketsa&lt;br /&gt;3.    Persiapan budget (jika merupakan project commercial) dan penjadwalan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Produksi&lt;br /&gt;1.    Modeling : pembuatan model 3 dimensi di komputer dengan menggunakan dasar koordinat XYZ&lt;br /&gt;2.    Texturing : menempelkan image map pada model yang telah dibuat, image  dapat berupa foto atau hasil painting.&lt;br /&gt;3.    Skeletal Setup : pembuatan tulang pada character dan membuat pengaturannya agar tulang dapat bergerak dengan baik.&lt;br /&gt;4.    Skinning : menempelkan kulit pada tulang yang telah di setup&lt;br /&gt;5.    Animation : memulai proses animasi dengan menggerakkan object dan tulang frame by frame.&lt;br /&gt;6.    Visual Effect : memasukkan elemen effect seperti api, asap, ledakan atau simulasi&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; partikel yang sekiranya diperlukan ke dalam animasi.&lt;br /&gt;7.    Rendering : memfinalisasi semua object wireframe dan partikel menjadi gambar yang dapat dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pasca Produksi&lt;br /&gt;1.    Compositing : menggabungkan semua elemen gambar menjadi satu bagian yang utuh lalu dilakukan finalisasi dengan melakukan koreksi warna.&lt;br /&gt;2.    Editing : mengatur alur cerita dan continuity agar cerita dapat dimengerti dan dinikmati.&lt;br /&gt;3.    Rendering dan Penentuan Video Compotition Codec : Tahap dimana animasi yang kita buat siap dijadikan output.&lt;br /&gt;(3D animation movie halaman 77, Zaharuddin G Djalle, Demi Dasmana)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-3823520065881244391?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/3823520065881244391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tahapan-pembuatan-animasi-3-dimensi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3823520065881244391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3823520065881244391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tahapan-pembuatan-animasi-3-dimensi.html' title='Tahapan pembuatan Animasi 3 Dimensi'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-5506582549476841123</id><published>2010-02-10T04:11:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:40:04.243-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3D'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><title type='text'>Peralatan Dasar Membuat Animasi 3 Dimensi</title><content type='html'>Peralatan Dasar Membuat Animasi 3 Dimensi&lt;br /&gt;1.    Microphone / Head seat&lt;br /&gt;Microphone atau head seat digunakan untuk proses pengisian suara yang nantinya akan digunakan dalam film tersebut. Microphone dapat langsung diinputkan kedalam komputer untuk direkam langsung menggunakan software yang menangani editing dan capture suara.&lt;br /&gt;2.    Komputer&lt;br /&gt;Komputer yang digunakan sebaiknya memiliki&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kemampuan multimedia dengan spesifikasi disarankan menggunakan minimal Pentium IV, memori 512 MB, VGA minimal 32 MB, sound card.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-5506582549476841123?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/5506582549476841123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/peralatan-dasar-membuat-animasi-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/5506582549476841123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/5506582549476841123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/peralatan-dasar-membuat-animasi-3.html' title='Peralatan Dasar Membuat Animasi 3 Dimensi'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-5201222110629944232</id><published>2010-02-10T04:10:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:42:29.416-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><title type='text'>Konsep Dasar Animasi</title><content type='html'>Animasi tidak hanya untuk film 3 Dimensi saja, dapat juga kita gunakan untuk media pendidikan, informasi, tutorial dan media pengetahuan lainnya yang tidak dapat dijangkau secara life tetapi melalui media&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; kamera foto atau video.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-5201222110629944232?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/5201222110629944232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/konsep-dasar-animasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/5201222110629944232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/5201222110629944232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/konsep-dasar-animasi.html' title='Konsep Dasar Animasi'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-6592474090274803135</id><published>2010-02-10T04:09:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:46:15.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><title type='text'>Pengertian Animasi Komputer</title><content type='html'>Sesuai dengan perkembangan zaman, memasuki dunia komputer atau digital, film animasi pun banyak mengalami perkembangan pesat didunia komputer. Banyak industri film animasi memanfaatkan teknologi komputer untuk memproduksi filmnya, karena banyak memberikan kemudahan dalam mengembangkan imajinasi lebih luas dan jauh dari jangkauan pemikiran rasional manusia, namun dapat diwujudkan dalam suatu bentuk visual realita yang logis dapat diterima akal, meskipun hanya hidup di dunia maya. Animasi komputer adalah seni menghasilkan gambar bergerak melelui penggunaan komputer dan merupakan sebagian bidang grafik dan animasi. Animasi semakin banyak dihasilkan melalui grafik komputer 3D, walaupun grafik komputer 2D masih banyak ada. Kadangkala sasaran animasi komputer itu sendiri, kadangkala sasaran adalah antara lain, seperti film. Untuk menghasilkan gambar pergerakan, image (gambar) dipaparkan pada screen komputer dan diganti dengan image (gambar) baru yang selaras gambar sebelumnya dengan pantas. Teknik ini serupa dengan bagaimana gambar bergerak dihasilkan melalui televisi dan film. Animasi komputer 3D pada asasnya merupakan pengganti digit bagi seni animasi dengan gerak (stop motion); patung animasi dibina pada screen komputer dan dipasang dengan rangka siber. Kemudian anggota badan, mata, mulut, pakaian, dan lain – lain bagi patung 3D digerakkan oleh juru animasi. Akhirnya animasi dihasilkan. (3D animation movie halaman 21, Zaharuddin G Djalle, Demi Dasmana)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-6592474090274803135?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/6592474090274803135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-animasi-komputer.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/6592474090274803135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/6592474090274803135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-animasi-komputer.html' title='Pengertian Animasi Komputer'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-2884127202006033464</id><published>2010-02-10T04:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:42:10.604-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><title type='text'>Unsur _ Unsur Multimedia</title><content type='html'>Unsur – unsur pendukung dalam multimedia antara lain adalah teks, suara, gambar, animasi dan video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)Teks&lt;br /&gt;Bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks merupakan yang paling dekat dengan kita dan yang paling banyak kita lihat. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa kita. Kebutuhan teks tergantung pada kegunaan aplikasi multimedia. Secara umum ada empat macam teks yaitu teks cetak, teks hasil scan, teks elektronis dan hyperteks. Lebih dari itu file teks mempunyai struktur linier sederhana. Meskipun ada multimedia tanpa teks, namun sebagian besar sistem multimedia menggunakan teks, sebab teks sangat efektif untuk menyampaikan ide serta memberikan panduan pada pengguna . (Multimedia Alat untuk Meningkatkan keunggulan bersaing halaman 255 , M.Suyanto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)Grafik / Gambar&lt;br /&gt;Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena gambar lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Sering dikatakan bahwa sebuah gambar mampu menyajikan seribu kata. Tapi ini berlaku hanya ketika kita biasa menampilkan gambar yang diinginkan saat kita memerlukannya. Multimedia membatu kita melakukan hal ini, yakni ketika gambar grafis menjadi objek suatu link. Grafis sering kali muncul sebagai backdrop (latar belakang) suatu teks untuk menghadirkan kerangka yang mempermanis teks. (Multimedia Alat untuk Meningkatkan keunggulan bersaing halaman 261 , M.Suyanto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)Suara / Bunyi&lt;br /&gt;Bunyi atau sound dalam komputer multimedia, khusunya pada aplikasi bidang bisnis dan game sangat bermanfaat. Komputer multimedia tanpa bunyi hanya disebut unimedia, bukan multimedia. Bunyi atau sound&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;dapat kita tambahkan dalam produksi multimedia melalui suara, musik dan efek-efek suara. Seperti halnya pada grafik, kita dapat membeli koleksi sound disamping juga menciptakan sendiri. Beberapa jenis objek bunyi yang biasa digunakan dalam produksi multimedia yakni format waveform audio, compact disk audio, MIDI sound track dan mp3. Sebuah film tanpa suara akan kelihatan basi dan membosanakan. Dalam teknologi multimedia, suara mempunyai peranan yang cukup penting bila kita tinjau dari visi utama informasi multimedia yaitu memanfaatkan semua indera manusia terutama mata dan telinga. (Multimedia Alat untuk Meningkatkan keunggulan bersaing halaman 272 , M.Suyanto)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-2884127202006033464?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/2884127202006033464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/unsur-unsur-multimedia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/2884127202006033464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/2884127202006033464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/unsur-unsur-multimedia.html' title='Unsur _ Unsur Multimedia'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-8683872022943722106</id><published>2010-02-10T04:06:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:43:53.398-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutimedia'/><title type='text'>Pentingnya Multimedia</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;Multimedia sangat penting bagi dunia bisnis karena salah satunya dipakai sebagai alat untuk bersaing perusahaan seperti. Pada saat ini multimedia menjadi suatu kebutuhan, disetiap sudut kota pasti terdapat suatu unsur multimedia. Sehingga dalam penyampaian makna, kata-kata dalam aplikasi multimedia bisa menjadi pemicu yang dapat digunakan memperluas cakupan teks untuk memeriksa suatu topik tertentu secara lebih luas. Multimedia melakukan hal ini bukan hanya dengan menyediakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;lebih banyak teks melainkan juga menghidupkan teks dengan menyertakan bunyi, gambar, musik, animasi dan video. Kelebihan multimedia adalah menarik indera dan menarik minat, karena merupakan gabungan antara pandangan, suara dan gerakan. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;(Multimedia Alat untuk Meningkatkan keunggulan bersaing halaman 21 , M.Suyanto)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-8683872022943722106?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/8683872022943722106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pentingnya-multimedia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8683872022943722106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8683872022943722106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pentingnya-multimedia.html' title='Pentingnya Multimedia'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-7487783227838885798</id><published>2010-02-10T04:04:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:41:13.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='talk show'/><title type='text'>Tahapan Pembuatan Talk Show</title><content type='html'>1) Pengumpulan data&lt;br /&gt;Proses pembuatan tema dan pengumpulan data yang sekiranya diperlukan dalam pembuatan talk show sesuai tema yang telah ditentukan&lt;br /&gt;2) Membuat outline / Breakdown naskah&lt;br /&gt;Untuk mempermudah membuat talkshow, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point tentang apa saja yang akan diperbincangkan pada saat talk show.&lt;br /&gt;3) Rundown &lt;br /&gt;Susunan isi dan alur cerita dari program acara yang dibatasi oleh&lt;br /&gt;durasi, segmentasi, dan bahasa naskah&lt;br /&gt;4)Persiapan Talk Show&lt;br /&gt;Untuk mempermudah saat memproduksi talk show maka kita harus mempersiapkan alat – alat shooting seperti kamera, lighting, boom dan lain – lain.&lt;br /&gt;5) Produksi&lt;br /&gt;Proses pengambilan gambar saat talk show sedang dilakukan dll.&lt;br /&gt;6) Editing video&lt;br /&gt;Proses pengeditan video agar nanti talk show lebih kelihatan rapi,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; sesuai dengan durasi yang telah ditentukan dan berjalan sesuai dengan naskah atau tema.&lt;br /&gt;7) Audio processing&lt;br /&gt;Agar hasil suatu talk show sempurna maka kita harus melakukan editing suara. &lt;br /&gt;8) Packing &amp;amp; finishing&lt;br /&gt;Proses hasil akhir ketika semua tahapan sudah selesai, dan akan dilakukan test atau  nonton bareng untuk mengetest apakah talk show tersebut siap launching tau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) On Air&lt;br /&gt;Menyiarkan hasil talk show yang telah dibuat kepada khalayak umum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-7487783227838885798?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/7487783227838885798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tahapan-pembuatan-talk-show.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7487783227838885798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7487783227838885798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tahapan-pembuatan-talk-show.html' title='Tahapan Pembuatan Talk Show'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-6833907512234298060</id><published>2010-02-10T04:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:38:57.982-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='talk show'/><title type='text'>Macam - Macam Talk Show</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; /* Font Definitions */&lt;br /&gt; @font-face&lt;br /&gt;	{font-family:"Cambria Math";&lt;br /&gt;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;&lt;br /&gt;	mso-font-charset:0;&lt;br /&gt;	mso-generic-font-family:roman;&lt;br /&gt;	mso-font-pitch:variable;&lt;br /&gt;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}&lt;br /&gt;@font-face&lt;br /&gt;	{font-family:Calibri;&lt;br /&gt;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;&lt;br /&gt;	mso-font-charset:0;&lt;br /&gt;	mso-generic-font-family:swiss;&lt;br /&gt;	mso-font-pitch:variable;&lt;br /&gt;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}&lt;br /&gt; /* Style Definitions */&lt;br /&gt; p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal&lt;br /&gt;	{mso-style-unhide:no;&lt;br /&gt;	mso-style-qformat:yes;&lt;br /&gt;	mso-style-parent:"";&lt;br /&gt;	margin-top:0cm;&lt;br /&gt;	margin-right:0cm;&lt;br /&gt;	margin-bottom:10.0pt;&lt;br /&gt;	margin-left:0cm;&lt;br /&gt;	line-height:115%;&lt;br /&gt;	mso-pagination:widow-orphan;&lt;br /&gt;	font-size:11.0pt;&lt;br /&gt;	font-family:"Calibri","sans-serif";&lt;br /&gt;	mso-fareast-font-family:Calibri;&lt;br /&gt;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}&lt;br /&gt;.MsoChpDefault&lt;br /&gt;	{mso-style-type:export-only;&lt;br /&gt;	mso-default-props:yes;&lt;br /&gt;	font-size:10.0pt;&lt;br /&gt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;&lt;br /&gt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;&lt;br /&gt;	mso-ascii-font-family:Calibri;&lt;br /&gt;	mso-fareast-font-family:Calibri;&lt;br /&gt;	mso-hansi-font-family:Calibri;}&lt;br /&gt;@page Section1&lt;br /&gt;	{size:612.0pt 792.0pt;&lt;br /&gt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;&lt;br /&gt;	mso-header-margin:36.0pt;&lt;br /&gt;	mso-footer-margin:36.0pt;&lt;br /&gt;	mso-paper-source:0;}&lt;br /&gt;div.Section1&lt;br /&gt;	{page:Section1;}&lt;br /&gt; /* List Definitions */&lt;br /&gt; @list l0&lt;br /&gt;	{mso-list-id:106704075;&lt;br /&gt;	mso-list-template-ids:326954150;}&lt;br /&gt;@list l0:level1&lt;br /&gt;	{mso-level-tab-stop:none;&lt;br /&gt;	mso-level-number-position:left;&lt;br /&gt;	margin-left:60.55pt;&lt;br /&gt;	text-indent:-18.0pt;}&lt;br /&gt;@list l0:level2&lt;br /&gt;	{mso-level-tab-stop:none;&lt;br /&gt;	mso-level-number-position:left;&lt;br /&gt;	margin-left:96.55pt;&lt;br /&gt;	text-indent:-18.0pt;}&lt;br /&gt;@list l0:level3&lt;br /&gt;	{mso-level-start-at:5;&lt;br /&gt;	mso-level-number-format:alpha-lower;&lt;br /&gt;	mso-level-tab-stop:none;&lt;br /&gt;	mso-level-number-position:left;&lt;br /&gt;	margin-left:141.55pt;&lt;br /&gt;	text-indent:-18.0pt;&lt;br /&gt;	mso-ansi-font-weight:bold;}&lt;br /&gt;ol&lt;br /&gt;	{margin-bottom:0cm;}&lt;br /&gt;ul&lt;br /&gt;	{margin-bottom:0cm;}&lt;br /&gt;--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sebenarnya &lt;i&gt;talk show&lt;/i&gt; dikategorikan menjadi dua, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 96.55pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Talk show&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt; yang sifatnya ringan dan menghibur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 96.55pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Talk show&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt; yang sifatnya formal dan serius&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 15.3pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Talk show&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt; yang sifatnya formal dan serius umumnya termasuk dalam kategori &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;berita, sementara &lt;i&gt;talk show&lt;/i&gt; yang sifatnya ringan dan menghibur termasuk dalam kategori informasi. Untuk kategori yang kedua ini, &lt;i&gt;talk show&lt;/i&gt; biasanya disampaikan dalam suasana yang santai dan penuh keakraban dengan mengundang satu atau lebih narasumber untuk membahas topik yang sedang hangat. Topik-topik yang sifatnya ringan dan mudah dicerna oleh pemirsa. Suasana santai dan ringan itu juga tercermin dari kepiawaian sang tuan rumah acara (&lt;i&gt;host&lt;/i&gt;) alias moderator yang menghidupkan suasana dengan komentar-komentar atau ulah jahil yang memancing tawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-6833907512234298060?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/6833907512234298060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/macam-macam-talk-show.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/6833907512234298060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/6833907512234298060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/macam-macam-talk-show.html' title='Macam - Macam Talk Show'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-9058740600756601928</id><published>2010-02-10T03:42:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:43:06.319-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='talk show'/><title type='text'>Pengertian Talk Show</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIYANA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Salah satu format yang sering digunakan televisi dalam menampilkan wacana ”serius” adalah &lt;i&gt;talk show. Talk show&lt;/i&gt; merupakan wacana broadcast yang bisa dilihat sebagai produk media maupun sebagai talk oriented terus-menerus. Sebagai produk media, &lt;i&gt;talk show&lt;/i&gt; dapat menjadi ‘teks’ budaya yang berinteraksi dengan pemirsanya dalam produksi dan pertukaran makna. Sebagai sebuah proses dialog, &lt;i&gt;talk show&lt;/i&gt; akan memperhatikan masalah efisiensi dan akurasi, pada aspek: kontrol pembawa acara, kondisi partisipan dan even evaluasi &lt;i&gt;audiens&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 29.45pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Definisi &lt;i&gt;talk show&lt;/i&gt; menurut Farlex (2005) dalam The Free Dictionary : &lt;i&gt;A television or radio show in which noted people, such us authorities in a particular field, participate in discussion or are interviewed and often answer question from viewers or listeners.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;(Sebuah acara televisi atau radio, yang mana orang terkemuka, seperti seorang a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;hli dalam bidang tertentu, berpartisipasi dalam diskusi atau diwawancarai dan kadangkala menjawab pertanyaan dari pemirsa atau pendengar.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 29.45pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-size:12pt;" &gt;Talk show&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt; mempunyai ciri tipikal: menggunakan percakapan sederhana (&lt;i&gt;casual conversation&lt;/i&gt;) dengan bahasa yang universal (untuk menghadapi heterogenitas khalayak). Tema yang diangkat mestilah benar-benar penting (atau dianggap penting) untuk diketahui khalayak atau setidaknya menarik bagi pemirsanya. Wacana yang diketengahkan merupakan isu (atau trend) yang sedang berkembang dan hangat di masyarakat. Berdasarkan Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 009/SK/KPI/8/2004 Tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia pada Pasal 8 disebutkan bila program &lt;i&gt;talk show&lt;/i&gt; termasuk di dalam program faktual. Adapun pengertian program faktual merujuk pada program siaran yang menyajikan fakta non-fiksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-9058740600756601928?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/9058740600756601928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-talk-show.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/9058740600756601928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/9058740600756601928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-talk-show.html' title='Pengertian Talk Show'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-8551209473803977965</id><published>2010-02-08T16:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:34:52.646-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><title type='text'>animasi cell shading</title><content type='html'>&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;b&gt;Cel-shading animasi&lt;/b&gt; (juga disebut &lt;b&gt;cel-shading&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;toon shading)&lt;/b&gt; adalah jenis &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Non-photorealistic_rendering&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhjcE41bWv5TWW9Bjx-rlNvH2JztzQ" title="Non-fotorealistik rendering"&gt;non-rendering fotorealistik&lt;/a&gt; dirancang untuk membuat &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_graphics&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhg8MXMdcRF3NIriUGwhHjtb2SI72g" title="Komputer grafis"&gt;grafik komputer&lt;/a&gt; tampak tangan-diambil.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Cel- &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Shader&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhi7kn6WW64TgJmzNMv5kIYIN0sLOQ" title="Shader"&gt;shading&lt;/a&gt; is often used to mimic the style of a &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Comic_book&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhjtq-QGx2H-MAhjEteXEEY55EB9fA" title="Komik"&gt;comic book&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Cartoon&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhhE2eFEzT3WOR6sBm1h7m5ah-d3nw" title="Kartun"&gt;cartoon&lt;/a&gt; .&lt;/span&gt; &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Shader&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhi7kn6WW64TgJmzNMv5kIYIN0sLOQ" title="Shader"&gt;Cel-shading&lt;/a&gt; sering digunakan untuk meniru gaya &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Comic_book&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhjtq-QGx2H-MAhjEteXEEY55EB9fA" title="Komik"&gt;buku komik&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Cartoon&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhhE2eFEzT3WOR6sBm1h7m5ah-d3nw" title="Kartun"&gt;kartun.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;It is a somewhat recent addition to computer graphics, most commonly turning up in &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Video_game_console&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhja-7RCHd0tjcAqamsnAC0V0Y5Eeg" title="Konsol permainan video"&gt;console&lt;/a&gt; &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Video_game&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhjAqqa68CjJBr5Il5ZH2A1gaIoFCw" title="Video game"&gt;video games&lt;/a&gt; .&lt;/span&gt; Ini adalah sedikit penambahan yang baru pada komputer grafis, paling sering berubah di &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Video_game_console&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhja-7RCHd0tjcAqamsnAC0V0Y5Eeg" title="Konsol permainan video"&gt;konsol&lt;/a&gt; &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Video_game&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhjAqqa68CjJBr5Il5ZH2A1gaIoFCw" title="Video game"&gt;video game.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Though the end result of cel-shading has a very simplistic feel like that of &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Traditional_animation&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhgwnr8h_IVaYtxoOoJjnCpG_GQDBw" title="Tradisional animasi"&gt;hand-drawn animation&lt;/a&gt; , the process is complex.&lt;/span&gt; Meskipun hasil akhir dari cel-pelindung memiliki sangat sederhana merasa seperti itu dari &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Traditional_animation&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhgwnr8h_IVaYtxoOoJjnCpG_GQDBw" title="Tradisional animasi"&gt;tangan-diambil animasi,&lt;/a&gt; proses rumit.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;The name comes from the clear sheets of acetate, called &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Cel&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhhsbstDdJ8emLOqrSA-km_hH3F-lw" title="Cel"&gt;cels&lt;/a&gt; , which are painted on for use in traditional 2D animation, such as &lt;a class="mw-redirect" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Walt_Disney%27s_The_Classics&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhgD1fQ-TbMaK00allvPUd6HiWpUfw" title="Walt Disney's The Classics"&gt;Disney classics&lt;/a&gt; . &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Cel-shaded_animation&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiKS38bIAuyRLeGuBvp0HSDV5V-NA#cite_note-0"&gt;&lt;sup class="reference" id="cite_ref-0"&gt;[ 1 ]&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; Nama berasal dari lembaran yang jelas asetat, yang disebut &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Cel&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhhsbstDdJ8emLOqrSA-km_hH3F-lw" title="Cel"&gt;cels,&lt;/a&gt; yang dilukis di untuk digunakan dalam animasi 2D tradisional, seperti &lt;a class="mw-redirect" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Walt_Disney%27s_The_Classics&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhgD1fQ-TbMaK00allvPUd6HiWpUfw" title="Walt Disney's The Classics"&gt;klasik Disney.&lt;/a&gt; &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Cel-shaded_animation&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiKS38bIAuyRLeGuBvp0HSDV5V-NA#cite_note-0"&gt;&lt;sup class="reference" id="cite_ref-0"&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Process"&gt;Proses&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h2&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;The cel-shading process starts with a typical &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/3D_computer_graphics&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiUTK0BZVmYHdtZT2qmP3yeB5vRkA#Modeling" title="Grafika komputer 3D"&gt;3D model&lt;/a&gt; .&lt;/span&gt; Cel-shading yang proses yang khas dimulai dengan &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/3D_computer_graphics&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiUTK0BZVmYHdtZT2qmP3yeB5vRkA#Modeling" title="Grafika komputer 3D"&gt;model 3D.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Where cel-shading differs from conventional rendering is in its use of non-photorealistic lighting.&lt;/span&gt; Mana cel-shading berbeda dari rendering konvensional dalam penggunaan non-fotorealistik pencahayaan.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Conventional (smooth) lighting values are calculated for each pixel and then mapped to a small number of discrete shades to create the characteristic flat look – where the shadows and highlights appear more like blocks of color rather than mixed in a smooth way.&lt;/span&gt; Konvensional (halus) nilai pencahayaan yang dihitung untuk setiap pixel dan kemudian dipetakan ke sejumlah kecil terpisah untuk menciptakan nuansa yang khas tampilan datar - di mana bayang-bayang dan menyoroti tampak seperti blok warna daripada dicampur dalam cara yang halus.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Black "ink" outlines and contour lines can be created using a variety of methods.&lt;/span&gt; Black "tinta" garis besar dan garis-garis kontur dapat dibuat dengan menggunakan berbagai metode.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;One popular method is to first render a black outline, slightly larger than the object itself. &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Hidden_surface_determination&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhhJhmzcsOxwBu1GenpxF0yeSx_T6Q" title="Penentuan permukaan Tersembunyi"&gt;Backface culling&lt;/a&gt; is inverted and the back-facing triangles are drawn in black.&lt;/span&gt; Salah satu metode populer adalah pertama-tama membuat garis hitam, sedikit lebih besar daripada benda itu sendiri. &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Hidden_surface_determination&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhhJhmzcsOxwBu1GenpxF0yeSx_T6Q" title="Penentuan permukaan Tersembunyi"&gt;Backface pemusnahan&lt;/a&gt; adalah terbalik dan bagian belakang menghadap segitiga digambar hitam.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;To dilate the silhouette, these back faces may be drawn in &lt;a class="mw-redirect" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Wire_frame_model&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhi8zqjnA-4eGT-i2kL_EUIGdEwdbQ" title="Model frame kawat"&gt;wireframe&lt;/a&gt; multiple times with slight changes in translation.&lt;/span&gt; Untuk melebarkan siluet, wajah kembali ini dapat ditarik dalam &lt;a class="mw-redirect" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Wire_frame_model&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhi8zqjnA-4eGT-i2kL_EUIGdEwdbQ" title="Model frame kawat"&gt;gambar rangka&lt;/a&gt; berkali-kali dengan sedikit perubahan dalam penerjemahan.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Alternately, back-faces may be rendered solid-filled, with their vertices translated along their vertex normals in a &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Vertex_shader&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhh6FEfiScred2Ik3iGPYnOM1pWPWA" title="Vertex shader"&gt;vertex shader&lt;/a&gt; .&lt;/span&gt; Bergantian, kembali-wajah dapat diterjemahkan padat-penuh, dengan diterjemahkan simpul sepanjang dhuwur normal dalam &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Vertex_shader&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhh6FEfiScred2Ik3iGPYnOM1pWPWA" title="Vertex shader"&gt;dhuwur shader.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;After drawing the outline, back-face culling is set back to normal to draw the shading and optional textures of the object.&lt;/span&gt; Setelah menggambar garis, kembali-wajah pemusnahan diatur kembali normal untuk menarik bayangan dan opsional tekstur objek.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Finally, the image is composited via &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Z-buffering&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhj4Lv-JaE9-IqD77B_53rNjqTHV3Q" title="Z-buffering"&gt;Z-buffering&lt;/a&gt; , as the back-faces always lie deeper in the scene than the front-faces.&lt;/span&gt; Akhirnya, gambar composited via &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Z-buffering&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhj4Lv-JaE9-IqD77B_53rNjqTHV3Q" title="Z-buffering"&gt;Z-buffering,&lt;/a&gt; sebagai back-wajah selalu terletak lebih dalam adegan daripada wajah depan.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;The result is that the object is drawn with a black outline and interior contour lines.&lt;/span&gt; Hasilnya adalah bahwa objek digambar dengan garis hitam dan interior garis kontur.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Popularly, this "ink" outline applied to animation and games is what's called cel shading, while originally the term referred to the shading technique, regardless of whether outline is being applied or not.&lt;/span&gt; Populer, ini "tinta" garis diterapkan untuk animasi dan permainan adalah apa yang disebut cel shading, sementara awalnya istilah mengacu pada teknik pelindung, terlepas dari apakah garis besar sedang diterapkan atau tidak.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;The &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Utah_teapot&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhgu9gZC8w8wa2AEqjPfc7IRlISGTg" title="Utah teapot"&gt;Utah teapot&lt;/a&gt; rendered using cel-shading:&lt;/span&gt; The &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Utah_teapot&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhgu9gZC8w8wa2AEqjPfc7IRlISGTg" title="Utah teapot"&gt;Utah teko&lt;/a&gt; yang diberikan menggunakan cel-shading:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/File:Celshading_teapot_large.png&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhhJkUxuTfzxjvms4TBb61e6fSuQ2g" title="Utah Teapot diberikan menggunakan cel-shading."&gt;&lt;img alt="Utah Teapot diberikan menggunakan cel-shading." height="169" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8a/Celshading_teapot_large.png/700px-Celshading_teapot_large.png" width="700" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;The back faces are drawn with thick lines&lt;/span&gt; Wajah yang kembali diambil dengan garis tebal&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;The object is drawn with a basic texture&lt;/span&gt; Objek digambar dengan tekstur dasar&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Shading&lt;/span&gt; Shading&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Steps 2 and 3 can be combined using multi-texturing (see &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Texture_mapping&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiIbrwvJYSPD3T93rsWqz7uu5AQWg" title="Texture mapping"&gt;texture mapping&lt;/a&gt; ).&lt;/span&gt; Langkah 2 dan 3 dapat dikombinasikan dengan menggunakan multi-texturing (lihat &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Texture_mapping&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiIbrwvJYSPD3T93rsWqz7uu5AQWg" title="Texture mapping"&gt;tekstur pemetaan).&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Another outlining technique is to use 2D image-processing.&lt;/span&gt; Teknik menjabarkan lain adalah dengan menggunakan pengolahan gambar 2D.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;First, the scene is rendered (with cel-shading) to a screen-sized color texture:&lt;/span&gt; Pertama, adegan diterjemahkan (dengan cel-shading) ke layar warna berukuran tekstur:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cel_shading_no_outlines.png&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhi-bY0rbZu2IKbm2o7hyvyoj9IIlw"&gt;&lt;img alt="Cel shading tidak outlines.png" height="187" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b8/Cel_shading_no_outlines.png/250px-Cel_shading_no_outlines.png" width="250" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Then, the scene's depth and world-space surface normal information are rendered to screen-sized textures:&lt;/span&gt; Kemudian, adegan kedalaman dan permukaan ruang dunia informasi normal yang diberikan kepada ukuran layar tekstur:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cel_shading_depth.png&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhimrTf3-yvaNkVn8VvznJL5ibikQw"&gt;&lt;img alt="Cel shading depth.png" height="187" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/46/Cel_shading_depth.png/250px-Cel_shading_depth.png" width="250" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cel_shading_normals.png&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhjOJccmt_65bY_0XzZ0qKDu89crTw"&gt;&lt;img alt="Cel shading normals.png" height="188" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/76/Cel_shading_normals.png/250px-Cel_shading_normals.png" width="250" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;A &lt;a class="mw-redirect" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Sobel_filter&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiXWZkl70rjX2psM9WI-oUnhKj9Cw" title="Sobel filter"&gt;Sobel filter&lt;/a&gt; or similar edge-detection filter is applied to the normal/depth textures to generate an edge texture.&lt;/span&gt; A &lt;a class="mw-redirect" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Sobel_filter&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiXWZkl70rjX2psM9WI-oUnhKj9Cw" title="Sobel filter"&gt;Sobel filter&lt;/a&gt; atau mirip-deteksi tepi penyaring diterapkan ke normal / kedalaman tekstur untuk menghasilkan sebuah tekstur tepi.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Texels on detected edges are black, while all other texels are white:&lt;/span&gt; Texels di tepi terdeteksi hitam, sementara semua lainnya putih texels:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cel_shading_edge_detection.png&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhgCyQe5SNDpHvrqRmjt2jwDUIAkYA"&gt;&lt;img alt="Cel shading tepi detection.png" height="187" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/Cel_shading_edge_detection.png/250px-Cel_shading_edge_detection.png" width="250" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Finally, the edge texture and the color texture are composited to produce the final rendered image:&lt;/span&gt; Akhirnya, tepi tekstur dan warna tekstur composited untuk menghasilkan gambar yang diberikan terakhir:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cel_shading_composite_final_image.png&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Danimasi%2Bchell%2Bshading%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3Doie&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhisqUoOi8yiqvYCoGKjgHQfBmpLyg"&gt;&lt;img alt="Cel shading komposit image.png akhir" height="171" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/af/Cel_shading_composite_final_image.png/800px-Cel_shading_composite_final_image.png" width="800" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Contrary to most image-processing techniques, the performance penalty for this method is not affected by scene complexity.&lt;/span&gt; Berlainan dengan teknik pengolahan citra, kinerja hukuman untuk metode ini tidak terpengaruh oleh adegan kompleksitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseout="_tipoff()" onmouseover="_tipon(this)"&gt;sumber : wikipedia.org&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-8551209473803977965?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/8551209473803977965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/animasi-cell-shading.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8551209473803977965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8551209473803977965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/animasi-cell-shading.html' title='animasi cell shading'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-3733593643547856904</id><published>2010-02-07T17:58:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:30:24.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Langkah - Langkah Membuat Film Sendiri</title><content type='html'>Akhir-akhir ini, banyak yang memprotes para produsen sinetron Indonesia yang dianggap telah kehilangan daya kreatif sehingga akhirnya menyadur film yang diproduksi orang luar. Tapi, sebenarnya, bagaimana sih cara membuat film itu? Posting ini bukan sebuah pembelaan, dan bukan pula sebuah hujatan baru. Hanya ingin menunjukkan… Begini lho, caranya membuat film. Hitung-hitung, sebagai materi tambahan buat anak-anak saya di sekolah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, membuat film itu dapat dibagi ke dalam 14 tahapan. Apa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. IDE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, IDE ini harus unik dan original. Tapi, memutuskan untuk menyadur sebuah karya orang lain itu juga termasuk sebuah IDE lho… Untuk mencari IDE, banyak cara yang bisa dilakukan. Melakukan pengamatan terus-menerus, jalan-jalan ke tempat yang aneh dan belum pernah didatangi manusia, nangkring di pohon asem di pinggir jalan sambil mengamati kendaraan yang lalu lalang, atau bahkan duduk santai di sebuah food court di suatu plaza atau mall. Melamun sendirian di dalam kamar juga bisa mendatangkan ide, kok…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Sasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan IDE, tentukan sasaran dari film yang akan dibuat. Koleksi pribadi? Murid SMU? Komunitas S&amp;amp;M? Para Otaku? Para Blogger? Siapa yang akan menonton film itu nantinya? Itu juga harus ditentukan dengan jelas di awal. Jangan sampai terjadi, film tersebut ditujukan untuk anak SMU tapi karena tidak disosialisasikan dengan jelas, akhirnya dipenuhi adegan berantem penuh darah ala 300&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDE dan Sasaran sudah ditetapkan. Yang harus dipastikan selanjutnya adalah tujuan pembuatan film. Ingin menggugah nasionalisme seperti Naga Bonar? Ingin menyampaikan pesan terakhir sebelum nge-bom? Ingin mendapatkan kepuasan pribadi seperti pembuatan film Passion of the Christ? Apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Pokok Materi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah menyusun pokok materi. Apa sih pesan yang ingin disampaikan? Ungkapan cinta? Sekedar pesan mengingatkan bahaya merokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Sinopsis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis adalah ringkasan yang menggambarkan cerita secara garis besar. Semacam ide awal gitu loh. Dari sinopsis ini, nantinya bisa dikembangkan menjadi cerita yang lebih detil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Treatment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan ini adalah penggambaran adegan-adegan yang nantinya akan muncul dalam cerita. Tidak mendetil. Contoh treatment itu seperti ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang perokok yang sedang merokok dengan santainya. Kemudian tiba-tiba dia batuk-batuk dengan hebat dan agak lama. Sebelum beranjak pergi, orang itu membuang rokoknya sembarangan. Tiba-tiba muncul api…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Naskah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah adalah bentuk mendetil dari cerita. Dilengkapi dengan berbagai penjelasan yang mendukung cerita (seting environment, background music, ekspresi, semuanya…). Contoh naskah itu, seperti ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FS. Ali mengayuh becak. Ais duduk merenung, tidak mempedulikan Ali yang bolak-balik menatapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali : Dak usah dipikir lah, Mbak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ais : (kaget) Heh? Apa, Bang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Pengkajian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkajian disini, adalah yang dilakukan oleh seorang ahli isi (content) atau ahli media. Yang dikaji, adalah apakah naskahnya sudah sesuai dengan tujuan semula? Dan hal-hal yang mirip seperti itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Produksi Prototipe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ini dibagi jadi 3 sub-tahap, yaitu pra-produksi (penjabaran naskah, casting pemain, pengumpulan perlengkapan, penentuan dan pembuatan set, penentuan shot yang baik, pembuatan story board, pembuatan rancangan anggaran, serta penyusunan kerabat kerja), produksi (pengambilan gambar sesuai dengan naskah dan improvisasi sutradara), purna-produksi (intinya adalah editing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Uji coba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji coba ini dilakukan dengan memutar prototipe di hadapan sekelompok kecil orang. Kalau produsen film besar, biasanya melakukan ini di hadapan para kritikus. Tujuannya adalah untuk mengetahui respon dari calon audiens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. Revisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ada respon, maka dilakukan perubahan jika diperlukan. Karena itu lah, banyak film yang memiliki deleted scenes. Itu diakibatkan proses uji coba dan revisi ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. Preview&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preview itu adalah pemutaran perdana, di hadapan para ahli isi, ahli media, sutradara, produser, penulis naskah, editor, dan semua kru yang terlibat dalam produksi. Tujuan dari preview ini adalah untuk memastikan apakah semuanya berjalan lancar sesuai rencana atau ada penyimpangan. Bisa dikatakan, bahwa preview ini adalah proses pemeriksaan terakhir sebelum sebuah film diluncurkan secara resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13. Pembuatan Bahan Penyerta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Penyerta itu adalah poster iklan, trailer, teaser, buku manual (jika film yang dibuat adalah sebuah film tutorial), dan lain sebagainya yang mungkin dibutuhkan untuk mensukseskan film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14. Penggandaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap terakhir adalah penggandaan untuk arsip dan untuk didistribusikan oleh para Joni (ini terjadi pada jaman dulu kala, waktu format film digital masih ada di angan-angan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, demikian lah proses produksi sebuah film. Dari awal sampai akhir, siap untuk didistribusikan. Jadi, apa lagi yang ditunggu? Mari kita produksi film-film berkualitas agar tidak dikatakan bahwa sineas Indonesia telah kehilangan kreatifitas dan tidak bisa memproduksi karya orisinil lagi. SEMANGAT!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://suandana.wordpress.com/2007/07/06/14-langkah-membuat-film-sendiri/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-3733593643547856904?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/3733593643547856904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/langkah-langkah-membuat-film-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3733593643547856904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3733593643547856904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/langkah-langkah-membuat-film-sendiri.html' title='Langkah - Langkah Membuat Film Sendiri'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-7923578569182055161</id><published>2010-02-07T17:57:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:23:55.889-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='editing'/><title type='text'>Editing Video</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;Panduan encoding umumnya bertujuan untuk memaksimalkan kualitas video. Meskipun hal ini lebih hanya sebagai sebuah presentasi, yang lebih penting lagi adalah penggunaan camera yang canggih dan tehnik editing yang tinggi, maka hasil tampilan video dari professional setidaknya berbeda dengan rata-rata hasil home movie. System video editing yang paling mahal belum tentu menjamin hasil tampilan yang professional; system dengan budget rendah, akan membuat hasil yang mengagumkan dengan tehnik yang disukai saat meng-implementasikan pada saat shooting dan editing.&lt;span id="more-77"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pastikan subject tidak terlalu berada di tengah dan abaikan soal memotong kepala orang seperti yang sering terjadi pada fotografi. Yang penting yakin saja kaki orang-orang tidak terpotong dalam waktu yang lama. Meskipun mereka tidak focus pada viewer anda, pastikan selalu mengambil gambar orang secara komplit pada bidikan camera yang jauh.&lt;br /&gt;2. Untuk mengambil gambar bergerak, tempatkan subject pada bagian pertama /awal shooting /saat pertama atau ketiga terakhir dari viewvinder anda, membuat pengambilan gambar lebih menarik. Untuk pengambilan gambar diam/static. Pastikan mata dari subject berada pada frame ketiga dari bagian bawah frame Jika subject melihat ke arah lain, pastikan object yang mereka lihat masuk ke dalam frame dan terlihat jelas.&lt;br /&gt;3. Pastikan mengambil gambar dari angle yang berbeda juga. Tidak usah khawatir jika hanya menggunakan satu camera, audio juga dapat membuat ilusi sehingga terkenan memakai lebih dari satu camera dengan menjaga sound tetap konstan, meskipun memotong video pada angle yang berbeda.&lt;br /&gt;4. Tetap menjaga film terus berjalan dan memastikan bahwa anda punya cukup ruang untuk meng-edit dan mungkin juga mau mengambil suatu gambar diluar dari storyboard,. Jika khawatir dengan batre camera anda, jangan menggunakan zooming terlalu sering. Kalau ingin melakukan zoom, pastikan untuk alasan yang tepat.&lt;br /&gt;5. Anda ingin mengunakan zoom? Gunakan close up pada moment dimana kepala seseorang memenuhi screen (extreme close up) bisa lebih memperjelas lagi bagian dari wajah. Medium close up (gambar satu frame sekitar setengah badan) bisa anda peroleh saat post production dengan medium level system, yang juga menyediakan kesempatan untuk mendapatkan hasil zoom yang diperlukan.&lt;br /&gt;6. Salah satu problem saya adalah membuat percakapan berjalan seiring – karena pandangan camera yang terbatas juga tehnik panning yang kurang ahli, membuat dialog kurang jelas meskipun debat terdengar jelas. Membuat camera dalam posisi static tidak menghasilkan hasil yang diinginkan dan tanpa tripod menyebabkan tidak berjalan dengan baik (kadang anda tidak dapat menggunakan tripod) dan membuat penglihatan bergoyang. Untuk mengatasinya saya tetap membiarkan camera terus berjalan selama percakapan berlangsung..Video editing nantinya akan merapikan tehnik camera yang gagal – saya memisahkan audio dari video. Dengan cara ini, anda dapat memotong reaksi seseorang saat seseorang sedang bicara, menghapus tampilan buruk yang diambil camera dengan menyelipkan audio. Pastikan anda selalu berada di samping kedua subject.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. Ambil potongan-potongan gambar untuk mengisi timeline diantara tiap scene.&lt;br /&gt;8. Menambah musik akan membuat pengaruh instant pada video anda. Bagaimanapun, perhatikan musik apa yang akan digunakan dan masukkan sebelum anda memulai editing. Dengan cara ini anda dapat mengedit sesuai dengan musiknya, mengeditnya pada ketukan yang tepat atau mengikuti kecepatan dan irama dari tempo musik.&lt;br /&gt;9. Cobalah untuk membuat bagian awal video anda menarik perhatian penonton. Tidak harus selalu berasal dari shoot pertama anda, jangan terlalu terpaku dengan kronologis dari acara anda. Sebagai contoh, jika membuat sebuah video liburan, cobalah untuk membuat seperti sebua cerita. Tidak masalah untuk mengacak tiap pengambilan gambar untuk membuat cerita mengalir. Anda mungkin bisa menjelajah kota dulu beberapa hari, melihat kegiatan yang ada. Mungkin dengan mengambil gambar jalanan kota bisa membuat scene saling berkesinambungan.&lt;br /&gt;sumber : augesweb.com, &lt;a href="http://www.avimediacom.com/index.php?option=com_fireboard&amp;amp;Itemid=58&amp;amp;func=view&amp;amp;id=16&amp;amp;catid=21" target="_blank"&gt;http://www.avimediacom.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-7923578569182055161?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/7923578569182055161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/editing-video.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7923578569182055161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/7923578569182055161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/editing-video.html' title='Editing Video'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-4672375835286113805</id><published>2010-02-07T17:56:00.003-08:00</published><updated>2010-02-11T11:24:33.388-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='breakdown'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='script'/><title type='text'>Script Breakdown</title><content type='html'>Sebelum masuk ke proses pengambilan gambar, terlebih dahulu harus mempersiapkan segala sesuatunya. Yang pertama adalah membuat &lt;em&gt;script breakdown&lt;/em&gt;, yaitu menguraikan tiap adegan dalam skenario menjadi daftar yang berisi sejumlah informasi tentang segala hal yang dibutuhkan untuk pengambilan gambar.&lt;br /&gt;Proses ini dilakukan agar bisa mengetahui rincian kebutuhan shooting termasuk biaya yang dibutuhkan serta pengaturan pada jadwal shooting.&lt;br /&gt;Untuk membuat &lt;em&gt;script breakdown&lt;/em&gt; yang dibutuhkan adalah &lt;em&gt;script breakdown sheet&lt;/em&gt; yang berisi informasi tentang adegan yang ada pada film tersebut. Segala keperluan shooting untuk tiap adegan diuraikan dalam satu lembar &lt;em&gt;breakdown sheet&lt;/em&gt;. Lembaran tersebut memuat informasi sebagai berikut :&lt;span id="more-201"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://misteridigital.wordpress.com/2007/10/01/201/199/" rel="attachment wp-att-199" title="script-breakdownsheet.jpg"&gt;&lt;img alt="script-breakdownsheet.jpg" height="703" src="http://misteridigital.files.wordpress.com/2007/10/script-breakdownsheet.jpg?w=548&amp;amp;h=703" width="548" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;em&gt;Script Breakdown Sheet&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;bisa didownload &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;a href="http://misteridigital.files.wordpress.com/2007/10/script-breakdownsheet.pdf" target="_blank"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Date :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini dicantumkan tanggal saat &lt;em&gt;script breakdown sheet&lt;/em&gt; diisi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Script Version Date :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang dicantumkan adalah tanggal versi skenario yang dipakai untuk menyiapkan shooting.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Production Company :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang mencantumkan nama dan nomor telepon dari production house yang memproduksi film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Breakdown Page No. :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nomor halaman dari lembar &lt;em&gt;breakdown&lt;/em&gt; yang dibuat. Butir ini membantu mengontrol apakah telah menyelesaikan pengerjaan adegan demi adegan secara berurutan. Biasanya nomor halaman ini sama dengan nomor adegan.&lt;br /&gt;Kecuali jika untuk satu adegan membutuhkan lebih dari satu lembar &lt;em&gt;breakdown&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Title/No of Episodes :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian ini dituliskan judul film yang diproduksi. Jika film tersebut merupakan suatu serial perlu dicantumkan juga nomor episodenya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Page Count :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian uraian tentang panjang atau porsi dari adegan dalam skenario. Biasakan membagi tiap halaman skenario menjadi 8 bagian. Jika adegan yang diuraikan hanya mempunyai panjang 2/8 halaman maka ditulis angka 2/8. &lt;em&gt;Page Count &lt;/em&gt;sangat tergantung dari format penulisan skenario yang berdasarkan tingkat kerumitan sebuah adegan.&lt;br /&gt;Sebuah skenario yang ditulis dengan format berbeda menghasilkan &lt;em&gt;Page Count&lt;/em&gt; yang berbeda pula. Adegan sepanjang 2/8 halaman mungkin memerlukan waktu lebih lama dibanding dengan adegan lain dengan &lt;em&gt;Page Count&lt;/em&gt; lebih besar jika melibatkan banyak orang atau ruangan yang sangat besar dengan pergerakan orang serta kamera yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Page Count&lt;/em&gt; bukan sebuah ukuran mutlak untuk mengetahui seberapa lama sebuah adegan di shoot. Namun &lt;em&gt;Page Count&lt;/em&gt; membantu dalam mengukur porsi dari masing-masing adegan dalam sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Location or Set :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dicantumkan lokasi sesuai dengan skenario, ini diperlukan untuk memudahkan identifikasi antara satu adegan dengan adegan lainnya. Yan gperlu diingat bisa saja lokasi shooting berubah sama sekali dengan apa yang direncanakan dalam skenario.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Scene No. :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nomor adegan sesuai dengan yang tercantum dalam skenario.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Int/Ext :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini menandakan dimana suatu adegan terjadi. &lt;em&gt;Int.&lt;/em&gt; adalah untuk interior yang berarti dilakukan didalam suatu ruangan, sementara &lt;em&gt;Ext.&lt;/em&gt; adalah untuk exterior yang artinya adegan diambil di luar ruangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Day/Night :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini menandakan waktu adegan untuk siang hari (day) dan malam hari (night)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Description :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran kejadian spesifik yang ada dalam adegan untuk mempermudah ingatan, dengan cara ini akan tidak membuang waktu dengan membolak balik skenario untuk mengingat apa yang terjadi dalam adegan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cast :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian ini untuk menuliskan semua pemeran yang melakukan dialog (&lt;em&gt;speaking parts&lt;/em&gt;) termasuk peran pendukung, semuanya diurutkan berdasar pentingnya peran.&lt;br /&gt;Nomor ini tidak boleh berubah-ubah dikarenakan agar masing-masing porsi dalam peran berdasar skenario dapat diketahui dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wardrobe :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian khusus untuk mencatat kostum yang akan dikenakan oleh pemeran. Catatan ini diperlukan apabila ada kostum khusus dipakai oleh pemeran yang penyediaannya memerlukan biaya dan waktu khusus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Extras/Atmosphere :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian untuk mencantumkan jumlah orang-orang (&lt;em&gt;crowd&lt;/em&gt;) yang dibutuhkan untuk mendukung suasana dalam sebuah adegan. Pencatatan ini termasuk juga jika &lt;em&gt;crowd&lt;/em&gt; serupa terdapat pada adegan lainnya sehingga bisa dikelompokkan secara berkelanjutan (&lt;em&gt;continuity&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Make Up/Hair Do :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan khusus tentang tata rias dan tata rambut (hair do) untuk tiap peran dan &lt;em&gt;crowd&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Extras/Silent Bits :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam pencatatan ini adalah para pemeran tidak melakukan dialog yang tidak tergabung dalam &lt;em&gt;crowd&lt;/em&gt;. Misalnya seorang tukang koran bersepeda yang kemudian melemparkan koran ke rumah pelanggannya.&lt;br /&gt;Yang perlu dicatat adalah usia, penampilan fisik, tinggi badan, perawakan tubuh, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Stunts/Stand Ins :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan untuk beberapa adegan yang memerlukan peran pengganti adegan berbahaya (&lt;em&gt;stunt&lt;/em&gt;) atau pemeran pengganti dengan mempertahankan wajah pemeran utama (&lt;em&gt;stand in&lt;/em&gt;). Penggunaan stunts dan stand in harus diperhitungkan dengan cerman agar mempermudahkan pelaksanaan shooting. Tentang kostum dan aksesoris misalnya, harus ditambah karena stunts dan stand in ini mengenakan tata busana yang serupa dengan yang dipakai oleh pemeran sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Vehicles/Animals :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan yang diperlukan apabila ada kendaraan yang nantinya tampak dalam gambar (&lt;em&gt;frame&lt;/em&gt;), catatan tersebut meliputi segala informasi tentang kendaraan yang dupakai termasuk tahun, warna, jumlah, dan posisi kendaraan. Apabila dalam film itu membutuhkan hewan harus dipastikan tentang dibutuhkan atau tidak seorang pelatih/pawang hewan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Props, Set Dressing, Greenery :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal tersebut merupakan bagian dari departemen artistik. &lt;em&gt;Props&lt;/em&gt; adalah benda-benda yang dipakai oleh &lt;em&gt;cast &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;extras&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;set dressing&lt;/em&gt; merupakan tata lokasi (set) yang diatur dan dihias oleh set dresser, dan&lt;em&gt; greenery&lt;/em&gt; adalah tanaman yang dipinjam, disewa, atau dibeli karena bukan bagian dari lokasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sound Effects/Music :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan kebutuhan untuk efek suara tertentu serta musik yang akan dipakai.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Security/Teachers :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terkadang dibutuhkan tenaga keamanan untuk kelancaran shooting pada adegan atau lokasi tertentu. &lt;em&gt;Teachers&lt;/em&gt; perlu dicatat juga pada bagian ini jika diperlukan pengajar untuk para pemeran disela-sela waktu shooting. yang meliputi melatih dialog (&lt;em&gt;dialog coaches&lt;/em&gt;) atau melatih pemeran agar dapat melakukan serangkaian gerakan bela diri (&lt;em&gt;fighting instructor&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Special Effects :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencantuman segala kebutuhan efek khusus seperti ledakan, penghancuran, pembakaran, tata rias khusus, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Estimated No. of Set Ups :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan untuk memperkirakan sudut pengambilan gambar suatu adegan serta menentukan set up yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Estimated Production Time :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan tentang perkiraan waktu yang diperlukan untuk menyiapkan set up dan perekaman gambar pada setiap set up. Termasuk pencatatan total waktu untuk semua &lt;em&gt;set up.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Special Equipment :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan kebutuhan peralatan khusus untuk shooting, misalnya steadycam, under water camera, car mounting, atau lensa tele.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Production Notes :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan yang memuat semua keperluan yang belum disebutkan di bagian-bagian sebelumnya yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya khusus.&lt;br /&gt;Misalnya dalam hal mempersiapkan efek ledakan yang butuh waktu sekitar 3 jam.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://misteridigital.wordpress.com/2007/10/01/201/200/" rel="attachment wp-att-200" title="breakdown.JPG"&gt;&lt;img alt="breakdown.JPG" src="http://misteridigital.files.wordpress.com/2007/10/breakdown.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Script Breakdown&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;bisa didownload &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.filmsc.com/ProductionFund/Blackfishscriptbreakdown.xls" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Jika dalam skenario film yang dibuat mempunyai 100 scene maka akan memiliki 100 lembar &lt;em&gt;script breakdown sheet&lt;/em&gt;. Selanjutnya pindahkan informasi yang telah dicantumkan pada lembaran-lembaran &lt;em&gt;script breakdown sheet&lt;/em&gt; ke dalam&lt;em&gt; script breakdown&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Jumlah kolom informasi yang tertera pada script breakdown tidak sebanyak yang terdapat pada &lt;em&gt;script breakdown sheet&lt;/em&gt;, karena itu untuk pencatatan informasi lainnya ada pada kolom &lt;em&gt;notes&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Script breakdown&lt;/em&gt; diperbanyak kemudian dibagikan ke seluruh departemen agar semua tim bisa mengerti dengan baik apa yang harus dipersiapkan serta dikerjakan dalam produksi film tersebut. Pembagian kerja di setiap departemen mengacu pada segala hal yang tertera dalam &lt;em&gt;script breakdown&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;sumber : http://misteridigital.wordpress.com/2007/10/01/201/&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-4672375835286113805?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/4672375835286113805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/script-breakdown.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/4672375835286113805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/4672375835286113805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/script-breakdown.html' title='Script Breakdown'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-3830331015918770453</id><published>2010-02-07T17:53:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:43:22.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><title type='text'>Macam -Macam Format Video</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tampilan  frame standard dari format video :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* VCD NTSC (352×240 ; 29,97fps)&lt;br /&gt;* VCD PAL (352×288 ; 25 fps)&lt;br /&gt;* SVCD PAL (480×576 ; 25 fps)&lt;br /&gt;* DVD NTSC (720×480 ; 29,97 fps)&lt;br /&gt;* DVD PAL (720×576 ; 25 fps)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran frame tersebut di atas, mempengaruhi kualitas tampilan gambar apabila ingin disimpan dalam keping vcd, svcd atau dvd. Disarankan apabila tidak memiliki dvd writer, sebaiknya lakukan pembakaran/burning pada cd dalam bentuk SVCD, yang memiliki kulitas gambar di atas kualitas vcd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PAL (Phase Alternating Line) Video:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bitrate Video:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sampai 9.8 Mbps* (9800 kbps*) untuk video MPEG2&lt;br /&gt;sampai 1.856 Mbps (1856 kbps) untuk video MPEG1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Resolusi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;720 x 576 pixels MPEG2 (disebut Full-D1)&lt;br /&gt;704 x 576 pixels MPEG2&lt;br /&gt;352 x 576 pixels MPEG2 (disebut Half-D1)&lt;br /&gt;352 x 288 pixels MPEG2&lt;br /&gt;352 x 288 pixels MPEG1 (sama dengan standar VCD)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecepatan Frame &amp;amp; Ratio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;25 fps*&lt;br /&gt;16:9 Anamorphic (hanya didukung pada resolusi 720×576)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Audio:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;48000 Hz&lt;br /&gt;32 - 1536 kbps&lt;br /&gt;Sampai 8 audio track yang formatnya dapat berbentuk Dolby Digital, DTS, PCM(uncompressed audio), MPEG-1 Layer2. Satu track audion harus memiliki minimal format MPEG-1, DD or PCM Audio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Extras:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mendukung motion menu, still pictures –photo–, sampai 32 subtitles (terjemahan), sampai 9 sudut padang camera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Total Bitrate:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bitrate total termasuk video, audio dan terjemahan (sbutitle) dapat mencapai 10.08 Mbps (10080 kbps)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;NTSC (National Television System Committee) Video:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bitrate Video:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sampai 9.8 Mbps* (9800 kbps*) untuk video MPEG2&lt;br /&gt;sampai 1.856 Mbps (1856 kbps) untuk video MPEG1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Resolusi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;720 x 480 pixels MPEG2 (disebut Full-D1)&lt;br /&gt;704 x 480 pixels MPEG2&lt;br /&gt;352 x 480 pixels MPEG2 (disebut Half-D1)&lt;br /&gt;352 x 240 pixels MPEG1 (Sama dengan standar VCD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecepatan Frame &amp;amp; Ratio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;29,97 fps*&lt;br /&gt;16:9 Anamorphic (hanya didukung pada resolusi 720×480)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Audio:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;48000 Hz&lt;br /&gt;32 - 1536 kbps&lt;br /&gt;Sampai 8 audio track yang formatnya dapat berbentuk DD (Dolby Digital/AC3), DTS, PCM(uncompressed audio), MPEG-1 Layer2. Satu track audion harus memiliki minimal format DD or PCM Audio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Extras:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mendukung motion menu, still pictures –photo–, sampai 32 subtitles (terjemahan), sampai 9 sudut padang camera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Total Bitrate:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bitrate total termasuk video, audio dan terjemahan (sbutitle) dapat mencapai 10.08 Mbps (10080 kbps)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mbps = million bits per second&lt;br /&gt;* kbps = thousand bits per second&lt;br /&gt;* fps = frames per second&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://gudangilmu.org/2007/12/05/memahami-format-video/" style="font-weight: bold;"&gt;gudangilmu.org&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-3830331015918770453?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/3830331015918770453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/macam-macam-format-video.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3830331015918770453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3830331015918770453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/macam-macam-format-video.html' title='Macam -Macam Format Video'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-3568883403643494274</id><published>2010-02-07T17:52:00.003-08:00</published><updated>2010-02-11T11:25:42.514-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bioskop'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Sejarah Film Dan Sejarah Bioskop</title><content type='html'>BULAN September 1926, Harian De Lecomotif menulis, "Inilah film yang merupakan tonggak pertama dalam industri sinema Hindia sendiri, patut disambut dengan penuh perhatian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang dimaksud oleh De Locomotif itu adalah "Loetoeng Kasaroeng". Sebuah film lokal Indonesia yang diproduksi oleh NV Java Film Company pada tahun 1926. Sebelumnya, pada bulan Agustus di tahun yang sama, De Locomotif juga telah menulis, "Pemain-pemain pribumi dipilih dengan seksama dari golongan priayi yang berpendidikan. Pengambilan film dilakukan di suatu tempat yang dipilih dengan cermat, kira-kira dua kilometer sebelah Barat Kota Padalarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada tanggal 31 Desember 1926 hingga 6 Januari 1927 untuk pertama kalinya "Loetoeng Kasaroeng", film lokal pertama yang menjadi tonggak industri sinema di Indonesia itu, diputar di Bioskop Majestic, Jalan Braga Bandung.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioskop Majestic, pada masanya dibangun sebagai bagian yang terpisahkan dari kawasan Jalan Braga. Sebuah kawasan belanja bergengsi bagi para Meneer Belanda pemilik perkebunan. Bioskop ini, didirikan untuk keperluan memuaskan hasrat para Meneer itu akan sarana hiburan di samping sarana perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioskop itu didirikan pada awal dekade tahun ’20-an dan selesai tahun 1925 dengan arsitek Prof. Ir. Wolf Schoemaker. Seorang arsitek terkenal yang jejak karyanya di Kota Bandung masih berdiri dengan kukuh, sebutlah Gedung Asia-Afrika, Gedung PLN, Masjid Cipaganti, Preanger hingga Gereja Katedral di Jalan Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang suasana tontonan di bioskop Majestic pada sekira periode tahun 1920-an itu, pemutaran film didahului oleh promosi yang menggunakan kereta kuda sewaan. Kereta itu berkeliling kota membawa poster film dan membagikan selebaran. Ketika itu kedatangan kereta kuda itu sudah menjadi hiburan tersendiri, terutama bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran film dimulai pukul 19.30 dan 21.00. Sebelum film diputar di pelataran bioskop Majestic sebuah orkes musik mini yang disewa pihak pengelola memainkan lagu-lagu gembira untuk menarik perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang film akan mulai diputar, orkes mini ini pindah ke dalam bioskop untuk berfungsi sebagai musik latar dari film yang dimainkan. Maklum saja pada pertengahan tahun 1920-an itu film masih meruapakan film bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, sopan santun dan etiket menonton sangat dijaga. Di bioskop majestic tempat duduk penonton terbagi dua, antara penonton laki-laki dan perempuan, deret kanan dan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemilangan Oriental Bioskop terus bertahan hingga masa kemerdekaan. Namun memasuki periode 1980-an, kejayaan bioskop yang menjadi bagian dari sejarah kelahiran film Indonesia ini mulai terasa surut. Munculnya konsep yang ditawarkan oleh bioskop cineplex, di mana penonton bisa memilih film yang ingin ditontonannya, adalah salah satu sebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://clubbing.kapanlagi.com/showthread.php?t=5138&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-3568883403643494274?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/3568883403643494274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/sejarah-film-dan-sejarah-bioskop.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3568883403643494274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/3568883403643494274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/sejarah-film-dan-sejarah-bioskop.html' title='Sejarah Film Dan Sejarah Bioskop'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-4395169763048090690</id><published>2010-02-07T17:51:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:26:17.593-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyutradaraan'/><title type='text'>Penyutradaraan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sutradara&lt;/span&gt; memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Di lapangan seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; berperan sebagai manajer, kreator, dan sekaligus inspirator bagi anggota tim produksi dan para pemeran. Peran yang sedemikian besar mengharuskan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; memahami benar konsep cerita, memahami situasi lingkungan maupun psikologis para pelibat produksi, dan juga harus memahami bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan semua pelibat produksi. Ibarat tubuh manusia, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; adalah otaknya, dan yang lain adalah seluruh anggota badan. Otak memerlukan anggota badan untuk mewujudkan gagasan, badan memerlukan otak untuk mengendalikan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Tugas Sutradara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; berbakat, Harry Suharyadi, tugas seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; adalah menerjemahkan atau menginterpretasikan sebuah skenario dalam bentuk imaji/gambar hidup dan suara. Pada umumnya, seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; tidak merangkap sebagai produser, meskipun di &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amerika_%28TV_miniseries%29" rel="wikipedia" title="Amerika (TV miniseries)"&gt;Amerika&lt;/a&gt; cukup banyak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; yang merangkap produser seperti beberapa kali &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kevin_Costner" rel="wikipedia" title="Kevin Costner"&gt;Kevin Costner&lt;/a&gt; merangkap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; sekaligus produser.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada umumnya, apa pun bentuk produksi audio visual selalu terbagi menjadi tiga tahap, yakni:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1) praproduksi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2) produksi atau shooting,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;3) pascaproduksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tugas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; adalah pada tahap produksi&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;. Namun bukan berarti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; tidak perlu mengetahui aspek praproduksi dan pasca produksi. Pemahaman praproduksi akan mencegah sikap arogan dan tutuntutan yang berlebih atas peralatan dan aspek-aspek penunjang produksi yang notabene merupakan tugas tim praproduksi. Misalnya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; tidak terlalu menuntut disediakan pemeran yang honornya mahal apabila ia menyadari bahwa tim budgeting tidak menganggarkan dana berlebih untuk honor pemeran. Pemahaman pascaproduksi akan mencegah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; menginstruksikan pengambilan gambar dengan komposisi atau enggel yang penyambungannya mustahil dilakukan oleh editor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Rumus 5-C&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebelum seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; mengarahkan semua pemain dalam sebuah produksi, ada baiknya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; memiliki kepekaan terhadap Rumus 5 –C, yakni &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Close-up" rel="wikipedia" title="Close-up"&gt;close up&lt;/a&gt; (pengambilan jarak dekat), &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Camera_angle" rel="wikipedia" title="Camera angle"&gt;camera angle&lt;/a&gt; (sudut pengambilan kamera), composition (komposisi), cutting (pergantian gambar), dan continuity (persambungan gambar-gambar) (Hartoko 1997: 17). Kelima unsur ini harus diperhatikan oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; berkaitan dengan tugasnya nanti di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Close Up&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Unsur ini diartikan sebagai pengambilan jarak dekat. Sebelum produksi (shooting d I lapangan) harus mempelajari dahulu skenario, lalu diuraikan dalam bentuk shooting script, yakni keterangan rinci mengenai shot-shot yang harus dijalankan juru kamera. Terhadap unsur close up, dia harus betul-betul memperhatikan, terutama berkaitan dengan emosi tokohnya. Gejolak emosi, peradaban gundah sering harus diwakili dalam shot-shot close up. Bagi seorang kritikus film, sering unsur menjadi poin tersendiri ketika menilai sebuah film. Untuk itu, unsur ini harus menjadi perhatian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Camera Angle&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Unsur ini sangat penting untuk memperlihatkan efek apa yang harus muncul dari setiap scene (adegan). Jika unsur ini diabaikan bisa dipastikan film yang muncul cenderung monoton dan membosankan sebab camera angle dan close up sebagai unsur visualisasi yang menjadi bahan mentah dan harus diolah secermat mungkin. Harry mencontohkan, untuk film-film opera sabun sering ada pembagian kerja antara pengambilan gambar yang &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Long_shot" rel="wikipedia" title="Long shot"&gt;long shot&lt;/a&gt; d a n close up untuk kemudian diolah dalam proses editingnya. Variasi pengambilan gambar dengan camera angle dapat mengayakan unsur filmis sehingga film terasa menarik dan memaksa penonton untuk mengikutinya terus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Composition&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Unsur ini berkaitan erat dengan bagaimana membagi ruang gambar dan pengisiannya untuk mencapai keseimbangan dalam pandangan. Composition merupakan unsur visualisasi yang akan memberikan makna keindahan terhadap suatu film. Pandangan mata penonton sering harus dituntun oleh komposisi gambar yang menarik. Tidak jarang para peresensi film memberikan penilaian terhadap unsur ini karena unsur inilah yang akan menjadi pertaruhan mata penontonnya. Jika aspek ini diabaikan, jangan harap penonton akan menilai film ini indah dan enak ditonton. Seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; harus mampu mengendalikan aspek ini kepada juru kamera agar tetap menjadi komposisi secara proporsional berdasarkan asas komposisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cutting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Diartikan sebagai pergantian gambar dari satu scene ke scene lainnya. Cutting termasuk dalam aspek pikturisasi yang berkaitan dengan unsur penceritaan dalam urutan gambar-gambar. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sutradara&lt;/span&gt; harus mampu memainkan imajinasinya ketika menangani proses shooting. Imajinasi yang berjalan tentunya bagaimana nantinya jika potongan-potongan scene ini diedit dan ditayangkan di monitor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Continuity&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Unsur terakhir yang harus diperhatikan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; adalah continuity, yakni unsure persambungan gambar-gambar. Sejak awal, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; bisa memproyeksikan pengadegan dari satu scene ke scene lainnya. Unsur ini tentunya sangat berkaitan erat dengan materi cerita. Sering penonton merasa film yang ditontonnya loncat ke sana atau ke mari tidak karuan sehingga membuat bingung. Terhadap kasus ini karena &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; tidak mampu memperhatikan aspek kontinuitas dari film yang digarapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Unsur Visual (visual element)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Selanjutnya masih dalam tahap persiapan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penyutradaraan&lt;/span&gt;, seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; juga harus memahami unsur-unsur visual (visual element) yang sangat penting dalam mengarahkan seluruh krunya. Ada enam unsur visual yang harus diperhatikan, sikap pose (posture), gerakan anggota badan untuk memperjelas (gesture), perpindahan tempat (movement), tindakan/perbuatan tertentu (purpose action), ekspresi wajah (&lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Facial_expression" rel="wikipedia" title="Facial expression"&gt;facial expression&lt;/a&gt;), dan hubungan pandang (eye contact) (Hartoko, 1997:25).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sikap/Pose&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jika anda mengarahkan para pemain dalam film yang anda buat, hal pertama yang menjadi arahan adalah sikap/pose (posture) pemainnya. Ini sangat erat kaitannya dengan penampilan pemain di depan kamera. Dengan monitor yang tersedia, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; harus mampu memperhatikan pose pemainnya secara wajar dan memenuhi kaidah dramaturgi. Sebelum pose sesuai dengan tuntutan skenario usahakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; jangan putus asa terus mencoba. Apalagi untuk kalangan indie yang cenderung pemainnya masih baru atau belum pernah main sama sekali (tetapi gratis).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gerakan Anggota Badan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sesuai dengan shooting script, tentunya seorang atau beberapa pemain harus menggerakkan anggota tubuhnya. Namun, gesture yang mereka mainkan harus betul-betul kontekstual. Artinya, harus betul-betul nyambung dengan gerakan anggota tubuh sebelumnya. Misalnya, setelah seorang pemain minum air dari gelas tentunya gerakan berikutnya mengembalikan gelas tersebut dengan baik. Jangan sampai ada gerakan-gerakan tubuh yang secara filmis dapat menimbulkan kejanggalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perpindahan Tempat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sutradara&lt;/span&gt; dengan jeli akan memperhatikan dan mengarahkan setiap perpindahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;pemain pendukungnya. Perpindahan pemain ini tentunya dalam rangka mengikuti shooting script yang dibuat sang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; sendiri. Di sini, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; yang baik harus mampu mengarahkan pemainnya melakukan perpindahan secara wajar dan tidak dibuat-buat. Perpindahan pemain harus alami sesuai dengan jalan cerita yang telah tersusun. Improvisasi bagi pemain memang tidak jadi masalah, tetapi tetap dalam perhatian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt;. Untuk itu, menonton pertunjukan teater bagi seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; dapat mengasah ketrampilan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penyutradaraan&lt;/span&gt;nya dan juga sering memberikan penilaian terhadap akting pemain dalam sebuah film dapat memperkaya kepiawaiannya dalam mengarahkan pemain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tindakan Tertentu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Aspek ini tentunya dikaitkan dengan casting yang diberikan kepada seseorang. Casting di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;sini diartikan peran yang dijalankan pemain film dalam menokohkan karakter seseorang yang terlibat dalam cerita film tersebut. Selain ada casting ada juga yang disebut cameo, yakni penampilan seseorang dalam sebuah film tetapi membawakan dirinya sendiri (tidak menokohkan orang lain). Dalam hubungan dengan casting, seorang pemain film harus diarahkan sang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; agar melakukan tindakan sesuai dengan tuntunan skenario. Terkadang dalam proses produksi ada pemain yang mencoba menawar kepada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; sehubungan dengan akting yang harus dijalankan. Tidak semua &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; mau meluluskan keinginan kemauan pemain, tetapi juga tidak semua pemain mau meluluskan kemauan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt;. Pada kondisi seperti ini tinggal dua pilihan, pemain diganti atau mengganti adegan. Mengapa casting dalam kegiatan produksi film cukup lama karena karena persoalan tersebut? Saat film Boy’s Don’t Cry diproduksi, dilakukan casting yang memakan waktu bertahun-tahun. Hal ini dilakukan agar siapa pun yang menjadi pemain film tersebut sesuai dengan keinginan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; dan tuntutan skenario.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ekspresi Wajah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Unsur ini sering berkaitan dengan penjiwaan terhadap naskah. Wajah merupakan cermin bagi jiwa seseorang. Konsep inilah yang mendasari aspek ini harus diperhatikan betul oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt;. Terutama untuk genre film drama, unsur ekspresi wajah memegang peran penting. Banyak juga film action semacam Gladiator menajamkan aspek ekspresi wajah. Shot-shot close up yang indah dan pas dapat mewakili perasaan sang tokoh dalam sebuah film. Contoh kecil sering ditampilkan dalam perfilman India. Jika seseorang sedang jatuh cinta ukuran gambar big close up bergantian antara pria dan wanita. Namun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;harus memperhatikan penempatannya serta waktu yang tepat. Jika tidak tepat, komunikasi dalam film tersebut gagal. Di sini, ada pedoman time is key, waktu adalah kunci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hubungan Pandang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hampir sama dengan ekspresi wajah, hubungan pandang di sini diartikan adanya kaitan psikologis antara penonton dan yang ditonton. Untuk membuat shot-shot-nya, biasanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; selalu memberikan arahan kepada pemain film agar menganggap kamera sebagai mata penonton. Dengan cara seperti ini, biasanya kaidah hubungan pandang ini akan tercapai. Dengan mengibaratkan kamera sebagai mata penonton, berarti pemain harus berlakon sebaik mungkin untuk berkomunikasi dengan penonton lewat lensa kamera. Dengan demikian, apa pun yang akan dilakonkan pemain seolah-olah ada yang mengawasi, yakni kamera sebagai representasi dari penonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dengan menguasai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rumus 5 C dan Visual Element&lt;/span&gt; secara baik dan benar bisa dipastikan seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sutradara&lt;/span&gt; akan mampu membuat film menjadi tontonan menarik dan munculnya situasi komunikatif antara tontonan dan penonton. Di sinilah alasan mengapa sebuah film dianggap sebagai produk komunikasi massa periodik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sumber: &lt;a href="http://elearning.unej.ac.id/courses/SSI1037/document/Materi/006_penyutradaraan.pdf?cidReq=SSI1037"&gt;Kuliah Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-4395169763048090690?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/4395169763048090690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/penyutradaraan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/4395169763048090690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/4395169763048090690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/penyutradaraan.html' title='Penyutradaraan'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-5304469829110668376</id><published>2010-02-07T17:50:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:26:44.575-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses produksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Proses Produksi Film</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini kita asumsikan kalau kita telah memiliki sebuah judul cerita, misalnya “Pernikahan Wishnu dan Ema”, “Profil Perusahaan Jamu Cap Kapak Maut”, atau “Petualangan Besar MatMitMut : Tentang Neraka Jahanam”, atau kita membuat sebuah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; pendek untuk konsumsi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Web&lt;/span&gt;, kepentingan industri atau presentasi pelatihan, iklan televisi, feature film, atau hanya sebuah proyek pribadi, maka semua proses yang dilakukan diatas sebenarnya memiliki kesamaan. Gambar dibawah ini menggambarkan tahapan-tahapan dalam proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; digital &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; secara umum, dengan adanya gambaran tersebut maka akan menjadi jelas letak dan fungsi pekerjaan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;editing &lt;/span&gt;dalam proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; digital &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt;. Apabila kita melihat bagan alir proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; digital &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; tersebut, maka suatu waktu terlihat bahwa ada tahapan yang overlap, proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; digital &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; sebenarnya tidak harus sama seperti bagan alir tersebut, tetapi kita dapat mengadaptasikan rangkaian kerja tersebut sesuai dengan kebiasaan, ataupun gaya kerja kita, karena setiap orang pasti memiliki gaya kerja yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_c6X2t8NMBVk/ShDxfDzBGvI/AAAAAAAAAEQ/wmzv2HeMpl8/s1600-h/Bagan+Alir+Proses+Kreatif+Produksi+Digital+Video.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337031074331564786" src="http://4.bp.blogspot.com/_c6X2t8NMBVk/ShDxfDzBGvI/AAAAAAAAAEQ/wmzv2HeMpl8/s320/Bagan+Alir+Proses+Kreatif+Produksi+Digital+Video.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 222px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;Preproduction/Praproduksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Preproduction atau Pra &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produksi&lt;/span&gt; merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; (shooting film atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt;). Dengan lahirnya teknologi digital &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; dan metode nonlinear editing maka proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; menjadi lebih mudah. Ketika kita akan memulai sebuah proyek, terkadang kita telah memiliki stock-shoot/footage &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; yang kita butuhkan, untuk itu kita harus melakukan peninjauan ulang segala kebutuhan sesuai dengan cerita yang akan kita buat. Artinya, kita harus mempersiapkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;footage video&lt;/span&gt; yang telah ada, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fotografi&lt;/span&gt;, diagram dan grafik, gambar ilustrasi, atau animasinya. Tetapi banyak pula para &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt;grapher yang memulai dari awal atau dari nol. Pada intinya tujuan pra &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; adalah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya digital &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; sesuai dengan harapan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;• Outline&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Untuk mempermudah membuat proyek &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt;, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan. Outline dapat disusun dengan rekan kerja atau dengan klien kita, supaya kita dapat menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;• Script/Skenario&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dengan menggunakan outline saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai tahapan pelaksanaan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt;, tetapi dalam berbagai model proyek &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt;, seperti iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;• Storyboard&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Apabila kurang cukup dengan outline dan scenario, maka kita dapat pula menyertakanstoryboard dalam rangkaian perencanaan proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; kita. Storyboard merupakancoretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; nantinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_c6X2t8NMBVk/ShDyQ67YehI/AAAAAAAAAEY/BMM7jDPq7nI/s1600-h/Contoh+storyboard.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337031930944190994" src="http://2.bp.blogspot.com/_c6X2t8NMBVk/ShDyQ67YehI/AAAAAAAAAEY/BMM7jDPq7nI/s320/Contoh+storyboard.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 314px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;• Rencana Anggaran Biaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ketika kita sedang mengerjakan proyek professional ataupun pribadi, maka sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt;. Dalam proyek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan perusahaan. Tanpa anggaran biaya yang terencana, dan hanya mengandalkan spekulasi, maka prosentase kerugian akan menjadi besar. Rencana anggaran biaya meliputi gaji untuk kita, rekan kerja, actor dan talent lainnya (effect specialist, graphics designer, musisi, narrator, dan animal trainers), begitu pula dengan pembelian kaset DV, biaya sewa lokasi, kostum, properties, sewa peralatan, catering dan yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;Production/Produksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“Quiet on the set! Action! and Roll ’em!”, kata-kata tersebut seringkali terdengar saat shooting berlangsung, pada intinya merekam kejadian langsung, adegan animasi dan suara pada film, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt;tape atau DV untuk menghasilkan footage/clip disebut dengan “production” atau proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt;. Selama proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; berlangsung, perhatian kita akan tertuju pada lighting/pencahayaan, blocking (dimana dan bagaimana aktor atau subyek kita bergerak), dan shooting (bagaimana pergerakan kamera dan dari sudut mana scene kita dilihat). Ada banyak referensi yang bagus untuk mempelajari lebih dalam mengenai proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt;. Pembuatan animasi/motion graphics dapat pula dikategorikan dalam proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt;, karena bertujuan menghasilkan footage yang nantinya akan disusun dan diedit dalam proses pasca &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Post Production/Paska &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; maka akan dihasilkan footage atau koleksi klip &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt;. Untuk membangun dan menyampaikan cerita, maka harus mengedit dan menyusun klip-klip tersebut dan tentu saja menambahkan visual effects, gambar, title dan soundtrack. Proses diatas disebut dengan postproduction atau pasca &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt;. Berikut ini merupakan aplikasi dari Adobe yang khusus dirancang untuk proses pasca &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;produksi&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adobe Premiere Pro&lt;/span&gt;, aplikasi editing yang real‐time untuk para professional     dalam bidang digital &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;video&lt;/span&gt; production.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adobe After Effect&lt;/span&gt;, sebuah aplikasi khusus untuk Motion Graphics dan Visual Effect.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adobe Audition&lt;/span&gt;, aplikasi professional untuk pengolahan audio digital.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adobe Encore DVD&lt;/span&gt;, aplikasi professional untuk DVD authoring.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.komunitasfilmbanjarnegara.co.cc &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-5304469829110668376?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/5304469829110668376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/proses-produksi-film.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/5304469829110668376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/5304469829110668376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/proses-produksi-film.html' title='Proses Produksi Film'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c6X2t8NMBVk/ShDxfDzBGvI/AAAAAAAAAEQ/wmzv2HeMpl8/s72-c/Bagan+Alir+Proses+Kreatif+Produksi+Digital+Video.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-825149940784782834</id><published>2010-02-07T17:49:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:44:39.319-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Istilah - istilah dalam Memproduksi Film Atau Acara Televisi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Acting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah proses pemahaman dan penciptaan tentang perilaku dan karakter pribadi dari seseorang yang diperankan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Addes Scenes :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adegan yang ditambahkan kedalam konsep asli, biasanya diambil setelah film diselesaikan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agent (Agent Model) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anamorphic :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lensa yang digunakan dalam fotografi untuk memperkecil gambar widescreen ke ukuran 35mm. Proses ini dibalik ketika memproyeksikan hasil akhir film, memunculkan gambar kembali ke ukuran normal pada layarlebar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Answer Print :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; Married Print&lt;/em&gt; pertama dari film yang dibuat oleh lab pemroses film, dan kemudian akan digunakan untuk menetapkan standar kualitas film yang akan diedarkan kepada publik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apple Box :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk meninggikan seorang aktor/aktris serta suatu obyek sesuai dengan ketinggian yang tepat untuk pengambilan gambar.&lt;span id="more-79"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Art Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain priduksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ascpect Ratio :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan antara lebar dan tinggi bingkai gambar (&lt;em&gt;frame&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;Rasio untuk tayangan televisi adalah 1,33:1 yang artinya lebar frame yang muncul di televisi adalah 1,33 kali dari tinggi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Art Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Available Lighting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar tanpa tambahan cahaya buatan manusia&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Audio Visual :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan untuk perangkat yang menggunakan unsur suara dan gambar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Art Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengarah artistik dari sebuah produksi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asisten Produser :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Audio Mixing :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses penyatuan dan penyelarasan suara dari berbagai macam jenis dan bentuk suara.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Angle :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sudut pengambilan gambar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Animator :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan bagi seorang yang berprofesi sebagai pembuat animasi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Audio Effect :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Efek suara&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ambience :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suara natural dari obyek gambar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Broadcaster :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan untuk seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Background :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Barn Doors :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pintu berengsel yang dipasangkan di depan lampu studio yang dapat dibuka atau ditutup untuk memunculkan cahaya pada area tertentu di set.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Barney :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bungkus kain pada pelindung yang dapat dipakaikan pada kamera film atau blimped kamera film, untuk mengurangi siara mekanisme. Ada juga heated barney yang digunakan dalam suhu dingin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Best Boy :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; Asisten Gaffer&lt;/em&gt; atau asisten &lt;em&gt;Key Grip&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Blank :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selongsong senapan atau pistol yang berisi peluru buatan untuk menggantikan peluru yang sesungguhnya. Blank dipergunakan dalam film untuk mencegah terjadinya kecelakaan, walaupun sesungguhnya peluru kosong itu sendiri masih berbahaya jika ditembakan dan mengenai orang dalam jarak dekat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Blimp :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ruangan kedap suara yang mengelilingi kamera film untuk mencekah ikutn terekamnya bunyi mekanisme kamera kedalam alat perekam suara.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Blow Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbesaran ukuran film dari 16mm ke 35mm yang dilakukan di laboratorium untuk diputar di bioskop. Istilah ini juga dipergunakan dalam fotografi untuk memperbesar foto guna keperluan display atau promosi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Body Frame, Body Pod :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk menunjang &lt;em&gt;hand held camera&lt;/em&gt; di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Boom Man :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Individu yang mengoperasikan mikrofon boom.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Booth Man :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Operator proyektor film. Orang yang bekerja dalam ruang proyeksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Breakaway :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah set atau hand property, misalnya botol atau kursi yang dirancang untuk rusak dengan cara-cara tertentu sesuai aba-aba.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Breakdown :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya merujuk pada jumlah spesifik rincian pengeluaran dalam sebuah produksi film. Dapat juga berarti pengaturan atau perencanaan berbagai adegan beserta urutan pengambilannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Budget :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran keseluruhan dari produksi film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Blocking :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan obyek yang sesuai dengan kebutuhan gambar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bridging Scene :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adegan perantara di antara adegan-adegan lainnya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Back Light :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan lampu dasar dari sudut belakang obyek&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Breakdown Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penentuan gambar yang sesuai dengan naskah atau urutan acara&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bumper In :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penanda bahwa program acara tv dimulai kembali setelah iklan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bumper Out :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penanda bahwa program acara tv akan berhenti sejenak untuk iklan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Call :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang diharapkan dari seorang individu anggota staf perusahaan, pemain, atau kru untuk berada di set. Jadwal biasanya didaftarkan pada call sheet yang menjadi tanggung jawab asisten sutradara dan manajer produksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Camera :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sistem perangkat mekanik atau elektronik yang mengontrol pergerakan dari film yang belum diekspos di belakang lensa dan shutter dan yang menentukan gambar serta tingkatan cahaya yang masuk kedalam film. Mekanisme ini mungkin memiliki kontrol kecepatan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Camera Boom :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat kamera yang dapat berpindah, biasanya berukuran besar, tempat kamera dapat diproyeksikan keluar set dan atau dinaikan di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Camera Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggung jawab untuk memperoleh dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memfilmkan sebuah motion picture. Juga bertanggung jawab untuk penanganan film, pengisian film, dan berhubungan dengan laboratorium pemrosesan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cameraman :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- &lt;em&gt;First Cameraman&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sering disebut sebagai Penata Fotografi (&lt;em&gt;Director of Photography&lt;/em&gt;) atau kepala kameramen, bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan dalam suatu adegan. Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- &lt;em&gt;Second Cameraman&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sering disebut sebagai asisten kameramen atau operator kamera, bertindak sesuai instruksi dari kameramen utama dan melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- &lt;em&gt;First Assistant Cameramen&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- &lt;em&gt;Second Assistant Cameraman&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, menjadi asisten operator kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Camera Noise :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bunyi Kamera. panggilan dari bagian tata suara (&lt;em&gt;Sound Departement&lt;/em&gt;) di set untuk mereangkan bahwa ia menerima bunyi dari kamera sehingga harus digunakan kamera lain, melakukan perbaikan kamera atau diperlukan penghalusan tambahan terhadap kamera dengan menggunakan barney atau selimut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Camera Report :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salinan yang disimpan dalam tiap magazine film tempat asisten kameramen mencatat panjang pengambilan tiap adegan, nomer adegan, dan perintah untuk mencetak atau tidak. Laporan kamera diberikan ke laboratorium proses, bagian kamera, dan bagian produksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Camera Right”, “Camera Left” :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk bagi seorang aktor/aktris untuk berputar atau bergerak. Petunjuk ini berdasarkan sudut pandang sutradara atau kamera dan dibalik sesuai dengan keadaan aktor. Ketika menghadap lensa maka bagian kanan aktor adalah bagian kiri kamera dan juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Camera Tracks :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lintasan Kamera yang terbuat dari metal atau lembaran kayu lapis ukuran 4 x 8 yang diletakkan dilantai untuk membawa dolly atau camera boom. Lintasan digunakan untuk menjamin kehalusan gerakan kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Can :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat/wadah untuk film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Canned Music :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Musik yang belum ditulis untuk film tertentu namun telah direkam dan dikatalogkan menurut gayanya dalam perpustakaan sehingga dapat dibeli dan dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Casting Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memimpin pemilihan dan pengontrakan aktor/aktris untuk memenuhi bagian yang dibutuhkan dalam sebuah naskah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Century Stand :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk menahan berbagai jenis bendera yang diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya atau untuk menghalangi sejumlah cahaya tertentu. Juga digunakan untuk menahan atau mendukung ranting daun atau efek lain yang berhubungan dengan pencahayaan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Changing Bag :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tas kedap cahaya dengan ritsleting ganda tempat magazines film dapat diletakkan untuk memindahkan film yang telah diekspose dan mengisi ulang magazine. Juga dibuat sehingga memungkinkan asisten kamera memasukkan tangan dan lengannya tanpa membiarkan film terkena cahaya. Biasanya digunakan jauh dari studio kaerna di studio, magazine diisi ulang diruang gelap di bagian kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Character Man or Woman :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat tertentu seorang aktor/aktris bermain karakter, biasanya istilah ini merujuk pada aktor/aktris yang paling sesuai secara fisik untuk peran-peran selain pemain utama romantis, peran remaja atau peran sederhana.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cinema :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada &lt;em&gt;Motion Picture&lt;/em&gt;. Berasal dari kata Yunani &lt;em&gt;Kinema&lt;/em&gt; yang berarti gambar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cinema Scope :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama dagang untuk tujuan pemrosesan fotografi dan proyeksi yang mengikutsertakan kamera dengan lensa anamorfik atau proyektor dan ayar berlekuk ekstra panjang. Memungkinkan proyeksi dari gambar yang jauh lebih besar dari ukuran biasanya. Banyak film epic dibuat dalam Cinema Scope karena pengaruh dari ukuran terhadap penonton.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Cinematographer (Sinematografer) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cinemobile :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama dagang untuk unit lokasi pembuatan film yang lengkap dan dapt berpindah-pindah, membawa peralatan dan petugasnya dan memiliki banyak ukuran mulai dari van peralatan kecil sampai dengan bus besar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Clapper Boards :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sepasang papan berengsel yang diketukkan saat syuting dialog ketika kamera gambar dan alat rekam suara berputar dalam kecepatan yang sinkron. frame pertama ketika papan bersentuhan kemudian disinkronkan dalam ruang pemotongan dengan bunyi “bang”, memantapkan sync antara alur suara dan alur gambar. Pada banyak tipe sistem penanda elektronik dipasangkan sisi kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Commercial :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Iklan. Film pendek yang umumnya berdurasi 60, 30, atau 15 detik yang dibuat khusus untuk menjual suatu produk.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Composite Print :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Film yang telah diedit termasuk semua gambar, suara, dan musik yang telah dicetak ke dalam sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Contact Glass :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat bantu penglihatan terbuat dari kaca berwarna gelap berbentuk seperti &lt;em&gt;monacle&lt;/em&gt; yang dipakaikan ke salah satu mata Penata Fotografi selama pencahayaan set untuk memeriksa tingkatan kontras dari pencahayaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cook, Cookie :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dapat berupa kain dengan bingkai kawat atau lembaran kayu lapis atau plastik yang diberi pola daun ranting atau bunga untukmemunculkan bayangan pada permukaan datar. kadang buram atau tembus cahaya seperi sebuah &lt;em&gt;scrim&lt;/em&gt;. berasal dari bahasa Yunani &lt;em&gt;kukaloris&lt;/em&gt; yang berarti memecah cahaya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Copter Mount :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Copter kamera untuk penggunaan dalam pengambilan gambar aerial helikopter yang berfungsi menjaga kamera dari vibrasi helikopter. Nama dagangnya adalah &lt;em&gt;Tyler Mount&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Costume Designer :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Coverage :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan koleksi hasil pengambilan gambar individual, sudut, dan set yang terdiri dari segala kebutuhan film untuk membuat sebuah cerita lengkap.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cover Set :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Set yang digunakan untuk syuting bila adegan eksterior yang diusahakan ternyata terganggu oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cover Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari pengambilan film untuk menyediakan materi transisi dari satu bagian adegan ke bagian adegan lain dalam sebuah adegan yang sama. Bisa juga digunakan sebagai gamabr tambahan atau cadangan kalau perekaman pertama tidak berhasil. Juga disebut sebagai “&lt;em&gt;insurance&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cue :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanda bagi aktor/aktris dalam film untuk memunculkan bagiannya dalam dialog atau tindakan. Isyarat ini dapat berupa tindakan aktor/aktris lainnya, bagian akhir dari sebuah dialog, tanda dari sutradara atau isyarat cahaya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cue Light :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bola lampu kecil yang dapat dinyalakan atau dimatikan oleh sutradara atau asisten sutradara dan diletakkan diluar jangkauan pandang kamera tetapi dalam jangkauan pandang aktor untuk memberi isyarat. Isyarat cahaya ini menghindari isyarat secara verbal yang dimunculkan oleh aktor.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cut and Hold :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah dari sutadara agar adegan diberhentikan namun aktor/aktris tetap berada dalam posisinya. Sutradara mungkin ingin memeriksa pencahayaan, posisi, atau mengatur adegan lain yang saling bersinggungan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cut Back :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengubah gambar dalam film secara cepat dari adegan saat ini ke adegan lain yang telah dilihat sebelumnya. Pemotongan ini Dilakukan tanpa ada transisi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cutting on The Action :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan sebuah tindakan besar dari seorang aktor/aktris sebagai titik untuk masuk lebih dekat atau lebih jauh dari orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cutting Room :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat peralatan seorang editor film berada, misalnya &lt;em&gt;moviola&lt;/em&gt; dan lain sebagainya dan tempat film akan digabungkan sesuai cerita yang berkesinambungan. Ruang ini biasanya ada dalam sebuah studio namun dapat saja berada pada lokasi tersendiri dan terpisah dari daerah studio.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cut to :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara cepat mengubah gambar dalam film dari adegan masa kini ke adegan lainnya tanpa adanya transisi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Credit Title :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Urutan nama-nama tim produksi dan pendukung acara&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Chroma Key :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah metode elektronis yang melakukan penggabungan antara&lt;br /&gt;gambar video yang satu dengan gambar video lainnya dimana dalam&lt;br /&gt;prosesnya digunakan teknik &lt;em&gt;Key Colour &lt;/em&gt;yang dapat diubah sesuai&lt;br /&gt;kebutuhan foreground dan background&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cutting on Beat :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teknik pemotongan gambar berdasarkan tempo&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Clip Hanger :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin&lt;br /&gt;tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena&lt;br /&gt;ada jeda iklan komersial&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cut :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemotongan gambar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cutting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pemotongan gambar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Camera Blocking :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan posisi kamera yang sesuai dengan kebutuhan gambar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Clear-Com :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan bagi penggunaan headset audio yang dihubungkan dengan&lt;br /&gt;Master Control&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Channel :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saluran&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Crazy Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang direkam melalui kamera yang tidak beraturan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Composition :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komposisi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Continuity :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesinambungan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cross Blocking :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan posisi obyek secara silang sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Crane :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat khusus/katrol untuk kamera dan penata kamera yang dapat&lt;br /&gt;bergerak keatas dan kebawah&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Clip On :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mikrofon khusus yang dipasang pada obyek tanpa terlihat&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Casting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pemilihan pemain sesuai dengan karakter dan peran yang&lt;br /&gt;akan diberikan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Close Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dari jarak dekat&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dailies :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hasil cetakan positif, dikirimkan setiap hari dari laboratorium berasal dari negatif film yang dipergunakan di hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Depth of Focus :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Area tempat berbagai benda yang diletakkan dengan berbagai ukuran jarak di depan lensa akan tetap memperoleh fokus yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dialogue Coach or Dialogue Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang dalam set yang bertanggung jawab membantu para aktor/aktris dalam mempelajari kalimat mereka selama pembuatan film. Mungkin juga membantu pengaturan dialog saat pre-syuting.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diffusers :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Potongan materi difusi diletakkan di depan lampu studio untuk memperhalus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Documentary :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Film yang menyajikan cerita nyata, dilakukan pada lokasi yang sesungguhnya. Juga sebuah gaya dalam memfilmkan dengan efek realitas yang diciptakan dengan cara penggunaan kamera, sound, dan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dolly :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan/alat beroda untuk membawa kamera dan operator kamera selama pengambilan gambar. Dolly biasanya dapat didorong dan diarahkan oleh satu orang yang disebut &lt;em&gt;Dolly Grip&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dollying :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan kamera selama pengambilan gambar dengan menggunakan kendaraan/alat beroda yang mengakomodasikan kamera dan operator kamera. Kadang disebut juga &lt;em&gt;tracking&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;trucking&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Double :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bisa diartikan pemain tambahan yang menggantikan aktor/aktris selama pengaturan cahaya atau dapat berarti stunt yang menggantikan aktor/aktris dalam adegan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dress The Set :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah untuk menempatkan banyak benda (misal lampu, asbak, bunga, atau lukisan) di set untuk memunculkan realitas.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Drift :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang aktor/aktris hampir tidak disadari bergerak keluar dari posisinya. Dapat juga berupa petunjuk untuk menghilang dengan suatu cara tertentu, dengan arti melakukan perlahan dan bertahap.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dual Role :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran lebih dari satu bagian peran seorang aktor/aktris dalam sebuah film yang sama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dubbing :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perekaman suara manusia secara sinkron dengan gambar film. Suaranya mungkin atau mungkin tidak berasal dari aktor/aktris yang sesungguhnya serta bisa juga bahasa yang digunakan ketika film tersebut dibuat.&lt;br /&gt;Dubbing biasanya diselesaikan dengan menggunakan &lt;em&gt;Film Loops&lt;/em&gt; – bagian pendek dari sebuah gambar beserta dialognya dalam bentuk married print. Aktor/aktris menggunakan gambar dan soundtrack playback sebagai panduan untuk mensinkronkan gerakan bibir dalam gambar dengan perekaman suara terbaru. Umumnya digunakan untuk memperbaiki perekaman asli yang buruk., performa artistik yang tidak dapat diterima atau kemungkinan kesalahan dalam dialognya. Juga digunakan untuk perekaman lagu dan versi bahasa lain setelah proses pemfilman.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dulling Spray :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penyemprot aerosol yang menyisakan lapisan yang tidak mengkilat pada permukaan apapun dan tidak mengakibatkan penyilauan pada lensa kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Durasi :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang diberikan atau dijalankan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dimmer :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk mengontrol naik turunnya intensitas cahaya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dissolve :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teknik penumpukan gambar pada editing maupun syuting multi kamera&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Depth of Field :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Area dimana seluruh obyek yang duterima oleh lensa dan kamera&lt;br /&gt;muncul dengan fokus yang tepat. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh&lt;br /&gt;jarak antara obyek dan kamera, &lt;em&gt;focal length&lt;/em&gt; dari lensa dan &lt;em&gt;f-stop&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dramatic Emotion :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Emosi gambar secara dramatis&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Editing :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pemotongan gambar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Editor :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan bagi seseorang yang berprofesi sebagai ahli pemotongan&lt;br /&gt;gambar video dan audio.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Editorial Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Divisi dimana semua potongan film yang telah dihasilkan digabungkan sehingga membentuk urutan yang koheren, kadang dengan bantuan asisten sutradara atau produser.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Electric Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggung jawab terhadap penjagaan dan penyediaan segala alat elektrik. (misalnya: lampu, kabel, dan lain sebagainya) untuk kebutuhan film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Electrician :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertanggung jawab terhadap penempatan dan penyesuaian cahaya serta menyediakan listrik sesuai kebutuhan tiap alat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Exclusive Contract :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kontrak yang menyatakan bahwa seseorang dapat bekerja hanya untuk orang atau perusahaan tertentu yang mengontraknya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Exhibitor :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Orang atau perusahaan yang memiliki bioskop atau &lt;em&gt;drive-in&lt;/em&gt; atau rantai lain yang memungkinkan ditontonnya sebuah film.&lt;br /&gt;- Teater atau &lt;em&gt;drive-in&lt;/em&gt; yang mempertunjukkan sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Exposed :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan baku film yang telah dipakai untuk merekam gambar. Kata “exposed” wajib dicantumkan pada setiap can film yang telah dipakai.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ext. :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Eksterior. Bagian manapun dari film yang direkam di luar ruangan; jalanan kota, stadium, gurun, hutan, atau puncak gunung, beberapa lokasi dapat dibuat ulang di sounstage studio namun tetap dinamakan eksterior dalam naskah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Extra :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dipekerjakan sebagai pemain latar, misalnya sebagai salah satu orang dalam kerumunan dalam adegan di jalan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Engineering :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan dalam pengerjaan dan pembagian kerja dalam masalah&lt;br /&gt;teknis penyiaran&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Establish Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang natural dan wajar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Extreme Close Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dari jarak dekat&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fade Out, Fade In :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Efek berupa gamabr yang perlahan hilang dan menjadi gelap (&lt;em&gt;fade out&lt;/em&gt;) atau gambar yang muncul dari kegelapan (&lt;em&gt;fade in&lt;/em&gt;). Digunakan untuk menekankan berlalunya waktu atau akhir dari adegan atau cerita.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;False Move :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gerakan yang tidak terencana oleh aktor/aktris sebelum melakukan gerakan yang telah direncanakan. False Move yang dilakukan aktor dapat memunculkan masalah dengan mengatur &lt;em&gt;Dolly Grip&lt;/em&gt; untuk bergerak bersama dolly dan kamera karena ia berpikir bahwa gerakan aktor adalah isyarat untuk menggerakan kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fast Motion :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melakukan pemfilman dengan kecepatan dibawah standar kemudian memproyeksikan dengan kecepatan standar untuk membuat tindakan terlihat lebih cepat dari normal. Juga menciptakan efek masa lalu dan film bisu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Feature Part :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peran yang tidak terlalu penting untuk seorang bintang, tapi cukup besar untuk memunculkan perhatian khusus. Biasanya dilakukan oleh aktor/aktris yang telah dikenal baik oleh penonton. Saat ini lebih dikenal dengan &lt;em&gt;Cameo&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fifty-fifty :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sudut kamera atau pengambilan gamabr ketika dua orang aktor/aktris saling berhadapan, berbagi lensa dengan adil. Juga disebut sebagai a two shot atau a two.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fill Light :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Set pencahayaan umum yang digunakan untuk memperhalus kontras dari key lighting.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Film :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Media untuk merekam gambar yang menggunakan selluloid sebagai bahan dasarnya. Memiliki berbagai macam ukuran lebar pita seperti 16mm dan 35mm.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Film Clip :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian pendek dari sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Film Loader :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengisi Film. Anggota tim kamera kadang adalah asisten kameramen yang mengisi film yang belum diekspose ke dalam magazine dan mengeluarkan film yang telah diekspose ke dalam can.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;First Run :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali sebuah film dilepas ke bioskop untuk ditonton. Saat ini lebih dikenal dengan &lt;em&gt;premiere.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fishpole Boom :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tiang ringan yang dapat digenggam dan dapat dipindahkan untuk digunakan meletakkan mikrofon di lokasi yang sulit selama pemfilman.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Flag :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Miniatur &lt;em&gt;Gobo&lt;/em&gt; dari kayu lapis atau kain pada bingkai metal yang diletakkan pada &lt;em&gt;century stand.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Flare :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu obyek atau cahaya dari set memantulkan cahaya yang tidak diinginkan scara langsung pada lensa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Flashback :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari cerita film yang mengisahkan waktu periode awal, tergantung dari cerita.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Flub :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika aktor/aktris melakukan kesalahan dalam pengucapan dialog – &lt;em&gt;flubbed his line&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fluid Head :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Landasan pada tripod kamera yang memberikan gerakan halus untuk kamera melalui penggunaan &lt;em&gt;flywheel&lt;/em&gt; yang diletakkan dalam wadah berisi minyak dalam landasan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Focus :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyelarasan gambar secara detail, tajam, dan jernih hingga mendekati&lt;br /&gt;obyek aslinya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fog Maker :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan cairan khusus sehingga fog maker dapat memunculkan efek kabut, asap, efek kabur (blur), dan kelembaban. Dengan menggunakan cairan jenis lain maka dapat digunakan untuk menghilangkan kabur yang tidak diinginkan. Alat ini dapat berukuran kecil, mesin yang dapat digenggam atau mesin besar yang diletakkan di kereta.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Follow Focus :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perubahan fokus kamera selama adegan untuk mempertahankan fokus pada aktor/aktris yang bergerak mendekati atau menjahui kamera. Biasanya menjadi tugas &lt;em&gt;first assistant cameraman.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Follow Shots :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dengan kamera bergerak memutar untuk mengikuti pergerakan pemeran dalam adegan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Final Editing :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pemotongan gambar secara menyeluruh&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Floor Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang bertanggungjawab membantu mengkomunikasikan&lt;br /&gt;keinginan sutradara dari master control ke studio produksi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Footage :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar-gambar yang tersedia dan dapat digunakan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Footage Counter :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat penghitung yang berada pada kamera untuk tetap dapat mengikuti jumlah film yang telah diekspose.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Four Walled Set :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah set yang memiliki 4 dinding bukan 3 seperti biasanya. Keempat dinding menutup area aksi secara sempurna namun mungkin dapat dipindahkan untuk memungkinkan pergerakan cahaya dan kamera selama melakukan pengambilan gambar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Frame :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Suatu gambar dari banyak gambar pada gulungan film yang telah diekspose, ukuran frame bervariasi sesuai format yang akan diambil gambarnya.&lt;br /&gt;- Menyesuaikan kamera dan lensa sehingga gambar yang akan diambil memiliki batasan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Frame per Second (fps) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film 35mm berputar dalam kamera dengan kecepatan normal menghasilkan 24 frame perdetiknya sehingga bila banyak frame yang diputar tiap detiknya aksi dari subyek akan diperlambat ketika diproyeksikan dalam kecepatan normal. Bila lebih sedikit dari 24 frame yang diputar maka aksi tampat dipercepat bila diproyeksikan dengan kecepatan normal.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Freelancer :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak terikat kontrak dengan produser atau perusahaan manapun.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Freeze :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah bagi aktor/aktris untuk menghentikan aksi namun mempertahankan posisinya. Dalam film yang aktor/aktris atau obyek lain muncul dengan tiba-tiba misalnya “pop in” pada layar maka aktor/aktris dalam adegan akan diminta untuk diam. Orang atau obyek kemudian ditempatkan di posisinya kemudian perintah untuk “action” diberikan dan adegan dilanjutkan. Dalam pemotongan film di bagian tengah dari masuknya aktor/aktris atau penempatan obyek akan dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gaffer :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin electrician yang bertanggung jawab di bawah &lt;em&gt;Director of Photography&lt;/em&gt; mengenai pencahayaan set.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Geared Head :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Unit dimana kamera dipasangkan yang dapat dihubungkan pada dolly atau crane dan panned (gerakan secara horisontal) atau tilted (gerakan secara vertikal) memungkinkan kamera untuk mengikuti gerakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gen :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Truk generator yang digunakan untuk menyediakan tenaga listrik ketika unit film berada di lokasi atau tambahan penyediaan tenaga di studio. Juga disebut sebagai genset.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gobo :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Layar kayu yang dicat hitam. Digunakan untuk menghalangi cahaya dari sati atau lebih pencahayaan lampu studio, suatu set peralatan yang digunakan untuk mecegah jatuhnya cahaya yang tidak diinginkan ke lensa kamera atau area set. Biasanya diletakkan pada sanggahan yang dapat disesuaikan. Gobo tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Green Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggungjawab untuk menyediakan pepohonan, semak, bunga, rumput, dan benda-benda hidup lainnya baik yang asli maupun buatan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Grip :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berwenang memindahkan dan mengatur trek atau jalannya kamera – apapun yang membutuhkan cengkeraman yang kuat – di set.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Grip Chain :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rantai ringan yang digunakan untuk berbagai keperluan yang dilakukan oleh bagian grip. pada set biasanya digunakan pada sekitar kaki kursi atau sofa yang ditempati pemain untuk mencegahnya bergerak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hairdresser :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hairdresser Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggungjawab atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hand Cue :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;biasanya diberikan oleh sutradara atau asistennya untuk menunjukan waktu masuk seorang aktor/aktris atau bagian khusus dari suatu adegan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hand Held :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengambil gambar dengan kamera ringan seperti handycam, jenis yang dapat ditahan oleh operator kamera dengan tangannya selagi mengambil gambar, berlawanan dengan meletakkannya pada gear head atau tripod. Memberikan fleksibilitas yang lebih. Teknik penggunaan kamera dengan tangan tanpa tripod&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Headroom :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ruangan bagian atas suatu obyek dalam gambar dengan bagian atas frame.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;High Head :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tripod logam kecil dengan ketinggian tertentu yang dapat dipasangkan ke lantai untuk mempertahankan posisinya. Digunakan untuk menahan kamera saat pengambilan gambar dengan sudut rendah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hot Set :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu set yang telah diisi barang dan dekor untuk syuting. Penggambaran ini biasanya mengindikasikan bahwa set tersebut tidak boleh dimasuki atau digunakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hot Spot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Area dalam set yang memiliki pencahayaan yang sangat terang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hunting Location :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pencarian dan penggunaan lokasi yang tepat dan terbaik&lt;br /&gt;untuk syuting.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Idiot Cards :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kartu besar tempat dialog dituliskan untuk aktor yang tidak dapat mengingat kalimatnya. Dapat juga berarti sebuah bagian mesin elektronik yang mahal disebut Tele-Prompter, dimana sebuah gulungan kertas ditempatkan di depan atau dekat dengan kamera dan dituliskan dialognya dengan huruf yang besar sehingga mudah untuk dibaca. Bisa juga disebut dengan Cue cards.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Independent :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang membuat film tanpa dipekerjakan oleh sebuah studio besar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Insert Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu obyek biasanya yang dicetak seperti surat kabar atau sebuah jam, dan dimasukkan ke dalam rangkaian untuk menjelaskan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Int. :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Interior. Bagian dari film yang diambil didalam ruangan. Interior dapat berupa set yang dibentuk di studio atau diluar studio. Lebih dikenal sekarang ini sebagai location interiors.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Intercut :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengubah urutan tindakan dari belakang ke depan dari sebuah adegan ke adegan lain, biasanya dilakukan dengan kecepatan cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Iris :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;bagian yang terbuka dari sebuah lensa atau bagian belakang yang mengatur masuknya cahaya kdalam film. ukuran Iris dapat dikontrol oleh operator kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jell :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gelatin atau materi plastik berwarna yang digunakan di depan sebuah lampu untuk mengubah warna cahaya dari lampu tersebut. Bisa juga disebut dengan &lt;em&gt;Gel&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jumping Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pengambilan gambar secara tidak berurutan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jimmy Jib :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Katrol kamera otomatis yang digerakan dengan remote&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Key Grip :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memimpin para pekerja grip.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Key Light :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cahaya utama yang digunakan untuk menerangi subyek tertentu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lab :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara umum disebut sebagai suatu tempat untuk memproses exposed film pada tahap akhir.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lens (Lensa) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi dari berbagai macam potongan kaca yang dipasang sesuai kebutuhan dan dimasukkan kedalam tube metal. Beberapa jenis lensa bersifat tetap dalam arti tidak dapat diubah-ubah panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Light Meter :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Instrumen kecil dan dapat dipegang dengan tangan yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lining Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membatasi adegan. Operator kamera atau sutradara mengatur penempatan kamera sehingga mencakup ruang pengelihatan yang diinginkan. Dapat juga berarti framing.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Limbo :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melakukan pengambilan gambar pada area atau set yang tidak dapat dijelaskan sebagai suatu lokasi khusus. Dapat digunakan untuk adegan &lt;em&gt;close-up&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;insert&lt;/em&gt;, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lip-Sync :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesi perekaman saat seoarang aktor/aktris menyesuaikan suaranya dengan gerakan bibir dari gambar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Location Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggung jawab untuk mendapatkan lokasi khusus yang dibutuhkan untuk syuting film serta membuat penagturan agar seluruh kru dan peralatan dapat mencapai lokasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Long Focus Lens :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah yang relatif digunakan untuk menggambarkan lensa yang lebih panjang dari ukuran fokus normal (&lt;em&gt;telephoto&lt;/em&gt;) dan memberikan perbesaran image.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Looks :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Arah khusus yang diminta pada aktor/aktris untuk menagrahkan matanya dengan tujuan untuk menyesuaikan tindakan pada gambar sebelumnya. Bisa juga untuk mengindikasikan lokasi seseorang atau benda yang tidak ada dalam gambar, misalnya diluar kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Long Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar direkam dari jarak jauh. Biasanya digunakan dengan cara&lt;br /&gt;pengambilan gambar dari sudut panjang dan lebar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Magazine :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wadah film yang membentuk bagian dari suatu kamera atau proyektor. Magazine bersifat tahan cahaya serta tidak memungkinkan cahaya untuk masuk ke film yang belum atau sudah exposed didalam magazine.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Magnetic Recorder :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat perekam pita magnetik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Make-Up Call :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu untuk aktor/aktris berada pada bagian make-up atau ruang rias sebelum dimulainya syuting.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Make-Up Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mark It :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah terhadap asisten kamera untuk melepaskan &lt;em&gt;clapper stick&lt;/em&gt; pada&lt;em&gt; slate board&lt;/em&gt; untuk memberikan tanda suara pada adegan ketika kamera sedang berjalan pada kecepatan fotografi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Marks :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk memberikan referensi pada aktor/aktris atau dolly mengenai posisi tertentu dalam suatu adegan. Tanda ini dapat dibuat ditanah atau lantai dengan menggunakan kapur, kertas perekat, tees atau segitiga dari kayu serta metal.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Married Print :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gabungan antara track gambar dan suara setelah film tersebut selesai diedit. Istilah ini tidak dikenal dalam produksi dengan menggunakan format video.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Match :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menghasilkan ulang suatu tindakan yang dilakukan dalam adegan lain sehingga keduanya dapat dipotong sehingga menghasilkan posisi yg dapat disesuaikan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matching Directions :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyesuaian adegan dalam film seperi masuk dari kiri ke kanan sehingga orang atau alat transportasi dalam film tidak memiliki arah yang terbalik ketika pengambilan gambar lain dimasukkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matte :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cut-out atau penutup sebagian yang diletakkan didepan lensa untuk mencegah ekspose dari bagian film. Misalnya sepasang kembar identik sedang berbicara, padahal hanya satu aktor/aktris yang memerankan peran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matte Box :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah frame yang dipasang didepan lensa kamera dan didesain untuk menahan matte kamera yang digunakan pada suatu efek khusus. Matte Box biasanya dikombinasikan dengan sunshade.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Measuring Tape :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat ukur yang digunakan untuk mengukur jarak dari lensa ke subyek dengan tujuan untuk menentukan fokus secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Microphone Shadow :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Munculnya bayangan dari mikrofon pada bagian set yang masuk pada area pandang kamera. Bila muncul pada gambar maka&lt;em&gt; it’s a no-no&lt;/em&gt; (gambar tidak terpakai)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mock-Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tiruan suatu benda yang dibuat seperti asli tapi hanya berupa bagian tertentu saja menurut kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Montage :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Urutan gambar yang mengalir, menyatu, atau kadang dipotong dari yang satu ke yang lainnya. Digunakan untuk memperlihatkan peningkatan atau pembalikan waktu terhadap perubahan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M.O.S. :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Porsi gamabr dari sebuah adegan yang diambil tanpa merekam suaranya. Inisial ini awalnya muncul dari sutradara Eropa yang tidak dapat mengucapkan &lt;em&gt;WS&lt;/em&gt; dan mengatakan &lt;em&gt;Mit Out Sound&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Moving Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teknik pengambilan gambar dari obyek yang bergerak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Music Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggungjawab dalam pengaturan atau menyediakan musik yang akan digunakan dalam film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Master Control :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perangkat teknis utama penyiaran untuk mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada suatu produksi acara&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Medium Close Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dari jarak yang cukup dekat&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Medium Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari jarak dekat&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Medium Long Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari jarak yang panjang dan jauh&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Middle Close Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dari jarak sedang&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Master Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan pada saat melakukan proses editing.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;N.G. :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;No Good (tidak baik) Istilah ini dipakai sebagai komentar terhadap pengambilan gambar yang tidak baik pada laporan kamera dan suara, misalnya &lt;em&gt;N.G. Sound&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;N.G. Action&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NTSC (National Television Standards Committee)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sistem warna televisi yang dipergunakan di negara Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, NTSC terdiri dari 525 garis pemindaian yang berada pada rate 30 frame perdetiknya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Non-Exclusive Contract :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan dimana sesorang dijamin untuk ikut dalam sejumlah produksi namun diperbolehkan untuk bekerja pada produksi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Non-Theatrical Film :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Film yang tidak dipertontonkan di bioskop melainkan untuk film pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;O.S. :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Off Screen (tidak tampak pada layar)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Outs, Out Takes :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian gambar yang tidak masuk pada versi lengkap dari sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Overlap :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah untuk aktor/aktris agar memulai dialog tanpa harus menunggu pemeran lainnya menyelesaikan dialognya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Opening Scene :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adegan yang dirancang khusus untuk membuka acara atau cerita.&lt;br /&gt;Biasanya adegan ini dikemas secara kreatif dan menarik untuk&lt;br /&gt;mendapatkan perhatian dari penonton&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PAL (Phase Alternation by Line) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sistem warna televisi yang pertama kali dibuat di Jerman, dan digunakan di Eropa dan beberapa negara lain termasuk Indonesia. PAL terdiri dari 625 garis pemindaian berada pada rate 25 frame perdetiknya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Plot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alur cerita dari sebuah naskah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;P.O.V. :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Point of View (Sudut Pandang).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Practical :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi dari sesuatu dalam sebuah set film seperti pada kehidupan nyata. Misalnya kompor gas, bak cuci, pintu terbuka, pencahayaan lampu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Print :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah ketika pengambilan gambar telah lengkap dan dikirim ke laboratorium untuk dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Producer :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan ini untuk orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui oleh executive producer.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Production Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang menentukan batasan biaya dan menangani persiapan dan pelaksanaan atas segala keperluan dalam sebuah produksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Production Assistant :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi dilapangan selama proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Production Manager :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Production Unit :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari sutradara, kru kamera, kru tata suara, bagian listrik dan semua orang yang diperlukan dalam suatu produksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prop Box (Kotak Properti) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran serta memiliki roda yang gunanya sebagai tempat penyimpanan barang-barang kebutuhan suatu produksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prop Man :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertugas untuk memastikan bahwa properti ada ditempat yang seharusnya pada saat dibutuhkan untuk suatu produksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Power Pack :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat khusus untuk pembagian arus listrik&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Panning :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan horisontal kamera dari kiri kekanan maupun sebaliknya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rain Cluster :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perangkat sprinkler yang dapat digantung diatas kepala untuk memberikan simulasi efek dari hujan. Di sini sering memakai semburan dari mobil pemadam kebakaran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Raw Stock :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Film yang belum diekspose.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Reaction Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar yang dimasukkan dalam sebuah adegan untuk menunjukkan efek kalimat atau tindakan terhadap partisipan lain dalam adegan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Reel of Film :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jumlah film yang akan diproyeksikan dalam waktu 10 menit. 900 feet untuk ukuran 35mm atau 360 feet untuk ukuran 16mm. Gulungan standar dapat menampung film sepanjang 1000 feet untuk 35mm dan 400 feet untuk 16mm.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Reflector :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemantul yang permukaannya berlapis perak digunakan untuk memantulkan cahaya. Untuk pengambilan film eksterior reflektor sering digunakan untuk mengarahkan sinar matahari ke bagian dalam suatu adegan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Release Print :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; Married Print&lt;/em&gt; yang dibuat untuk didistribusikan ke bioskop setelah &lt;em&gt;answer print&lt;/em&gt; (telah disetujui)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Re-Load :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penanda dari departemen kamera atau tata suara ketika mereka telah kehabisan persediaan untuk merekam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Remake :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produksi suatu film yang sebelumnya telah diproduksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Re-Run :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memutar ulang suatu film atau acara televisi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Research Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;bagian riset yang terdiri dari orang-orang yang menilai otentisitas artikel, benda, kostum, dan peristiwa dalam sebuah film sebelum produksi film tersebut dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Resolution, Resolving Power :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan lensa atau film untuk menangkap serta menunjukkan detail yang halus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Re-Take :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan sebuah adegan dalam syuting.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Reverse, Reverse Angle :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lawan dari sudut kamera dari adegan yang baru saja diselsaikan untuk memperlihatkan sisi lain dari gambar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Rigging :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rangka pondasi untuk penyangga lampu penerangan pada suatu set. Sering disebut juga dengan &lt;em&gt;Scaffolding&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Roll, Rool ‘em :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah yang biasanya diberikan oleh asisten sutradara ketika sutradara merasa adegan telah siap untuk pengambilan gambar dengan memfungsikan kamera film dan peralatan rekam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Rough Cut :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penggabungan dari berbagai adegan film menurut suatu cerita yang komprehensip, biasanya sudah dengan dialog dan soundtrack.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Running Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggerakkan kamera untuk menyesuaikan dengan aktor/aktris ketika mereka menyeberangi set atau lokasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rushes :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cetakan dari hasil pengambilan gambar hari itu yang diproses pada hari yang sama sehingga dapat dilihat pada besoknya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rundown :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Susunan isi dan alur cerita dari program acara yang dibatasi oleh&lt;br /&gt;durasi, segmentasi, dan bahasa naskah&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Run Through :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Latihan akhir bagi seluruh pendukung acara yang disesuaikan dengan&lt;br /&gt;urutan acara dalam rundown&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Retake :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan ulang suatu gambar/adegan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sandbag :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tas/bungkusan berisi pasir untuk pemberat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Scouting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mencari lokasi untuk produksi atau bisa juga mencari orang yang berbakat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Screen Play :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Naskah lengkap yang menjadi bahan untuk melakukan produksi film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Screen Test :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah adegan yang memberikan kesempatan bagi aktor/aktris untuk memperlihatkan kemampuannya. Adegan ini biasanya diambil dari film untuk mempertimbangkan seorang aktor/aktris diambil lengkap dengan menggunakan kostum, set, dan riasan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Scrim :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bendera yang dibuat dari materi tembus cahaya. Kegunaannya adalah sebagian untuk mengurangi dan mendifusikan sumber cahaya. Berada ditengah antara sebuah gobo dan sebuah diffuser.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Script Supervisor, Script Clerk :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi. termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, penagrahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gamabr ulang. Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sequence :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rangkaian adegan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Shutter :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme kamera yang mencegah cahaya masuk ke film diantara pengukuran frame segingga serial foto yang terpisah memiliki jarak walaupun gulungan film tetap diputar dalam kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sneak, Sneak Preview :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran film di bioskop tanpa pemberitahuan sehingga pembuat film dapat memperoleh tanggapan dari penonton sebelum didistribusikan secara umum. Seringkali tanggapan dari penonton untuk membuat perubahan dalam film yang menurut produser akan membuat film tersebut lebih berhasil dipasaran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Soft Focus :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;pengambilan gambar dengan lensa yang diatur sedikit out of focus sehingga subyek tampak agak buram. seringkali digunakan ketika memfoto seorang aktor.aktris yang mulai terlihat berkerut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Soft Light :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pencahayaan lampu yang memungkinkan tidak menghasilkan bayangan dan berpendar secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sound Camera :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kamera yang beroperasi dengan tenan selama perekaman gambar sehingga suara dapat direkam tanpa adanya bunyi dari kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Splice, Splicing :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penggabungan akhir dari 2 buah film sehingga terbentuk sebuah kesatuan yang berkesinambungan. Proses ini disebut splicing, hubungannya disebut splice.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sprocket :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Roda dengan gerigi teratur yang mencengkeram bagian pinggir film untuk menggerakkannya didalam kamera.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Still man, Photographer :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggungjawab atas publiitas dan pembuatan foto set serta lokasi. Dapat juga digunakan pada kesempatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Stop Frame :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan sebuah frame film untuk memberikan efek diam pada aksi. Juga disebut dengan freeze frame.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Story Board :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sketsa yang menggambarkan adegan dalam film. Digunakan untuk mempemudah pengambilan gambar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sunshade (Lens Shade) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kotak persegi panjang untuk meningkatkan ukuran lensa keluar, dipasangkan pada kamera diabgian lensa depan untuk mencegah masuknya cahaya kedalam lensa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Super, Superimposure :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan sebuah gambar diatas gambar lainnya, misalnya title atau subtitle terjemahan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Swish Pan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gerakan &lt;em&gt;panning&lt;/em&gt; ketika kamera digerakkan secara cepat dari sebuah sisi ke sisi lainnya, menyebabkan gambar menjadi kabur untuk memunculkan kesan gerakan mata secara cepat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Simply Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang diambil dari sudut yang mudah&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Script Format :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Format penulisan naskah acara&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Script Marking :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penandaan pada naskah untuk menjadi catatan bagi sutradara maupun&lt;br /&gt;pendukung produksi lainnya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Stock Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bentuk gambar yang diciptakan untuk menjadi pilihan pada&lt;br /&gt;saat gambar-gambar tersebut memasuki proses editing&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suspense :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah yang digunakan untuk menunjukkan adegan yang menegangkan&lt;br /&gt;dan mengundang rasa was-was bagi penonton&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Steady Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar sempurna dan tidak terlalu banyak bergerak dan dapat dinikmati&lt;br /&gt;dengan posisi diam&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Slow Motion :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan gambar yang diperlambat sesuai dengan kebutuhan cerita&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Tag, Tag Line :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalimat atau tindakan dalam sebuah adegan terakhir dari sebuah film yang diharapkan dapat menjadi puncak dari apa yang telah disuguhkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Teaser :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adegan pertama dari keseluruhan gambar dari cerita. Biasanya adegan yang menarik, digunakan di televisi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tele-Photo Lens :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lensa dengan panjang fokus lebih besar dari normal yang digunakan untuk membuat obyek jauh menjadi dekat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;That’s a Hold :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah dari sutradara pada script supervidor dan asisten kamera bahwa pengambilan gambar yang baru saja selesai tidak akan dikirim ke lab untuk dicetak tapi diberi label “&lt;em&gt;hold&lt;/em&gt;” sampai pengambilan gambar lainnya telah selesai dan sutradara memutuskan gambar mana yang akan dicetak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tilt :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggerakan kamera secara vertikal (naik-turun)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tone Track :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Soundtrack yang memunculkan bunyi latar yang diasosiasikan dengan lokasi interor atau eksterior. Suara ini biasanya tidak disadari namun memberikan sentuhan realitas yang dibutuhkan oleh sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Top Lighting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cahaya dari sumber yang diletakkan diatas subyek sehingga turun menyinari.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Transportation Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggungjawab terhadap semua kendaraan yang digunakan oleh kru dan pemain selama syuting berlangsung. Dalam hal ini termasuk antar dan jemput kru atau pemain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Treatment :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Presentasi detail dari cerita sebuah film namun belum berbentuk naskah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Triangle :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat yang digunakan untuk menahan kaki-kaki tripod agar tidak bergerak jika diletakkan di lantai yang licin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Two/Three Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah yang seringkali digunakan oleh sutradara untuk mengarahkan kamera pada dua/tiga obyek yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Unit Manager :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggungjawab atas kelancaran operasi perusahaan film di lokasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Variable Speed Motor :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Variasi kecepatan film di kamera untuk keperluan efek khusus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Viewfinder :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Instrumen optik yang diletakkan samping kiri blimp yang memungkinkan operator kamera untuk mengikuti aksi sementara kamera sedang berputar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Voice Cue :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sinyal vokal dari sutradara atau aktor/aktris dalam adegan bahwa sudah waktunya aktor/aktris lain masuk.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VTR :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Video Tape Recording&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Very Long Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang diambil dari jarak yang sangat jauh&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Voice Over :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suara dari announcer atau penyiar untuk mendukung isi cerita (narasi)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Wardrobe Box :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kotak penyimpanan kostum.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wardrobe Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggungjawab atas pemilihan kostum yang akan dipergunakan untuk produksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Wild Line :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang biasanya direkam setelah pengambilan gambar atau diakhir syuting pada hari itu. Dipergunakan untuk mengulang kalimat dari suatu adegan yang telah diambil karena tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;White Balance :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prosedur untuk mengoreksi warna gambar dari kamera dengan&lt;br /&gt;mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum warna.&lt;br /&gt;Umumnya prosedur ini menggunakan warna putih sebagai dasar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wild Recording :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perekaman yang tidak dilakukan selama proses fotografi. efek suara dan bunyi acak biasanya direkam dengan cara ini, kadang untuk narasi dan musik juga. Seringkali disebut &lt;em&gt;Non-Sync.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Wind Machine :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kipas angin besar yang ditutup dengan kawat pengaman. Digunakan untuk menciptakan efek angin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wipe :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Efek optik antara 2 gambar dimana gambar ke-2 mulai di bagian luar layar dan menghapus gambar pertama sampai dengan garis yang masih terlihat dan pada akhirnya menutupi gambar pertama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wrap :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah yang digunakan untuk memberitahukan pada semua orang bahwa syuting pada hari itu sudah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://misteridigital.wordpress.com/2007/09/16/istilah-istilah-dalam-produksi-film-dan-acara-tv/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-825149940784782834?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/825149940784782834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/istilah-istilah-dalam-memproduksi-film.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/825149940784782834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/825149940784782834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/istilah-istilah-dalam-memproduksi-film.html' title='Istilah - istilah dalam Memproduksi Film Atau Acara Televisi'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-1707871574896842874</id><published>2010-02-07T17:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:28:51.428-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Jenis -Jenis Film</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Film Dokumenter (Documentary Films)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dokumenter adalah sebutan yang diberikan untuk film pertama karya Lumiere bersaudara yang berkisah tentang perjalanan (travelogues) yang dibuat sekitar tahun 1890-an. Tiga puluh enam tahun kemudian, kata ‘dokumenter’ kembali digunakan oleh pembuat film dan kritikus film asal Inggris John Grierson untuk film Moana (1926) karya Robert Flaherty. Grierson berpendapat dokumenter merupakan cara kreatif merepresentasikan realitas (Susan Hayward, Key Concept in Cinema Studies, 1996, hal 72). Sekalipun Grierson mendapat tentangan dari berbagai pihak, pendapatnya tetap relevan sampai saat ini. Film dokumenter menyajikan realita melalui berbagai cara dan dibuat untuk berbagai macam tujuan. Namun harus diakui, film dokumenter tak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan, dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Intinya, film dokumenter tetap berpijak pada hal-hal senyata mungkin. Seiring dengan perjalanan waktu, muncul berbagai aliran dari film documenter misalnya dokudrama (docudrama).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Dalam dokudrama, terjadi reduksi realita demi tujuantujuan estetis, agar gambar dan cerita menjadi lebih menarik. Sekalipun demikian, jarak antara kenyataan dan hasil yang tersaji lewat dokudrama biasanya tak berbeda jauh. Dalam dokudrama, realita tetap menjadi pegangan. Kini dokumenter menjadi sebuah tren tersendiri dalam perfilman dunia. Para pembuat film bisa bereksperimen dan belajar tentang banyak hal ketika terlibat dalam produksi film dokumenter. Tak hanya itu, film dokumenter juga dapat membawa keuntungan dalam jumlah yang cukup memuaskan. Ini bisa dilihat dari banyaknya film dokumenter yang bisa kita saksikan melalui saluran televisi seperti program National Geographic dan Animal Planet. Bahkan saluran televisi Discovery Channel pun mantap menasbih diri sebagai saluran televisi yang hanya menayangkan program documenter tentang keragaman alam dan budaya.&lt;br /&gt;Selain untuk konsumsi televisi, film dokumenter juga lazim diikutsertakan dalam berbagai festival film di dalam dan luar negeri. Sampai akhir penyelenggaraannya tahun 1992, Festival Film Indonesia (FFI) memiliki kategori untuk penjurian jenis film dokumenter. Di Indonesia, produksi film dokumenter untuk televisi dipelopori oleh stasiun televisi pertama kita, Televisi Republik Indonesia (TVRI). Beragam film documenter tentang kebudayaan, flora dan fauna Indonesia telah banyak dihasilkan TVRI. Memasuki era televisi swasta tahun 1990, pembuatan film dokumenter untuk televisi tidak lagi dimonopoli TVRI. Semua televisi swasta menayangkan program film dokumenter, baik produksi sendiri maupun membelinya dari sejumlah rumah produksi. Salah satu gaya film dokumenter yang banyak dikenal orang, salah satunya karena ditayangkan secara serentak oleh lima stasiun swasta dan TVRI adalah Anak Seribu Pulau (Miles Production, 1995). Dokudrama ini ternyata disukai oleh banyak kalangan sehingga sekitar enam tahun kemudian program yang hampir sama dengan judul Pustaka Anak Nusantara (Yayasan SET, 2001) diproduksi untuk konsumsi televisi. Dokudrama juga mengilhami para pembuat film di Hollywood. Beberapa film terkenal juga mengambil gaya dokudrama seperti JFK (tentang presiden Kenedy), Malcom X, dan Schindler’s List.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Film Cerita Pendek (Short Films)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Durasi film cerita pendek biasanya di bawah 60 menit. Di banyak negara seperti Jerman, Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan juga Indonesia, film cerita pendek dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan bagi seseorang/sekelompok orang untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh para mahasiswa jurusan film atau orang/kelompok yang menyukai dunia film dan ingin berlatih membuat film dengan baik. Sekalipun demikian, ada juga yang memang mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek, umumnya hasil produksi ini dipasok ke rumah-rumah produksi atau saluran televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Film Cerita Panjang (Feature-Length Films)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film dengan durasi lebih dari 60 menit lazimnya berdurasi 90-100 menit. Film yang diputar di bioskop umumnya termasuk dalam kelompok ini. Beberapa film, misalnya Dances With Wolves, bahkan berdurasi lebih 120 menit. Film-film produksi India rata-rata berdurasi hingga 180 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profil Perusahaan (Corporate Profile)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film ini diproduksi untuk kepentingan institusi tertentu berkaitan dengan kegiatan yang mereka lakukan, misal tayangan “Usaha Anda” di SCTV. Film ini sendiri berfungsi sebagai alat bantu presentasi atau promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iklan Televisi (TV Commercial)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film ini diproduksi untuk kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk(iklan produk) maupun layanan masyarakat (iklan layanan masyarakat atau public service announcement/PSA). Iklan produk biasanya menampilkan produk yang diiklankan secara eksplisit, artinya ada stimulus audio-visual yang jelas tentang produk tersebut. Sedangkan iklan layanan masyarakat menginformasikan kepedulian produsen suatu produk terhadap fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Dengan demikian, iklan layanan masyarakat umumnya menampilkan produk secara implisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Program Televisi (TV Programme)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program ini diproduksi untuk konsumsi pemirsa televisi. Secara umum, program televisi dibagi menjadi dua jenis yakni cerita dan noncerita. Jenis cerita terbagi menjadi dua kelompok yakni fiksi dan nonfiksi. Kelompok fiksi memproduksi film serial (TV series), film televisi/FTV (populer lewat saluran televisi SCTV) dan film cerita pendek. Kelompok nonfiksi menggarap aneka program pendidikan, film dokumenter atau profil tokoh dari daerah tertentu. Sedangkan program non cerita sendiri menggarap variety show, TV quis, talkshow, dan liputan berita (news).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Video Klip (Music Video)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Video klip adalah sarana bagi produser music untuk memasarkan produknya lewat medium televisi. Dipopulerkan pertama kali lewat saluran televisi MTV tahun 1981. Di Indonesia, video klip ini sendiri kemudian berkembang sebagai bisnis yang mengiurkan seiring dengan pertumbuhan televisi swasta. Akhirnya video klip tumbuh sebagai aliran dan industri tersendiri. Beberapa rumah produksi mantap memilih video klip menjadi bisnis utama (core busines) mereka. Di Indonesia tak kurang dari 60 video klip diproduksi tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.komunitasfilmbanjarnegara.co.cc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-1707871574896842874?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/1707871574896842874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/jenis-jenis-film.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1707871574896842874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1707871574896842874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/jenis-jenis-film.html' title='Jenis -Jenis Film'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-8841317041918458122</id><published>2010-02-07T17:44:00.003-08:00</published><updated>2010-02-11T11:29:15.858-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produksi film'/><title type='text'>Tahap Memproduksi Film</title><content type='html'>Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Hanya sebagai hiburan, mengangkat fenomena, pembelajaran/pendidikan, dokumenter, ataukah menyampaikan pesan moral tertentu. Hal ini sangat perlu agar pembuatan film lebih terfokus, terarah dan sesuai. Mengembangkan naskah ke dalam program video siap pakai melalui tahapan-tahapannya : Tahap Pra Produksi, Tahap Produksi, Tahap Pasca Produksi&lt;br /&gt;Dalam produksi film sangat erat kaitannya dengan kerabat kerja atau tim atau crue pelaksana pembuatan film dan deskripsi kerjanya masing-masing. Adapun tim tersebut dapat terdiri atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Produser, Bertugas memimpin dan mengarahkan keseluruhan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sutradara ( proses pembuatan film.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Script Writer Bertugas membuat Ide cerita, Pencetus atau pemilik ide cerita pada naskah film. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penulis skenario/ menterjemahkan ide cerita ke dalam bahasa visual gambar atau skenario.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kameramen, Bertugas mengambil gambar atau mengoperasikan kamera saat shooting.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lighting Bertugas mengatur Tata cahaya ( pencahayan dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tata musik (music director), Bertugas membuat atau memilih musik yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;film.costume designer, Bertugas membuat atau memilih kostum atau pakaian yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Make up Artist, Bertugas mengatur make up yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tata suara dan (sound recorder), Bertugas membuat atau memilih atau merekam suara dan efek suara yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tata artistik artistic director, Bertugas membuat dan mengatur latar dan setting yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Editor, Bertugas melakukan editing pada hasil pengambilan gambar dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kliper, Bertugas memberi tanda pengambilan shot dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pencatat adegan, Bertugas mencatat adegan atau shot yang diambil serta kostum yang dipakai dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Casting, Bertugas mencari dan memilih pemain yang sesuai ide cerita dalam produksi film.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAHAP PRA PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANALISIS IDE CERITA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Hanya sebagai hiburan, mengangkat fenomena, pembelajaran/pendidikan, dokumenter, ataukah menyampaikan pesan moral tertentu. Hal ini sangat perlu agar pembuatan film lebih terfokus, terarah dan sesuai. Jika tujuan telah ditentukan maka semua detail cerita dan pembuatan film akan terlihat dan lebih mudah. Jika perlu diadakan observasi dan pengumpulan data dan faktanya. Bisa dengan membaca buku, artikel atau bertanya langsung kepada sumbernya.&lt;br /&gt;Ide film dapat diperoleh dari berbagai macam sumber antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengalaman pribadi penulis yang menghebohkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percakapan atau aktifitas sehari-hari yang menarik untuk difilmkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cerita rakyat atau dongeng.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biografi seorang terkenal atau berjasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adaptasi dari cerita di komik, cerpen, atau novel.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari kajian musik, dll&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYIAPKAN NASKAH &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika penulis naskah sulit mengarang suatu cerita, maka dapat mengambil cerita dari cerpen, novel ataupun film yang sudah ada dengan diberi adaptasi yang lain. Setelah naskah disusun maka perlu diadakan Breakdown naskah. Breakdown naskah dilakukan untuk mempelajari rincian cerita yang akan dibuat film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYUSUN JADWAL DAN BUDGETING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadwal atau working schedule disusun secara rinci dan detail, kapan, siapa saja , biaya dan peralatan apa saja yang diperlukan, dimana serta batas waktunya. Termasuk jadwal pengambilan gambar juga, scene dan shot keberapa yang harus diambil kapan dan dimana serta artisnya siapa. Lokasi sangat menentukan jadwal pengambilan gambar.&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyusun alokasi biaya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penggandaan naskah skenario film untuk kru dan pemain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyediaan kaset video.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyediaan CD blank sejumlah yang diinginkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyediaan property, kostum, make-up.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Honor untuk pemain, konsumsi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akomodasi dan transportasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyewa alat jika tidak tersedia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HUNTING LOKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memilih dan mencari lokasi/setting pengambilan gambar sesuai naskah. Untuk pengambilan gambar di tempat umum biasanya memerlukan surat ijin tertentu. Akan sangat mengganggu jalannya shooting jika tiba-tiba diusir dipertengahan pengambilan gambar karena tidak memiliki ijin.&lt;br /&gt;Dalam hunting lokasi perlu diperhatikan berbagai resiko seperti akomodasi, transportasi, keamanan saat shooting, tersedianya sumber listrik, dll. Setting yang telah ditentukan skenario harus betul-betul layak dan tidak menyulitkan pada saat produksi. Jika biaya produksi kecil, maka tidak perlu tempat yang jauh dan memakan banyak biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYIAPKAN KOSTUM DAN PROPERTY.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memilih dan mencari pakaian yang akan dikenakan tokoh cerita beserta propertinya. Kostum dapat diperoleh dengan mendatangkan desainer khusus ataupun cukup membeli atau menyewa namun disesuaikan dengan cerita skenario. Kelengkapan produksi menjadi tanggung jawab tim property dan artistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYIAPKAN PERALATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan hasil film/video yang baik maka diperlukan peralatan yang lengkap dan berkualitas. Peralatan yang diperlukan (dalam film minimalis) :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Clipboard.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proyektor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lampu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kabel Roll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;TV Monitor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamera video S-VHS atau Handycam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pita/Tape.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mikrophone clip-on wireless.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tripod Kamera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tripod Lampu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CASTING PEMAIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memilih dan mencari pemain yang memerankan tokoh dalam cerita film. Dapat dipilih langsung ataupun dicasting terlebih dahulu. Casting dapat diumumkan secara luas atau cukup diberitahu lewat rekan-rekan saja. Pemilihan pemain selain diperhatikan dari segi kemampuannya juga dari segi budget/pembiayaan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;TAHAP PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TATA SETTING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Set construction merupakan bagunan latar belakang untuk keperluan pengambilan gambar. Setting tidak selalu berbentuk bangunan dekorasi tetapi lebih menekankan bagaimana membuat suasana ruang mendukung dan mempertegas latar peristiwa sehingga mengantarkan alur cerita secara menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TATA SUARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan suara yang baik maka diperlukan jenis mikrofon yang tepat dan berkualitas. Jenis mirofon yang digunakan adalah yang mudah dibawa, peka terhadap sumber suara, dan mampu meredam noise (gangguan suara) di dalam dan di luar ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TATA CAHAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penataan cahaya dalam produksi film sangat menentukan bagus tidaknya keualitas teknik film tersebut. Seperti fotografi, film juga dapat diibaratkan melukis dengan menggunakan cahaya. Jika tidak ada cahaya sedikitpun maka kamera tidak akan dapat merekam objek.&lt;br /&gt;Penataan cahaya dengan menggunakan kamera video cukup memperhatikan perbandingan Hi light (bagian ruang yang paling terang) dan shade (bagian yang tergelap) agar tidak terlalu tinggi atau biasa disebut hight contrast. Sebagai contoh jika pengambilan gambar dengan latar belakang lebih terang dibandingkan dengan artist yang sedang melakukan acting, kita dapat gunakan reflektor untuk menambah cahaya.&lt;br /&gt;Reflektor dapat dibuat sendiri dengan menggunakan styrofoam atau aluminium foil yang ditempelkan di karton tebal atau triplek, dan ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan karakteristik tata cahaya dalam kaitannya dengan kamera yang digunakan. Lebih baik sesuai ketentuan buku petunjuk kamera minimal lighting yang disarankan. Jika melebihi batasan atau dipaksakan maka gambar akan terihat seperti pecah dan tampak titik-titik yang menandakan cahaya under.&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan juga tentang standart warna pencahayaan film yang dibuat yang disebut white balance. Disebut white balance karena memang untuk mencari standar warna putih di dalam atau di luar ruangan, karena warna putih mengandung semua unsur warna cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TATA KOSTUM (WARDROBE)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pakaian yang dikenakan pemain disesuaikan dengan isi cerita. Pengambilan gambar dapat dilakukan tidak sesuai nomor urut adegan, dapat meloncat dari scene satu ke yang lain. Hal ini dilakukan agar lebih mudah, yaitu dengan mengambil seluruh shot yang terjadi pada lokasi yang sama. Oleh karenanya sangat erlu mengidentifikasi kostum pemain. Jangan sampai adegan yang terjadi berurutan mengalami pergantian kostum. Untuk mengantisipasinya maka sebelum pengambilan gambar dimulai para pemain difoto dengan kamera digital terlebih dahulu atau dicatat kostum apa yang dipakai. Tatanan rambut, riasan, kostum dan asesoris yang dikenakan dapat dilihat pada hasil foto dan berguna untuk shot selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TATA RIAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tata rias pada produksi film berpatokan pada skenario. Tidak hanya pada wajah tetapi juga pada seluruh anggota badan. Tidak membuat untuk lebih cantik atau tampan tetapi lebih ditekankan pada karakter tokoh. Jadi unsur manipulasi sangat berperan pada teknik tata rias, disesuaikan pula bagaimana efeknya pada saat pengambilan gambar dengan kamera. Membuat tampak tua, tampak sakit, tampak jahat/baik, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;TAHAP PASCA PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROSES EDITING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, proses editing merupakan usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Dalam kegiatan ini seorang editor akan merekonstruksi potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera.&lt;br /&gt;Tugas editor antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menganalisis skenario bersama sutradara dan juru kamera mengenai kontruksi dramatinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan pemilihan shot yang terpakai (OK) dan yang tidak (NG) sesuai shooting report.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyiapkan bahan gambar dan menyusun daftar gambar yang memerlukan efek suara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkonsultasi dengan sutradara atas hasil editingnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan semua materi gambar dan suara yang diserahkan kepadanya untuk keperluan editing.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;REVIEW HASIL EDITING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah film selesai diproduksi maka kegiatan selanjutnya adalah pemutaran film tersebut secara intern. Alat untuk pemutaran film dapat bermacam-macam, dapat menggunakan VCD/DVD player dengan monitor TV, ataupun dengan PC (CD-ROM) yang diproyeksikan dengan menggunakan LCD (Light Computer Display). Pemutaran intern ini berguna untuk review hasil editing. Jika ternyata terdapat kekurangan atau penyimpangan dari skenario maka dapat segera diperbaiki. Bagaimanapun juga editor juga manusia biasa yang pasti tidak luput dari kelalaian. Maka kegiatan review ini sangat membantu tercapainya kesempurnaan hasil akhir suatu film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRESENTASI DAN EVALUASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemutaran film seca&lt;span id="formatbar_Buttons" style="display: block;"&gt;&lt;span class="" id="formatbar_JustifyFull" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseup="" style="display: block;" title="Rata Penuh"&gt;&lt;img alt="Rata Penuh" border="0" class="gl_align_full" src="http://film.banjarnegara.co.cc/2009/11/img/blank.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ra intern dan hasilnya dirasa telah menarik dan sesuai dengan gambaran skenario, maka film dievaluasi bersama-sama dengan kalangan yang lebih luas. Kegiatan evaluasi ini dapat melibatkan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ahli Sinematografi :Untuk mengupas film dari segi atau unsur dramatikalnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahli Produksi Film : Untuk mengupas film dari segi teknik, baik pengambilan gambar, angle, teknik lighting, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahli Editing Film (Editor) : Untuk mengupas dari segi teknik editingnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penonton/penikmat film : Penonton biasanya dapat lebih kritis dari para ahli atau pekerja film. Hal ini dikarenakan mereka mengupas dari sudut pandang seorang penikmat film yang mungkin masih awam dalam pembuatan film.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;sumber : www.komunitasbanjarnegara.co.cc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-8841317041918458122?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/8841317041918458122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tahap-memproduksi-film.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8841317041918458122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/8841317041918458122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/tahap-memproduksi-film.html' title='Tahap Memproduksi Film'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-2776233653463569723</id><published>2010-02-07T17:42:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:48:55.017-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><title type='text'>Teknik Pengambilan Gambar Video</title><content type='html'>Kamera video adalah perangkat kamera yang digunakan untuk mengabil gambar bergerak dan menyimpannya pada media tertentu, dimana kemudian akan dilakukan proses pengolahan.&lt;span id="more-54"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Jenis Kamera Video&lt;/div&gt;1)      Berdasarkan Format&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Analog&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Digital&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;2)      Berdasarkan Media Rekam&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Betamax&lt;/li&gt;&lt;li&gt;VHS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;8mm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;VHS-C&lt;/li&gt;&lt;li&gt;DV(Digital Video)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mini DV&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Betacam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memori stick&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mini Disc&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kenali dan Pahami Kamera Video&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semua alat yang akan digunakan harus benar – benar dikuasai supaya meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rekaman Video yang Layak Dilihat dan Disimpan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan disimpan jika memenuhi 4 syarat : &lt;em&gt;cukup pencahayaan, fokus, stabil &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;cukup durasi&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rekaman Video yang Layak Dinikmati&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi kaidah – kaidah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Balance, Framing, Compositions : &lt;/strong&gt;Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Frame Cutting Points : &lt;/strong&gt;Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Other Types Of Shot : &lt;/strong&gt;2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Camera Movement : &lt;/strong&gt;Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Camera Angle # 1 : &lt;/strong&gt;Normal Angle, Low Angle, High Angle&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Camera Angle # 2 : &lt;/strong&gt;Objective Camera, Subjective Camera&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Shot By Camera Positions : &lt;/strong&gt;Face Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;· &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Shooting Rules : &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Jump Cut, Crossing The Line, Continuity&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;em&gt;Rekaman Video yang Selesai dan Layak Tonton &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebuah karya videografi yang selesai dan siap ditonton umumnya melewati tahap-tahap berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pra Produksi&lt;/strong&gt; : Proses perencanaan dan persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif ( riset, penulisan &lt;em&gt;outline&lt;/em&gt;, skenario, &lt;em&gt;storyboard&lt;/em&gt;, dsb.).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Produksi&lt;/strong&gt; : Proses pengambilan gambar di lapangan (&lt;em&gt;shooting&lt;/em&gt;).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pasca Produksi&lt;/strong&gt; : Proses penyuntingan di ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio visual lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Presentasi &lt;/strong&gt;: Menyajikan hasil penyuntingan (&lt;em&gt;editing&lt;/em&gt;) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD, dsb.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Distribusi &lt;/strong&gt;: Penyebarluasan karya videografi (&lt;em&gt;screening&lt;/em&gt;, penjualan, &lt;em&gt;broadcasting&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;webcasting&lt;/em&gt;, dsb.).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt;            &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;JENIS-JENIS SHOT&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Close Up Shot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan objek pada gambar lebih dekat. Misalnya dari batas bahu sampai atas kepala.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MCU (Medium Close Up Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BCU (Big Close Up)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ECU (Extrime Close Up)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MS (Medium Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KNEE SHOT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan sebatas lutut sampai dengan atas kepala&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TS (Total Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ES (Establish Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan keseluruhan objek ditambah dengan ruang di sekitarnya sebagai pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi di mana peristiwa atau bagaimana kondisi adegan itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Two Shot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan dua orang/objek terlepas dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OSS (Over Shoulder Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku atau dibelakang objek yang membelakangi, dan tampak di dalam frame. Sementara obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POV (Point Of View)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemera sebagai sudut pandang pelaku atau subjek gambar (sudut pandang orang pertama).&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;SUDUT PENGAMBILAN KAMERA&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. High Angle&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Normal Angle (Eye level)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata (titik pusat perhatian) obyek yang diambil.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Low Angle&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;GERAKAN KAMERA&lt;/div&gt;&amp;gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.&lt;br /&gt;Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.&lt;br /&gt;&amp;gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tilting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.&lt;br /&gt;Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;&amp;gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tracking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.&lt;br /&gt;Track in : gerak kamera mendekati obyek&lt;br /&gt;Track out : gerak kamera menjauhi obyek&lt;br /&gt;&amp;gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Follow&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamera mengikuti obyek bergerak searah&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;GARIS IMAGINER&lt;/div&gt;Garis imaginer digunakan untuk memberi batas posisi kamera dalam mengambil gambar agar tidak jumping dan menjaga kontinuitas gambar. Gampangnya kita bayangkan garis lurus yang memisahkan kiri dan kanan. Apabila kita meletakan kamera posisi di sebelah kanan, maka untuk pengambilan berikutnya (apalagi jika kamera tidak hanya satu) juga harus mengambil dari posisi sebelah kanan. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;ALAT PENDUKUNG KAMERA&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tripod, penyangga kamera yang terdiri dari tiga kaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monopod, penyangga kamera yang hanya mempunyai satu kaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dolly, penopang kamera diatas roda yang bisa digerakkan keberbagai arah, biasanya berjalan diatas rel dan mempunyai 4 roda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cam Crane, alat penopang kamera berbentuk pipa panjang yang disalah satu ujungnya diletakkan kamera dan ujung lainnya diberi pemberat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jimmy Jib, semacam Cam Crane yang diberi remote head yang dikontrol oleh operator kamera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Filter, plastic atau kaca yang diletakkan diatas lensa kamera untuk memberikan suasana tertentu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Tips Merekam Video Dengan Sempurna &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah &lt;em&gt;manual focus&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Atur &lt;em&gt;white balance&lt;/em&gt; pada setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan (&lt;em&gt;outdoor shooting&lt;/em&gt;), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (&lt;em&gt;handhelds&lt;/em&gt;), pegang dan kendalikan kamera video Anda sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir kopi panas).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan &lt;em&gt;zooming&lt;/em&gt; hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat merekam (&lt;em&gt;rolling&lt;/em&gt;), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (&lt;em&gt;editing&lt;/em&gt;).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Shoot to edit&lt;/em&gt;. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (&lt;em&gt;editing&lt;/em&gt;). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi setiap &lt;em&gt;shot&lt;/em&gt;, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jaga durasi setiap &lt;em&gt;shot&lt;/em&gt;. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal karena tergantung &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; yang direkam. Namun sebaik sudah mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; berlangsung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jaga setiap &lt;em&gt;shot&lt;/em&gt; dalam kondisi &lt;em&gt;steady&lt;/em&gt; tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama 10 detik. Jika suatu &lt;em&gt;shot &lt;/em&gt;akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran dalam kondisi &lt;em&gt;steady&lt;/em&gt; dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;sumber : www.filmbanjarnegara.co.cc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-2776233653463569723?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/2776233653463569723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/teknik-pengambilan-gambar-video.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/2776233653463569723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/2776233653463569723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/teknik-pengambilan-gambar-video.html' title='Teknik Pengambilan Gambar Video'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-95646320265808174</id><published>2010-02-07T17:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:30:05.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinematografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Pengertian Sinematografi -  Film</title><content type='html'>Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal daribahasa Latin kinema 'gambar'. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmuyang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).&lt;br /&gt;Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film mempunyai banyak pengertian yang masing-masing artinya dapat dijabarkan secara luas. Film merupakan media komunikasi sosial yang terbentuk dari penggabungan dua indra, penglihatan dan pendengaran, yang mempunyai inti atau tema sebuah cerita yang banyak mengungapkan realita sosial yang terjadi di sekitar lingkungan tempat dimana film itu sendiri tumbuh. Film sendiri dapat juga berarti sebuah industri, yang mengutamakan eksistensi dan ketertarikan cerita yang dapat mengajak banyak orang terlibat. Film berbeda dengan cerita buku, atau cerita sinetron. Walaupun sama-sama mengangkat nilai esensial dari sebuah cerita, film mempunyai asas sendiri. Selain asas ekonomi bila dilihat dari kacamata industri, asas yang membedakan film dengan cerita lainnya adalah asas sinematografi. Asas sinematografi tidak dapat digabungkan dengan asas-asas lainnya karena asas ini berkaitan dengan pembuatan film. Asas sinematografi berisikan bagaimana tata letak kamera sebagai alat pengambilan gambar, bagaimana tata letak properti dalam film, tata artistik, dan berbagai pengaturan pembuatan film lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film sebagai Genre Seni&lt;br /&gt;Istilah film pada mulanya mengacu pada suatu media sejenis plastik yang dilapisi dengan zat peka cahaya. Media peka cahaya ini sering disebut selluloid. Dalam bidang fotografi film ini menjadi media yang dominan digunakan untuk menyimpan pantulan cahaya yang tertangkap lensa. Pada generasi berikutnya fotografi bergeser pada penggunaan media digital elektronik sebagai penyimpan gambar. Dalam bidang sinematografi perihal media penyimpan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Berturut-turut dikenal media penyimpan selluloid (film), pita analog, dan yang terakhir media digital (pita, cakram, memori chip). Bertolak dari pengertian ini maka film pada awalnya adalah karya sinematografi yang memenfaatkan media selluloid sebagai penyimpannya. Sejalan dengan perkembangan media penyimpan dalam bidang sinematografi, maka pengertian film telah bergeser. Sebuah film cerita dapat diproduksi tanpa&lt;br /&gt;menggunakan selluloid (media film). Bahkan saat ini sudah semakin sedikit film yang menggunakan media selluloid pada tahap pengambilan gambar. Pada tahap pasca produksi gambar yang telah diedit dari media analog maupun digital dapat disimpan pada media yang fleksibel. Hasil akhir karya sinematografi dapat disimpan Pada media selluloid, analog maupun digital. Perkembangan teknologi media penyimpan ini telah mengubah pengertian film dari istilah yeng mengacu pada bahan ke istilah yeng mengacu pada bentuk karya seni audio-visual. Singkatnya film kini diartikan sebagai suatu genre (cabang) seni yang menggunakan audio (suara) dan visual (gambar) sebagai medianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film adalah gambar-hidup, juga sering disebut movie. Film, secara kolektif, sering disebut sinema. Sinema itu sendiri bersumber dari kata kinematik atau gerak. Film juga sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas sebagai seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grhap (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi. Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.film.banjarnegara.co.cc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-95646320265808174?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/95646320265808174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-sinematografi-film.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/95646320265808174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/95646320265808174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-sinematografi-film.html' title='Pengertian Sinematografi -  Film'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-1481689966369474935</id><published>2010-02-07T17:37:00.001-08:00</published><updated>2010-02-11T11:30:48.393-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Animasi'/><title type='text'>ANIMASI KOMPUTER</title><content type='html'>&lt;b&gt;Animasi komputer&lt;/b&gt; adalah seni menghasilkan gambar bergerak melalui penggunaan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Komputer" title="Komputer"&gt;komputer&lt;/a&gt; dan merupakan sebahagian bidang &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Komputer_grafik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Komputer grafik (tidak wujud)"&gt;komputer grafik&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Animasi" title="Animasi"&gt;animasi&lt;/a&gt;. Animasi semakin banyak dihasilkan melalui &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Grafik_komputer_3D" title="Grafik komputer 3D"&gt;grafik komputer 3D&lt;/a&gt;, walaupun &lt;a class="new" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Grafik_komputer_2D&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Grafik komputer 2D (tidak wujud)"&gt;grafik komputer 2D&lt;/a&gt; masih banyak ada. Kadangkala sasaran animasi adalah komputer itu sendiri, kadangkala sasaran adalah perantaraan lain, seperti &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Filem" title="Filem"&gt;filem&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan gambar pergerakan, imej dipaparkan pada skrin komputer dan diganti dengan imej baru yang seiras gambar sebelumnya dengan pantas. Teknik ini serupa dengan bagaimana gambar bergerak dihasilkan melalui &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Televisyen" title="Televisyen"&gt;televisyen&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Filem" title="Filem"&gt;filem&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Animasi komputer 3D pada asasnya merupakan pengganti digit bagi seni animasi &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Gerak_pengun" title="Gerak pengun"&gt;gerak pengun (&lt;i&gt;stop motion&lt;/i&gt;)&lt;/a&gt;; patung animasi dibina pada skrin komputer dan dipasang dengan rangka siber. Kemudian anggota badan, mata, mulut, pakaian, dan lain-lain bagi patung 3D digerakkan oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.wikipedia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-1481689966369474935?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/1481689966369474935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/animasi-komputer.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1481689966369474935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/1481689966369474935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/animasi-komputer.html' title='ANIMASI KOMPUTER'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6934015666165932193.post-4041897089599234602</id><published>2010-02-05T12:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T11:44:37.094-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multimedia'/><title type='text'>Pengertian Multimedia Secara Umum</title><content type='html'>Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang&lt;br /&gt;berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk&lt;br /&gt;text, audio, grafik, animasi, dan video.&lt;br /&gt;Beberapa definisi menurut beberapa ahli:&lt;br /&gt;1. Kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996)&lt;br /&gt;2. Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks (McComick,&lt;br /&gt;1996)&lt;br /&gt;3. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini&lt;br /&gt;dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan&lt;br /&gt;gambar (Turban dan kawan-kawan, 2002)&lt;br /&gt;4. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif&lt;br /&gt;yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin&lt;br /&gt;dan Linda, 2001)&lt;br /&gt;5. Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah:&lt;br /&gt;pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks,&lt;br /&gt;grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan&lt;br /&gt;pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut wikipedia.org:&lt;br /&gt;Komputer Multimedia adalah sebuah komputer yang dikonfigurasi sesuai&lt;br /&gt;dengan rekomendasi dan memiliki sebuah CD-ROM. Standarisasi komputer&lt;br /&gt;mutlimedia dilakukan oleh "Multimedia PC Marketing Council", sebuah&lt;br /&gt;kelompok kerja dari sebuah perusahaan yang dahulu bernama Software&lt;br /&gt;Publishers Association (sekarang bernama Software and Information Industry&lt;br /&gt;Association). Perusahaan ini merupakan gabungan dari Microsoft, Creative&lt;br /&gt;Labs, Dell, Gateway, dan Fujitsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Multimedia&lt;br /&gt;o Multi [latin] �� banyak; bermacam-macam&lt;br /&gt;o Medium [latin] �� sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu;&lt;br /&gt;o Medium [Amarican Heritage Electronic Dictionary, 1991] �� alat dan cara untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi&lt;br /&gt;• Multimedia : penggunaan komputer untuk menampilkan dan mengkombinasikan text, graphics, audio, video dan animasi dengan menggunakan links dan tools yang memungkinkan pemakai untuk melakukan navigasi, berinteraksi, membuat, dan berkomunikasi&lt;br /&gt;• Beberapa definisi multimedia :&lt;br /&gt;o Kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996)&lt;br /&gt;o Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks (McComick, 1996)&lt;br /&gt;o Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dan kawan-kawan, 2002)&lt;br /&gt;o Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda, 2001)&lt;br /&gt;o Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://smkn1ktb.forumotion.com/multimedia-f2/pengertian-multimedia-t49.htm&lt;br /&gt;www.wikipedia.com&lt;br /&gt;http://www.pdf-search-engine.com/pengertian-multi-media-pdf.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6934015666165932193-4041897089599234602?l=multimediaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/feeds/4041897089599234602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-multimedia-secara-umum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/4041897089599234602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6934015666165932193/posts/default/4041897089599234602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://multimediaartikel.blogspot.com/2010/02/pengertian-multimedia-secara-umum.html' title='Pengertian Multimedia Secara Umum'/><author><name>artikel multimedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08286050242362145969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
